Sudah dua hari, Panji dirawat di rumah Bu Desi, Cintya sama sekali tak menjenguk. Dia tak ingin tahu kabar Panji. Arkhan pun setiap hari di rumah Bu Desi menemani sang ayah. Cintya justru bahagia karena tak ada yang ceramah terus. Dia semakin bebas membawa Samuel ke rumahnya. Bu Siska dan Pak Darto pun mendukungnya. “Cintya, kamu buat apa mertahanin suami nggak becus kayak dia? Udahlah mending sama Samuel.” Bu Siska berkata pada Cintya. “Mama, semua itu nggak semudah yang Mama ucapkan. Harus ngurus surat cerai dan butuh biaya besar, apalagi nanti Panji nggak mau menceraikan Cintya. Udahlah biarin kami jalani kayak gini aja. Cintya dan Samuel nyaman dengan hubungan seperti ini.” Cintya berkata panjang lebar. Bu Siska hanya diam mendengar jawaban dari Cintya. “Itu

