Di hari pertama, Bu Desi menginap di rumah Cintya. Walaupun Cintya tak menyukainya, Bu Desi tetap menginap. Dia ingin menjaga Arkhan. Kasih sayangnya pada Cintya juga tulus. Cintya juga tetap tak mau menggendong ataupun melihat Arkhan. Bahkan menyusuinya pun tak mau. Ketika Arkhan menangis karena haus, Panji menyerahkannya pada Cintya. Namun, dia menolaknya, meminta Panji memberikan s**u formula pada Arkhan. Panji mendesah pelan. Bukankah ASI itu hak setiap anak? Kenapa Cintya tak mau menyusui buah hatinya? “Ma, ASI itu hak setiap anak. Kasihan kalau dia tak diberi ASI.” Panji mencoba membujuk Panji. “Haduh, Ayah. Sekarang ini ada s**u formula, berikan aja s**u. Sama aja, kan?” Cintya berkata dengan nada ketus. “Tapi, kan, lebih baik ASI.” Panji membujuk lagi.

