Hari terus berlalu, tanpa terasa Arkhan tumbuh semakin besar. Cintya masih saja tak mau meluangkan waktu bersama Arkhan. Sampai pada suatu hari, ketika Arkhan berusia dua tahun, mengalami demam. Dia terus memanggil mamanya. Terus merintih. Hati Panji terasa nyeri mendengar rintihan Arkhan. Tanpa pikir panjang, Panji pun menelepon Cintya. Memintanya untuk pulang. Panji tak peduli meski nantinya Cintya marah-marah, karena yang ada di pikirannya hanya Arkhan. Awalnya, Cintya memang menolak, tapi setelah didesak oleh Panji akhirnya mau pulang. Ketika melihat Arkhan yang mengalami demam, terlihat wajah Cintya tampak khawatir. Dia mencium Arkhan untuk pertama kalinya. Mungkin, dia menyesal karena selama ini telah menyia-nyiakan Arkhan. Panji pun tersenyum menyaksikannya. Mereka pu

