Penjelasan

248 Kata
Penjelasan "Setidaknya kau perlu menjelaskan alasanmu tiba-tiba ingin bertemu denganku!" Suara lelaki itu makin tinggi. Kegusaran tampak jelas, namun hal itu tak menghalanginya untuk menghabiskan makanan di piringnya. Heni menunggu hingga lelaki itu selesai makan, membayar makanan mereka dan melangkah menuju sebuah pohon rindang di dekat terminal. Jon duduk merapat padanya. "Aku hanya ingin memastikan keseriusanmu. Ternyata aku benar, kau tak pernah berniat menemui kedua orang tuaku." Jon berdehem," beri aku waktu lagi," lelaki itu mencoba meraih hatinya. " Sampai kapan? Aku butuh jawaban sekarang!" Perkataan perempuan langsing itu tak mampu dijawab Jon. "Kalau memang demikian, aku tak akan berharap lagi!" Heni bangkit dan pergi tanpa menoleh. Jon mencoba menahannya, wanita itu menepis lengannya. Jon menggeleng-gelengkan kepalanya. 'Pasti Heni sudah menemukan lelaki yang lain.' Ia tidak terlalu kecewa, toh sudah ada juga teman barunya. Tiba-tiba ia merasa ingin sekali menemui gadis penjaga warung itu sekarang. Heni berjalan menyusuri lorong-lorong di pasar kota. Hiruk-pikuk keadaan sekitarnya seakan tak dihiraukannya. Ia bergegas menuju ke kios-kios besar yang menjadi langganannya selama ini. Membeli barang-barang kios yang sudah habis stoknya. Pikirannya segera teralihkan dari Jon. Kini, ia bisa lebih tenang. Bertahun-tahun lelaki itu menggantungnya tanpa kepastian dan ternyata ujung-ujungnya harapannya harus sirna. Tak terasa matahari kian terik. Para penumpang mulai berkerumun dekat truk yang akan mereka tumpangi. Beberapa jam lagi kendaraan tersebut baru akan berangkat. Sang sopir terlihat sedang berbincang dengan seorang gadis. Heni memperkirakan usianya jauh lebih muda darinya. Gadis itu mengingatkannya pada Ben yang kini dengan sukacita sedang menunggunya pulang.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN