Mencari

374 Kata
Mencari Ika yang tengah kelelahan selesai melayani suaminya di ranjang, tergopoh-gopoh keluar kamar menemui Heni yang datang bertamu. Disekanya keringat di keningnya. Ia bergerak-gerak gelisah, tidak biasanya Heni ke rumah. Akhir-akhir ini justru Ben yang sering mengunjungi perempuan itu di kiosnya. "Ada apa? " Heni memilin-milin ujung sarungnya. "Sudah beberapa hari ini, Ben tidak ke rumah. Ada apa? Apa dia sakit? " Ika kebingungan dengan informasi tersebut. "Kupikir dia selalu ke rumahmu, bukan? " Wajah Heni memerah. Ia mengangguk cepat kemudian menunduk dan menjawab, "biasanya begitu, makanya aku heran ketika dia tidak datang. " Ika memaklumi perasaan kawannya itu. Pasti Heni sedang rindu pada anak kecil itu. Dalam hati kecilnya, Ika merasa agak bersalah telah memperkenalkannya pada bocah ingusan itu, tapi siapa menyangka bahwa Heni dan Ben justru saling menemukan sedalam itu. "Semalam dia masih makan malam di sini bersama saya dan suami. " Suami Ika yang sudah duduk di samping Ika mengangguk membenarkan pernyataan istrinya. "Dia baik-baik saja. Saya menyuruhnya untuk lebih memperhatikan tanaman jagung di kebunnya yang belum disiangi sama sekali. Takutnya nanti ia bakalan gagal panen. " Heni menelan ludah sebelum bicara, " apa Ika bisa antarkan saya ke kebunnya? Saya kuatir padanya. " Ika menghela napasnya dan akhirnya menyetujui permintaan Heni. Ia tahu kini Heni benar-benar tengah mabauk kepayang. Tatapannya berbinar-binar kalau bicara tentang Ben. Keduanya kemudian menyusuri jalan desa ke arah kebun Ben. "Apa Ben ada di kebun? " tanya Ika pada seorang lelaki tua yang berpapasan dengan mereka. "Sepertinya begitu! Saya sempat melihat dia pagi tadi. Tapi siang ini dia tidak kelihatan, mungkin sedang istirahat di pondoknya, " lelaki bersarung hijau yang tidak mengenakan baju itu berjalan terus. "Itu siapa? " tanya Heni ingin tahu. "Itu tetangga kebun Ben. Lelaki tua itu adalah temannya selama ini. Kau tahu kan, Ben hampir tidak punya teman selama ini. " Heni menunduk, ia teringat kata-kata Ben bahwa ia mendengar dari temannya bahwa Heni menemui Jon waktu ke kota. 'Lelaki itu jelas tidak bersamanya menaiki truk ke kota, ' batinnya. Ia berusaha mengingat penu? Pang truk waktu itu. Ika memandangnya sedang termenung, wanita itu justru berpikir bahwa Heni terlihat amat mengkhawatirkan Ben. Ika merasa ia harus memberibBen peringatan keras tentang memperhatikan perasaan wanita. Kedua sahabat kecil itu akhirnya tiba di pondok Ben.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN