"Jadi aku memiliki adik kembar?" aku bertanya setelah suamiku ini meyelesaikan ceritanya, karena seingatku Ayah dan Bunda tidak ada menyinggung tentang adikku tadi. "Iya mereka akan segera masuk perguruan tinggi, aku sudah menyarankan mereka untuk kuliah di sini Ayah dan Bunda juga sudah aku pinta untuk tinggal disini," jelas Mas Dar panjang lebar. "Iya tadi kata Ayah sama Bunda mereka sedang memikirkannya, kenapa Ayah dan Bunda tidak memberi tahu aku soal Adam sama Hawa sih?" Aku mengerucutkan bibirku sebal. "Mungkin mereka lupa karena terlalu rindu denganmu," Mas Dar menarik pelan hidungku. Tiba-tiba saja aku bangun dari tidurku dan duduk bersila menghadap suamiku, Mas Dar yang kaget ikut bersila dan memposisikannya menghadapku. Aku menatapnya penuh selidik dan mengintimidasi sedan

