BAGIAN DUA PULUH SEMBILAN

888 Kata

Siang itu aku sudah tidak ada jadwal mengajar lagi dan memang aku harus menjemput kedua adik iparku di bandara. Aku menunggu di gate kedatangan sambil menajamkan penglihatannya mencari sosok Adam dan Hawa yang sudah aku kenal. Hingga mataku menangkap sosok perempuan dan laki-laki yang saling adu mulut. "Ehem!" aku menegur mereka berdua begitu sudah berdiri di dekat keduanya. "Tuh kan udah Hawa bilang Kak Adam gak percaya sih!" aku mengerutkan kening bingung mendengar dumelan Hawa kepada Adam. "Sudah-sudah berantemnya dilanjut di mobil saja," selaku begitu melihat Adam yang akan membalas perkataan Hawa, bahkan aku dengan sigap mendorong stroller berisi koper mereka. Mau tak mau keduanya mengikutiku sambil cemberut. "Wah Jakarta itu seperti ini ya?!" seru Hawa sambil melihat keadaan lua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN