Aku sedang duduk asyik memainkan ponselku saat Seruni datang menghampiriku, aku tahu dia pasti akan menuntut penjelasan kepadaku. Seruni merbahkan kepalanya di pahaku sebagai bantalan, dia merebut ponselku dengan pelan. Mencoba mengalihkan perhatianku dari benda mati itu, "Mas hutang penjelasan," ujarnya sambil memainkan jari-jari panjang dan kokoh milikku. "Baiklah sayang aku akan ceritakan semuanya tentang kronologisnya," aku mulai bercerita sambil menbelai rambut halusnya yang tergerai indah di atas pangkuanku. Aku dan Ramlan temanku yang kebetulan membantuku untuk mencari keberadaan mertuaku. Ramlan ini memiliki perusahaan detektif swasta dan orang bersafari beberapa waktu lalu menyantroniku di kafe adalah anak buahnya yang sudah beberapa bulan ini bekerja denganku membantu mencari k

