Sand mendengar kemunculan Flip bergegas ke Kota Ath. Sebagai orang yang pernah dekat dan menjadi atasan Flip, ia tahu kekuatan dan kelicikan mantan anak buahnya itu. Kecemasannya sangat beralasan ketika mengetahui informasi tersebut dari Gold.
Selang beberapa jam kemudian, ia telah sampai di Kota Ath. Ia berusaha bertanya pada orang-orang yang berpapasan dengannya, tetapi tak satu pun yang pernah melihat Cloud dan kawan-kawan. Hal itu membuatnya makin khawatir.
"Aneh, seharusnya mereka sudah sampai. Aku juga tidak bisa menghubungi Potato. Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah mereka terjebak di dalam labirin?" gumam Sand
Tiba-tiba firasat buruk kembali melintas. Tanpa pikir panjang, ia terpaksa menggunakan energinya untuk melacak keberadaan mereka. Kalau tidak terpaksa ia enggan menggunakan kemampuan itu karena membutuhkan energi yang besar.
"Tunjukkan di mana mereka!" Sand berseru seraya merentangkan tangan ke depan.
Tak lama kemudian samar-samar muncul hologram yang melayang di udara. Hologram itu makin lama makin jelas dan menampilkan pertarungan antara Cloud dan kawan-kawan dengan FlipFlop.
"Untung Eton bersama mereka. Tapi aku tidak bisa berpangku tangan," gumam Sand, "Tunjukkan aku lokasinya!"
Bayangan itu berubah, dan menunjukkan peta lokasi. Setelah mengetahui lokasi kedua sahabatnya, ia segera melesat ke Gurun Malt.
Sementara itu di markas para perampok. Pertarungan sengit masih berlangsung. Dengan bantuan Eton, akhirnya Cloud dan kawan-kawan berhasil mendesak Flip. Namun, Flip pantang menyerah. Ia mencoba menyerang mereka, tetapi Cloud, Eton, Milk dan Orreo selalu menggagalkan upaya Flip. Flip pun makin terdesak. Serangan demi seranmgan mengurungnya dari berbagai arah. Apalagi Flip yang bertubuh raksasa tak bisa berlama-lama dalam kondisi itu. Rupanya meski tenaganya meningkat berkali-kali lipat, tenaganya bisa cepat habis. Sebab itulah Flip kembali berubah ke sosoknya semula.
"Kalau kondisiku sudah kembali seperti dulu, aku tidak akan merasa lelah seperti sekarang," gumam Flip saat tubuhnya berangsur-angsur mengecil.
Melihat Flip telah kembali ke ukuran semula, Eton, Cloud, Milk dan Orreo tahu kalau kesempatan memenangkan pertarungan ini terbuka lebar. Semua itu karena bantuan Eton yang memiliki kemampuan luar biasa.
"Kenapa diam, Flip? Karena kamu tahu sebentar lagi kekalahanmu?" tanya Eton, setengah mengolok-olok.
"Ah, dia tahu kalau sebentar lagi kita menghabisinya," timpal Milk.
"Kamu telah banyak berbuat kejahatan Sebentar lagi kamu akan merasakan akibatnya!" Cloud memandang Flip dengan mata menyala-nyala.
"Sebentar lagi? Tidak! Tapi saat ini juga!" Eton melesat ke arah Flip diikuti Cloud, Milk, dan Orreo secara serentak.
Cloud, Milk dan Orreo menyerang dengan kecepatan tinggi, sambil menembak ke arah Flip. Sedangkan Eton meninju Flip dari berbagai arah.
"Rasakan serangan ini!" seru Cloud.
Boom!
Semua serangan tertuju padanya, tetapi Flip hanya terpaku di tempat. Kendati dalam keadaan terdesak, dia tetap bersikap tenang. Hanya dia yang tahu kenapa bersikap setenang itu, seolah-olah mau masih jauh darinya. Tapi sebentar lagi semua akan terjawab.
Di sisi lain di markas para perampok. Pertarungan antara Potato, Chips, dan Spash-Orange dengan Flop masih berlangsung. Keadaan pertarungan tidak jauh berbeda dengan pertarungan lainnya, beberapa meter dari sana. Ya, Potato, Chips, Splash-Orreo sekarang berhasil mendesak Flop. Serangan mereka membuat Flop kewalahan. Apalagi dua belas bola energi telah buyar. Ditambah lagi energi itu telah menyedot separuh tenaganya. Sudah hampir dipastikan kekalahan akan dialami oleh Flop. Namun, Flop tidak mudah menyerah.
Flop menembakkan cahaya-cahaya ungu ke arah Potato, Splash-Orange, dan Chips. Akan tetapi semua serangan itu dapat dihindari dengan sempurna. Sayang, sebenarnya serangan tadi bukan serangan sesungguhnya. Sekali lagi Flop berhasil mengecoh Potato, Splash-Orange, dan Chips. Ia mengayunkan tangan dari atas ke bawah. Sedetik berikutnya sebuah bola energi melesat cepat ke arah Potato, Splash-Orange, dan Chips. Mereka hanya memiliki sedikit waktu untuk berpikir dan bereaksi atau bola energi itu akan menghunjam dan menghancurkan mereka semua menjadi debu dan serpihan kecil.
Blar!
Seisi markas para perampok berguncang hebat. Bangunan dan segala sesuatu di atasnya berserakan. Asap dan debu bercampur memenuhi udara. Para anggota perampok seperempatnya menjadi korban keganasan serangan Flop itu.
Melihat kedahsyatan serangannya, Flo tertawa keras. "Tidak mungkin kalian selamat dari serangan tadi! Kali ini pasti kalian tewas! Kemenangan ini benar-benar sempurna sebagai perpisahan kami ddnhan Gurun Malt!"
Akan tetapi, kesenangan Flop hanya sementara. Saat asap berangsur-angsur pudar, Potato, Splash-Orange, dan Chips muncul, dan berdiri kukuh. Mereka tidak terluka sedikit pun. Kecuali hanya tergores serpihan-serpihan akibat ledakan itu. Hal itu tentu saja membuat Flop terperanjat. Roda-roda gigi di dalam dadanya berderit dengan cepat dan bergesekan.
Mata Flop melebar menyaksikan itu. "Tidak ..., tidak .... Bagaimana mungkin kalian bisa selamat dari serangan itu?"
Senyum Splash pun terpantik. "Apakah kamu tidak tahu kalau Orange memiliki kemampuan perisai pelindung? Apakah kamu juga tidak tahu kalau aku dan Orreo dikenal karena memiliki kecepatan luar biasa? Sekarang bersiap-siaplah hancur!"
"Splash, sebaiknya kita manfaatkan keadaan ini dan menyerangnya," bisik Potato yang didengar teman-temannya.
"Tapi kita tetap harus berhati-hati. Walau bagaimanapun dia tetap Flop yang memiliki kekuatan mengerikan," sahut Orange.
"Apalagi kita tahu, dia licik dan sudah berhasil mengecoh kita dua kali," timpal Orange, mengingatkan agar mereka tidak memandang remeh Flop.
Akan tetapi, kali ini Flop memang sudah kehilangan akal dan cara.
"Para anggota perampok! Untuk apa diam saja?! Serang mereka! Atau aku akan menghabisi nyawa kalian lebih dulu!" bentak Flop marah, melihat tak satu pun anak buah Flip yang membantunya dari awal pertarungan.
Diancam seperti itu tentu saja membuat para anggota perampok ketakutan. Lebih baik mempertaruhkan nyawa melawan musuh, daripada memasrahkan nyawa. Setidaknya peluang untuk tetap hidup masih terbuka meskipun kecil.
Para anggota perampok mengepung Potato, Splash-Orange, dan Chips dari semua sisi: kanan, kiri, depan, belakang. Kepungan mereka tak memberi celah sedikit pun.
Walau begitu, Potato, Splash-Orange, dan Chips tidak gentar. Justru mereka tahu kalau Flop sudah kehabisan akal dan cara. Namun, mereka tahu kalau keterdesakan Flop bukan berarti mereka dapat meremehkannya. Atau mereka akan merasakan akibat yang tidak diinginkan.
"Ini artinya Flop merasa kehabisan akal dan cara," tukas Splash, ternyum puas.
"Jangan merasa puas dulu, Splash." Potato segera mengingatkan, "kita tidak tahu karena bisa jadi dia menyimpan rencana yang bisa mengejutkan kita."
Splash menganggukkan kepala. "Benar. Aku memang baru pertama kali bertemu dengannya. Tapi dari pertarungan ini, jelas bagiku kalau ia merupakan android yang luar biasa sekaligus licik. Kita tidak boleh lengah sedikit pun dan harus meningkatkan kewaspadaan."
Chips menyahuti, "Meskipun berhati-hati, bukan berarti kita diam saja, 'kan?!"
Potato kembali mengangguk. "Mari kita satukan kekuatan sekali lagi."
"Apakah masih bisa?" tanya Splash sedikit terkejut.
"Bisa. Tapi kekuatannya tidak sekuat tadi. Semoga itu sudah cukup untuk menaklukkan Flop, mengingat energinya telah terkuras," jawab Potato.
"Baiklah. Mari kita coba."
Satu demi satu meletakkan tangan di punggung Chips. Tak lama kemudian menguar asap dari tangan mereka dan menyelusup masuk ke dalam badan Chips. Perlahan-lahan seluruh badan Chips berpendar, makin lama menjadi makin terang. Aura kekuatannya pun dapat dirasakan semua yang ada di sana. Termasuk Flop, yang diam-diam melihat kekuatan lawannya yang pernah ia rasakan belum lama ini.
"Cepat serang mereka!" teriak Flop, memberi perintah pada para pasukan perampok.
Para pasukan perampok itu maju secara serentak. Mereka memberondong Potato, Chips, dan Splash-Orange. Potato, Chips, dan Splash-Orange mengentakkan tangan di punggung Chips. Sedetik kemudian melesatlah cahaya keemas ke arah Flop.
Kekuatan dua cahaya itu sangat kuat. Begitu pula dengan kecepatannya. Hanya dalam hitungan mili-detik, kedua magis itu bertemu dan menimbulkan ledakan luar biasa. Kendati berada di udara, suara ledakan mengguncang tanah; hempasan anginnya memorak-porandakan sekitar. Tak ayal, sebagian anggota perampok terkena imbasnya. Mereka terluka, bahkan ada yang sekarat. Sebagian lain lari tunggang-langgang.
Akan tetapi, tanpa di duga dalam sekejap cahaya itu terserap. Potato, Chips, dan Splash-Orange terkejut. Begitu pula dengan Flop dan para pasukan perampok. Mereka menoleh pada sosok yang menyerap energi itu. Rupanya ia adalah sosok yang ditakuti lawan-lawannya. Ia juga pemimpin para pasukan elit Prancis.
"Kolonel Beef!"
Kolonel Beef tersenyum. "Kami belum terlambat, 'kan?!"
Kolonel Beef mengerling ke belakang. Di belakangnya berdiri para pasukan elit. Wajah-wajah mereka tidak asing bagi siapa pun. Begitu pula dengan kehebatan mereka yang telah dikenal luas.
Kolonel Beef kembali berkata, "Bagus, orang yang kami cari justru datang untuk mencari mati!"
Tubuh Kolonel Beef membesar, dan mengeluarlam asap tebal berwarna hitam. Energinya terasa sampai membuat orang-oramg di sekitarnya bergidik ngeri. Kolonel Beef bukan sekadar perwira kepolisian biasa. Ia merupakan salah satu perwira kepolisian yang ditakuti. Kehadirannya tentu menyita perhatian Flip yang berada di sisi lain. Dengan kehadiran Flip sudah cukup memberi keyakinan kalau kemenangan akan berpihak padanya. Ternyata aksi para perampok itu memang didukung diam-diam oleh kepolisian Prancis dan Belgia. Tidak heran kalau ia tidak pernah tertangkap. Bahkan kelompoknya berkembang makin besar.
Akan tetapi, baru saja tubuh Kolonel Beef berhenti membesar. Tiba-tiba seseorang mendarat ke tengah-tengah. Kehadirannya makin membuat semuanya terkejut. Terutama Kolonel beef dan pasukan elit.
"Sand!" seru Kolonel Beef.
Sand tersenyum, seraya mengedarkan pandangan.
"Setelah pengkhianatanmu, kamu masih terus membuat kekacauan, Flip," tukas Sand geram sambil menatap tajam dengan matanya yang menyala-nyala.
Flip tersungging sesaat sebelum menjawab, "Karena aku bukan orang bodoh seperti kalian."
"Apa maksudmu?" tanya Sand kembali.
"Para pemberontak semuanya berotak udang. Kalian terlalu naif dengan berpikir dapat menggulingkan pemerintahan. Aku?" Flip tergelak. "Aku bekerjasama dengan mereka, dan memperoleh keuntungan. Yah, bisa dibilang jerih payahku pun dinikmati orang-orang di pemerintah Prancis dan Belgia. Tidakkah kamu lihat kalau aku sangat cerdas?!"
"Cih! Kamu benar-benar sangat licik!" Eton berkata berang.
"Licik? Hmm ..., terserah kamu menyebutkan bagaimana. Tapi bagiku itu bukan licik, melainkan sangat cerdas. Genius!" Flip tergelak.
"Kamulah yang bodoh, Flip," ujar Sand.
Flip menyeringai lalu menatap Sand tajam. "Hah! Aku tidak peduli dengan pendapatmu. Lagi pula sampai saat ini semua yang kalian perjuangkan tidak pernah membuahkan hasil. Aku muak dengan semua impian kosong kalian! Hanya orang-orang bodoh yang percaya dengan omong kosongmu, Sand. Yah, orang-orang seperti Eton yang bodoh, yang bisa selalu dikelabui. Untungnya aku sadar, kalau cita-cita kalian hanya bualan!"
"Setiap makhluk, hidup dengan harapan, dan harus meraihnya dengan perjuangan. Orang yang menyerah terhadap keadaan sepertimu lebih tepat disebut bodoh!" bentak Sand, marah.
Bersamaan dengan berakhirnya ucapan itu, dari tangan Sand berpendar cahaya kelabu. Tidak terang, tetapi memancarkan kekuatan luar biasa. Tak satu pun di antara orang-orang di sana yang bergidik merasakan kekuatan itu.
Cloud, Splash, dan Milk yang sebelumnya pernah bertarung bersama Sand pun tidak menyangka kalau Sand ternyata memiliki kekuatan yang luar biasa. Bahkan kekuatannya melebihi Eton dan FlipFlop. Namun, rupanya ia menyimpan kekuatannya saat melawan IceCream beberapa waktu lalu. Pantas kalau ia menjadi pemimpin Liberte.
***