22

1666 Kata
Eton Mess mendarat di antara pertarungan Cloud, Milk dan Orreo dengan Flip. Sementara itu Splash, Orange, Potato dan Chips menghadapi Flop. Flip sempat terkejut sesaat, tetapi berikutnya dia menyeringai. "Ah, musuh besarku datang. Percuma, Eton! Sampai kapan pun kamu tidak akan pernah bisa mengalahkanku!" "Kamu dari dulu selalu membual!" Eton melirik Cloud dan kawan-kawan. "Aku diminta Ketua Gold untuk membantu kalian." "Ketua Gold?" tanya Cloud merasa heran. Eton mengangguk. "Pemimpin Bannière Rouge." Cloud dan Milk tersentak. "Bagaimana mungkin? Kami tidak mengenalnya." tukas Milk. "Terlalu panjang untuk kuceritakan sekarang. Yang paling penting kita harus mengalahkannya lebih dulu." Eton melempar pandangan ke arah Flip. Flip berkelebat dan menerjang Cloud, Milk, Orreo dan Eton. Seluruh tubuhnya diselimuti asap hitam. Aura yang kegelapan yang terpancar darinya dapat dirasakan semua lawannya. Namun, mereka pantang surut. Eton segera menghimpun energi di tangannya. Tangannya berkilatan sebelum menembakkan bola energi. Sedangkan tubuh Orreo membesar dengan tangan dan kaki yang berubah menjadi baja. Ia segera menyambut serangan itu. Milk mengibaskan tangannya dan memunculkan angin p****g beliung yang melesat ke arah Flip. Flip pun tak mau kalah, dia berteriak kencang, dan mengeluarkan tenaga ultra-sonic. Sehebat apa pun Flip, diserang empat lawan kuat, membuatnya limbung. Apalagi di antara lawannya terdapat Eton yang memiliki kekuatan luar biasa. Saat itulah semua serangan berhasil mengantamnya. Boom! Ledakan itu mengguncang seluruh area. Lantai berserakan, bahkan sebagiannya menjadi serpihan. Debu tebal menutupi pandangan. "Terima kasih telah datang membantu. Flip kuat sekali. Tanpa bantuanmu, sudah pasti kami akan tunduk di tangannya," ucap Cloud. "Bukan sekadar kuat, lebih tepatnya mengerikan." Milk menggenapi ucapan Cloud. "Sepertinya serangan kita kali ini berhasil merubuhkannya," ujar Cloud. "Tapi kita tidak boleh lengah. Firasatku serangan tadi tidak mampu merubuhkannya." Eton berkata. Dugaan Eton memang benar-benar terjadi. Setelah asap berangsur-angsur pudar, Flip pun tampak. Ia berdiri kukuh tanpa terluka sedikit pun. Melihat Flip masih berdiri kukuh tanpa terluka, Cloud, dan Milk gemetar. Kengerian tampak di wajah mereka. Tak pernah sekali pun di dalam hidup mereka bertemu lawan sekuat Flip. Namun, tidak demikian dengan Eton yang tampaknya sudah tahu kekuatan Flip. "Siapa ia sebenarnya?" tanya Cloud. "Kekuatannya benar-benar luar biasa, seakan-akan ia tidak memiliki kelemahan." "Itu juga yang membuatku heran," sahut Milk. "Ia memang seseorang yang genius," ujar Eton. "Genius? Mungkin di atas genius kalau ia dapat membuat teknologi yang mampu meningkatkan kekuatannya sampai mengerikan seperti ini," tukas Milk. Mereka melihat mata Flip menyala-nyala menatap tajam. Gigi-giginya bergemeretak. Hawa membunuh menguar di sekelilingnya. Serangan tadi memang tidak mampu melukainya, tetapi telah membuat kemarahannya memenuhi seluruh dadanya. "Serangan tadi hanya memberi kejutan kecil, padahal sesungguhnya sama sekali tidak berarti." Perlahan-lahan tubuhnya membesar sampai setinggi tiga meter. "Tapi kalian berhasil memancing kemarahanku!" Flip mengentakkan kaki, lalu dari tubuhnya terpancar cahaya merah gelap. Sedetik kemudian cahaya itu melesat ke arah ke empat lawannya. Bukan hanya besar dan berkuatan dahsyat, cahaya itu pun memiliki kecepatan bak kilat. Beruntung Eton mampu menghalau serangan itu sehingga berbalik ke arah Flip. Boom! Energi itu meledak di udara, tetapi Flip telah berhasil menghindarinya. Kecepat Flip bahlan melebih Splash dan Orange. Di sudut lain, di pertarungan Splash-Orange, Potato, dan Chips yang berhadapan dengan Flop pun tengah berlangsung panas. Namun, berbeda dengan pertarungan di sisi lainnya, pertarungan ini tampak berimbang. Sudah berbagai energi dikeluarkan, tak ada yang mengungguli lawan. "Sial! Kalian memaksaku!" teriak Flop sambil memutar tangannya di udara. Tak lama kemudian dari putaran itu terbentuk cahaya bulat dan pipih berwarna ungu gelap. "Hati-hati! Kekuatan energinya begitu besar!" Potato berseru, mengingatkan kawan-kawannya akan kekuatan mengerikan energi Flop. Di antara semua orang, sesungguhnya Potato yang paling berpengalaman dalam pertarungan. Sayang, meskipun demikian, ia tidak bisa menakar kekuatan Flop yang sesungguhnya. Kekuatan Flop sungguh di luar yang ia pikirkan. Flop melemparkan cahaya itu dengan tangannya dan membuat cahaya energi itu melesat cepat. Suara energi itu seperti gerigi yang bergesekan. Kencang dan memekakkan telinga. Hanya dari suaranya saja sudah membuat konsentrasi lawan-lawannya buyar. Namun, Chips segera tanggap. Dia menghimpun energi untuk membendung suara itu. Tangan Orange mengayun dan mengentak lantai sampai berlubang. Tak lama kemudian berpendar cahaya putih terang yang menghalau cahaya yang dilemparkan Flop. Bahkan cahaya energi itu berbalik ke arah Flop. Alih-alih takut, Flop justru tergelak. "Itu hanya tipuanku belaka!" Sontak mereka semua terkejut. Sayang semuanya sudah terlambat. Cahaya ungu melesat dari belakang dan mendera ke empatnya. Blar! Ledakan itu mengguncang seluruh area. Lantai berserakan, bahkan sebagiannya menjadi serpihan. Debu tebal menutupi pandangan. Akan tetapi sekali lagi Orange berhasil melindungi teman-temannya dengan bola energi yang menyelubungi mereka. Upaya Orange kali ini benar-benar tidak disangka Flop. "Android, kamu benar-benar luar biasa." "Tentu saja luar biasa! Ia adalah buatanku! Tapi ia belum mengeluarkan semua kemampuannya!" seru Splash dari dalam ruang kendali. Flop kembali tergelak. "Baiklah! Kalau begitu kita buktikan itu bualanmu atau memang kenyataan!" Flop mengayunkan tangan ke depan. Sedetik kemudian muncul dua belas bola-bola energi kecil yang berputar di sekitarnya. Setiap bola mengeluarkan aura energi yang kuat. "Aku ingin tahu, dapatkah kalian melawan bola-bola energiku ini sekaligus?!" Tentu saja itu membuat semua lawannya terkejut. Tak terkecuali dengan Potato. Meski sarat pengalaman, Potato belum pernah melihat kekuatan mengerikan seperti yang dimiliki Flop. "Bagaimana cara menghadapinya, Potato?" tanya Splash yang tampak sangat cemas. "Aku tidak pernah menyangka kalau Flop memiliki kekuatan yang sangat menakutkan seperti ini," sahut Orange. Potato bergeming. Kerutan di dahinya tampak kentara menunjukkan kalau dia sedang berpikir keras. "Terus terang, aku juga tidak tahu cara menghadapinya. Satu-satunya cara yang terpikirkan olehku adalah menyatukan kekuatan kita. Kita harus dapat menyerang dua belas energi Flop secara serentak. Tidak boleh sedetik pun terlambat. Tidak pula boleh meleset." "Menyerang dua belas energi itu secara serentak? Tapi bagaimana caranya?" tanya Splash, heran, tidak dapat memahami maksud Potato. Akan tetapi, bukan hanya dia yang keheranan. Dua orang lainnya pun demikian. "Kalian harus memegang punggung Chips. Nanti ia akan menyerap tenaga inti kalian. Setelah itu ia dapat mengeluarkan bola energi yang merupakan penyatuan seluruh kekuatan kita," terang Potato. Mendengar itu teman-temannya setuju. Satu demi satu meletakkan tangan di atas punggung Chips. Tak lama kemudian menguar asap dari tangan mereka dan menyelusup masuk ke dalam badan Chips. Perlahan-lahan seluruh badan Chips berpendar, makin lama menjadi makin terang. Aura kekuatannya pun dapat dirasakan semua yang ada di sana. Termasuk Flop, yang diam-diam memperhitungkan kekuatan ke Chips dari layar hologram yang tampil di pupil androidnya. "Chips ..., siapa yang membuat android itu? Aku tidak menyangka ada android yang memiliki kemampuan menyerap energi seperti yang ia miliki. Menurut data yang kudapatkan, kekuatannya terus meningkat sampai sekarang. Tapi yang terpenting aku harus mendahului mereka, dan menyerang secepat kilat," gumam Flop. "Kemarilah energiku! Berikan seluruh kekuatan kalian ke tubuhku!" Perintah Flop segera dijalankan dua belas bola energi itu. Mereka menyelusup ke dalam badam Flop. Tak lama kemudian aliran listrik keluar dan merambat di tubuh Flop. Aliran listrik itu merayap cepat ke roda-roda gigi di dalam dadanya. Sesaat kemudian Flop diselimuti hawa kuat. Matanya berbinar ungu terang. "Bersiaplah menjemput kematian kalian! Rasakan ini!" seru Flop melemparkan cahaya ungu keperakan. Akan tetapi, hampir di saat yang bersamaan dengannya, Splash, Orange dan Potato mengentakkan tangan di punggung Chips. Sedetik kemudian melesatlah cahaya energi ke arah Flop. Kekuatan dua cahaya itu sangat kuat. Begitu pula dengan kecepatannya. Hanya dalam hitungan mili-detik, kedua magis itu bertemu dan menimbulkan ledakan luar biasa. Kendati berada di udara, suara ledakan mengguncang tanah; hempasan anginnya memorak-porandakan sekitar Tak ayal, sebagian anggota perampok terkena imbasnya. Mereka terluka, bahkan ada yang sekarat. Sebagian lain lari tunggang-langgang. Dua pertarungan hebat tengah berlangsung. Namun, pertarungan itu akan makin hebat jika Kolonel Beef dan pasukan elit turut bergabung. Apalagi saat ini mereka sedang menuju ke Gurun Malt. "Hmm ..., pantas, kita sudah mencari mereka ke tiap sudut Ath, tetapi jejak pun tak kita dapati. Dan menurut informan kita, ia melihat Eton melesat ke arah Gurun Malt. Bisa jadi ia tahu keberadaan para buronan," gumam Kolonel Beef. "Ya. Ini benar-benar mengherankan. Kenapa Bannière Rouge ikut campur?!" tanya Tea. "Entahlah. Yang jelas, kalau ternyata Eton tidak berhubungan dengan para buronan itu, dan kita berhasil menangkapnya, tetap luar biasa. Ingat. Setiap pemimpin Bannière Rouge pun buronan berharga tinggi," tukas Kolonel Beef. Hot tersenyum. "Apalagi kalau ternyata mereka bergabung dam semuanya dapat kita ringkus. Aku sudah bisa membayangkan hadiah yang akan kita dapatkan." "Jangan sepelekan Eton, Hot." Lolly mengingatkan, "Apakah kamu tidak pernah dengar kabar mengenai kehebatannya." "Tentu saja pernah. Tapi aku pikir kabar itu dibesar-besarkan," jawab Hot, enteng. Tea menimpali, "Aku juga berpikir begitu. Terakhir kali terjadi bentrokan antara kita dengan Bannière Rouge, ia tidak terlihat. Hah! Aku pikir ia seorang yang pengecut!" Kolonel Beef menyahuti, "Jangan meremehkannya. Benar kata Lolly, Eton Mess memiliki kekuatan yang sangat menakutkan. Meskipun pada bentrokan itu ia tidak ada, pasti karena memiliki alasan lain." "Apakah Kolonel pernah bertarung melawan Eton?" tanya Hot merasa penasaran. Kolonel Beef tertegun, kemudian menggeleng. "Sahabatku memiliki kekuatan yang luar biasa. Bahkan banyak yang memperkirakan ia akan meraih jabatan Jendral dalam waktu singkat. Tapi suatu waktu ia bertemu dengan Eton. Dan dengan mudahnya Eton membunuhnya." "Sahabat Anda, Kolonel Beef?" tanya Hot, lagi. Kolonel Beef mengangguk. "Pasti kalian pernah mendengar nama besar sahabatku yang bernama Kitt. Ia memiliki android bernama Katt. Keduanya dibuat tak berdaya di hadapan Eton Mess." Mendengar nama KittKatt disebut, para pasukan elit itu bergidik. KittKatt telah dinobatkan sebagai pahlawan karena jasanya menghancurkan markas Jepang di daerah Hokaido, tanpa bantuan orang lain. Banyak orang yang menyanjung dan memuji kehebatannya. Namun, di hadapan Eton Mess, ia tidak berarti. Pantas kalau pasukan elit itu merasa cemas. Kolonel Beef memang mengatakan yang sebenarnya, tetapi Eton bukan tanpa lawan setanding. Ya, lawan Eton yang sesungguhnya adalah orang yang kini sedang berhadapan dengannya. Sebenarnya Eton dan Flip memiliki masa lalu yang tidak bisa dilupakan. Kenangan yang berawal baik, dan berakhir perih. Kenangan yang hanya dua orang itu yang menyimpannya. Ya, tidak ada yang tahu apa yang terjadi sesungguhnya di antara mereka. Yang jelas, kini keduanya sama-sama menyimpan kebencian yang mendalam. Kebencian yang akan coba dituntaskan saat keduanya kembali bertemu saat ini. "Flip! Terima ini!" Eton menghantam tanah kuat-kuat hingga membuat tanah bergolak bagaikan ombak. Serta-merta Flip melesat ke udara, tetapi tiba-tiba Eton menyambutnya lagi. tangannya berkelebat cepat dan menghunjam Flip sampai membuatnya terpelanting jauh. ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN