Eton sampai di Kota Ath. "Untunglah. Aku khawatir kalau mesin itu gagal seperti sebelumnya."
Eton mengedarkan pandangan. Kemudian berjalan menyusuri jalanan. Ia bertanya pada orang-orang yang ditemuinya. Namun, tak satu pun yang merasa pernah melihat Cloud dan kawan-kawan.
"Aneh ..., apakah Ketua salah memberi informasi?" gumam Eton.
Saat ia sudah mulai putus asa, tiba-tiba ada yang mencolek punggungnya. Sontak ia menoleh dan melihat seorang anak kecil berdiri di belakangnya.
"Apakah Anda mencari seorang perempuan dan sebuah android?"
"Bukan hanya seorang. Tapi ..., tunggu ...." Eton menunjukkan foto-foto Cloud dan kawan-kawan.
"Aku pernah bertemu dia." Anak kecil itu menunjuk foto Splash.
"Kamu tahu di mana dia sekarang?"
Rupanya anak kecil itu adalah si pencopet. Ia menceritakan pertemuannya dengan s***h dan Orange.
"Mereka mencari markas FlipFlop dan mencoba mengambil obat-obatan?"
Anak kecil itu mengangguk. "Benar. Mereka ke Gurun Malt."
"Cepat beritahu aku di mana letak gurun itu!" seru Eton.
Anak kecil itu mrnunjuk ke arah Gurun Malt. "Anda bisa ke sana."
"Terima kasih!" Eton mengentakkan kakinya kemudian terbang melesat ke arah yang ditunjukkan anak kecil tadi.
***
Cloud, Milk, Orreo, dan Orange berjalan mengendap-endap, bersembunyi dari satu dinding bebatuan ke dinding bebatuan lainnya, sambil mengikuti Splash dan Potato. Sesekali mereka berhenti dan mengamati dari jauh, ketika anggota penjahat menyapa Splash dan Potato.
"Di mana obat-obatan itu disimpan?" Splash berkata lirih seraya mengedarkan pandangan.
"Kita harus mencarinya di setiap area yang ada di sini," tukas Potato.
Mereka terus melintasi jalanan sampai tiba di ujung jalan yang dibatasi pagar tinggi dan dijaga ketat. Kurang lebih ada puluhan penjaga yang berada di gerbang masuk itu. Sebagian di antara mereka adalah manusia yang membawa senjata berteknologi mutakhir, sementara sebagian lainnya merupakan android.
Cloud dan kawan-kawan yang menguntit dari belakang, tahu, kalau mereka tidak bisa mengikuti Potato dan Splash masuk ke dalam gerbang itu.
"Bagaimana ini? Apakah kita hanya menunggu di sini?" tanya Milk.
Cloud mengangguk. "Sementara kita tunggu di sini daripada kita berusaha masuk justru ketahuan mereka."
"Tapi aku pikir kita harus masuk kalau Splash dan Potato tidal kembali setela satu jam."
Cloud mengangguk setuju. "Aku setuju, Kawan."
Sementara itu, Splash dan Potato dihadang oleh penjaga di depan pintu gerbang.
"Kenapa aku asing dengan wajah kalian? Apa kalian anggota baru?" tanya salah satu penjaga sambil menyelisik Splash dan Potato, bergantian.
"Erm ..., ka-ka—"
"Benar. Kami anggota baru. Kami baru saja berpatroli dan kini telah berganti shift," sergah Potato, berusaha menutupi Splash yang terlihat gugup.
Penjaga itu tertegun seraya mengamati mereka lagi. Tak lama kemudian ia bergeser, memberi jalan. "Monsieur Flip sedang mengumpulkan para anggota di aula. Bergegaslah ke sana."
"Baik!" seru Potato dan Splash, serentak kemudian mereka melewati gerbang.
Splash menghela napas lega. "Untunglah."
"Splash, sekarang saat yang tepat. Mereka semua sedang terpusat di aula. Mestinya penjagaan di tempat lain menjadi lengang," tukas Potato.
Splash mengangguk setuju, lalu pandangannya menyapu sekitar. "Di sebelah kiri ada bangunan berbatu. Sebaiknya kita periksa ke sana."
Keduanya pun bergegas ke bangunan tersebut. Seperti dugaan Splash, bangunan itu lengang, tanpa penjagaan. Splash dan Potato menyusuri jalanan di dalam bangunan tanpa hambatan. Mereka memeriksa satu demi satu ruangan yang dilewati, dan tidak menemukan obat-obatan yang mereka cari.
"Oh, Tuhan. Di mana mereka menyimpan obat-obatan itu?" desah Splash.
"Kita masih belum memeriksa ruangan di ujung jalan." Potato melayangkan pandangan ke depan, tepatnya ke sebuah pintu besar.
"Ayo, kita ke sana."
Mereka segera berjalan ke ruangan itu. Setibanya di depan pintu, Splash membuka pintu itu pelan-pelan. Ia melongok ke dalam. Pandangannya mengedar ke dalam ruangan. Ruangan itu berukuran besar dan tampak temaram. Namun, ada sedikit cahaya dari lampu yang terpasang di tengah ruangan. Di dalamnya dipenuhi boks-boks yang berjajar dan disusun bertingkat.
"Sepertinya ini gudang. Tapi aku tidak dapat melihatnya dengan jelas," tukas Splash.
"Sebaiknya kita periksa ke dalam."
Keduanya masuk ke dalam ruangan. Sambil meningkatkan kewaspadaan mereka menyelisik sekitar ruangan.
"Apa isi boks-boks ini?" gumam Potato seraya membuka salah satu boks. Namun, di dalamnya ia tak menemukan obat-obatan, melainkan persenjataan. "Senjata. Nanti kita hancurkan saja senjata ini daripada digunakan mereka."
"Yang paling penting kita harus menemukan obat-obatan. Ayo, kita periksa boks-boks lainnya," ujar Splash.
Satu persatu boks mereka buka, sampai akhirnya ketika mereka membuka boks yang terdapat di pojok ruangan, mereka melihat bungkusan plastik berisi bubuk."
"Mungkin ini." Splash merobek plastik itu lantas mengambil bubuk dan menciumnya. "Benar. Ini obat yang kita cari."
"Bagaimana kamu bisa mengetahuinya?" tanya Potato, heran.
"Dulu ayahku seorang apoteker. Meskipun aku tidak bisa meracik obat-obatan, aku bisa mengetahui jenis obat hanya dengan mencium baunya," terang Splash.
"Bagus. Ayo kita segera keluar dari sini, sebelum mereka memergoki kita," tukas Potato.
Potato mengeluarkan kapsul, lalu memasukkan obat-obatan itu ke dalam. Meski kapsul itu kecil, di dalamnya terdapat ruangan dimensi yang besar dan dapat digunakan untuk menyimpan barang-barang. Kapsul jenis itu juga yang digunakan untuk menyimpan androidnya, Chips.
Setelah memasukkan obat-obatan itu, mereka bergegas keluar dari dalam ruangan. Keduanya mempercepat langkah melintasi jalanan sampai tiba di luar bangunan. Keduanya menoleh ke aula, rupanya para anggota perampok masih berkumpul di sana. Suara Flip pun terdengar dari pengeras suara yang tersebar di area itu.
"Seperti kita ketahui. Keuntungan kita makin besar. Karena itulah rencana kita untuk pindah dari Gurun Malt akan segera kita laksanakan. Brugge. Kota itulah yang akan menjadi markas besar kita. Di sana kita akan menguasai berbagai sektor. Ya, kita akan menjadi kelompok terbesar yang menguasai Belgia. Semua orang takluk dengan uang, dan kita memiliki uang untuk menguasai mereka. Para pejabat, politisi, dan penegak hukum akan berada di bawah kekuasaan kita." Flip berhenti sejenak. Pandangannya terpaku ke dinding bangunan, tempat Splash dan Potato bersembunyi. "Tapi sebelum itu, masih ada satu tugas yang harus dituntaskan. Untungnya kita tidak perlu ke mana-mana untuk menyelesaikan tugas itu, karena mereka telah datang ke sini!"
Flip mengentakkan kakinya dan melesat secepat kita ke arah Splash dan Potato.
"Sial! Kita ketahuan!" seru Splash seraya bersiap-siap menyambut serangan Flip.
Serta-merta Potato mengeluarkan Chips dari dalam kapsul. "Chips!"
"Ringkus dua tikus yang menyusup ke markas kita!" Flip berteriak memberi perintah kepada anak buahnya.
Ratusan anggota perampok itu pun berlari sambil menembak ke arah Splash, Potato dan Chips. Tembakan-tembakan itu mengepung mereka dari berbagai arah.
Beruntung Splash yang memiliki kecepatan luar biasa berhasil berkelit. Sementara Chips berhasil melindungi dirinya dan Potato.
"Pantas kalian dihargai tinggi!" Flip melompat ke atas lalu melemparkan bola energi hingga terjadi guncangan berkekuatan 10 skala richter. Guncangan itu bagaikan gempa, membuat Splash Potato dan Chips oleng, tak kukuh berpijak. Tanpa memberi jeda, Flip kembali melemparkan energi yang jauh lebih besar.
Boom!
Ledakan itu mengguncang seluruh area. Tanah berserakan, bahkan sebagiannya menjadi serpihan. Debu tebal menutupi pandangan.
Suara ledakan terdengar sampai luar area. Cloud, Milk, Orreo dan Orange pun tersentak, melihat kepulan asap di balik pagar markas para perampok.
"Gawat! Jangan-jangam Splash dan Potato ...." Milk tampak cemas.
"Ayo lekas ke sana!"
Keempatnya melesat secepat mungkin ke arah markas perampok. Untungnya keributan yang terjadi di dalam, membuat seluruh penjaga meninggalkan pos jaga, sehingga Cloud dan kawan-kawan dapat melalui gerbang tanpa hambatan.
Saat tiba di dalam, mereka terkejut melihat Splash dan Potato memegangi tubuhnya yang terluka. Sementara beberap bagian tubuh Chips pun mengalami kerusakan.
"Itukah Flip?" tanya Milk, melihat laki-laki yang melayang di udara.
"Sepertinya begitu. Aku tidak melihat ia didampingi android. Kekuatannya benar-benar mengerikan. Bayangkan kalau ia mengeluarkan Flop," kata Cloud, "Tidak ada waktu, kita harus menyerangnya untuk mengalihkan perhatian mereka dari Splash dan Potato.
Cloud dan kawan-kawan melesat cepat ke arah Flip. "Sambut serangan kami!"
Flip tersentak. Namun, ia segera menembakkan bola energi ke arah keempat penyerangnya. "Rupanya para buronan tingkat satu berkumpul di rumahku! Sebagai tuan rumah aku harus menyambut kalian!"
Cloud, Milk, Orreo, dan Orange berhasil menghindari serangan itu, dan berbalik menyerang Flip. Cloud, Milk dan Orreo melontarkan energi mereka ke arah Flip, sedangkan Orange mengelinding cepat ke arah lawan.
"Splash, Chips! Kita juga harus membantu!" teriak Potato, melesat ke arah Flip diikuti Splash dan Chips.
Para pasukan Flip pun turun menyerang Cloud dan teman-temannya. Menghadapi Flip saja sudah membuat Cloud dan kawan-kawan kewalahan, apalagi harus dikeroyok ratusan orang. Kalau tetap seperti ini, akhir pertempuran sudah bisa diduga.
Cloud tidak bodoh. Ia tahu harus mempertaruhkan nyawa ketimbang habis sia-sia. Ia segera memantik tombol di tangan kalengnya.
"Cloud! Apa yang kamu lakukan?! Bukankah kamu bilang kekuatanmu belum pulih?" Milk terkejut melihat Cloud.
Cloud tersungging seraya menatap tajam ke arah Flip. "Lebih baik bertaruh daripada ia menghabisi kita."
Cloud mengarahkan senjatanya ke arah Flip. "Flip! Rasakan ini!"
Cloud menembakkan energi yang memiliki kekuatan luar biasa. Dari tangannya melesat energi putih yang diselimuti aliran listrik.
Semua yang ada di sana terkejut merasakan kekuatan mengerikan itu, tak terkecuali Flip. Namun, ia tidak sempat menghindar dari energi yang melesat ke arahnya.
"Cih! Terpaksa! Flop!"
Sayang, ia masih memiliki senjata, yakni androidnya. Tembakan Cloud pun mendera hingga menimbulkan suara menggelegar.
Ledakan itu mengguncang seluruh area. Tanah tercerai-berai, bahkan sebagiannya menjadi serpihan. Debu tebal menutupi pandangan. Para anggota perampok banyak yang tewas seketika terkena hempasan energi yang dikeluarkan Cloud.
Akan tetapi, saat asap berangsur-angsur pudar, tampak dua sosok bayangan balik asap.
"Tidak ..., tidak mungkin ...." Clous terbelalak; seluruh tubuhnya bergetar ketakutan mencengkeramnya kuat-kuat.
Cloud dan kawan-kawan melihat Flip muncul dari balik asap bersama satu sosok yang serupa dengannya. Ya, sosok itu adalah Flop yang baru saja bertukar tempat dengan Flip pada saat energi itu mau menghantamnya.
Flip tergelak merasa jemawa. "Kalian benar-benar bodoh, datang ke sini dan minta kuantar ke neraka!"
Baru kali ini Cloud dan kawan-kawan merasa tak berdaya. Harapan mereka pun meredup seketika. Adakah harapan selamat dari tempat itu? Mungkin, karena seseorang yang baru saja mendarat di Gurun Malt.
Eton mengedarkan pandangan ke sekitar. Ia melihat gunung-gunung pasir di sekitarnya. "Apakah benar ini Gurun Malt?"
Eton menekan jam hologram untuk mengecek lokasi tempatnya berada. Tak lama kemudian titik dan garis bergerak cepat di dalam sebuah peta sampai akhitnya berhenti di satu titik bertuliskan "Gurun Malt, Belgia."
"Ternyata benar ini lokasinya. Tapi di mana markas yang dikatakan anak tadi?" Eton kembali menyelisik sekitar sambil berjalan.
Setelah beberapa meter berjalan, dilihatnya oasis dari kejauhan.
"Oasis? Apakah mungkin ...."
Eton segera menghampiri oasis itu. Setelah sampai ia merunduk. Tangannya dimasukkan ke dalam air. Tak lama kemudian air berputar membentuk pusaran.
"Ternyata benar dugaanku, ada jalan di bawah oasis ini."
Eton berdiri seraya mengangkat tinjunya ke udara. Perlahan-lahan tangannya diselubungi cahaya merah dan kilat kuning yang menjalar-jalar. Berikutnya ia ayunkan tangannya dan menghantam oasis.
Pusaran itu berputar makin cepat dan membuat lubang makin besar, sampai bisa dilewati manusia. Eton mengamati lubang itu sesaat lantas tersenyum.
"Rupanya selama ini ia bersembunyi di bawah tanah. Dasar pengecut! Tunggu aku, Flip! Ayo, tuntaskan dendam lama di antara kita!"
Eton melompat ke bawah masuk ke dalam lubang. Setibanya di bawah ia menoleh ke kiri.
"Gerbang? Apakah itu markas si busuk, dan asap apa itu? Sepertinya ada pertempuran. Jangan-jangan ...." Tanpa pikir panjang, Eton melesat dan memacu kecepatan tertinggi menuju markas para perampok. Darahnya menggelegak; adrenalinnya pun meningkat. Ya, tak lama lagi ia akan bertemu dengan musuh besarnya.
Apa yang sebenarnya terjadi di antara Eton dan Flip?
***