"Perkenalkan, aku Cordon. Aku dalam perjalanan untuk melangsungkan pernikahan dengan anak kepala Walikota di dekat sini. Tapi tiba-tiba para perampok itu datang menghadang. Dan kalian lihat sendiri, mereka hampir saja menghabisiku kalau bukan karena kalian."
"Jadi di antara mereka ada ayahmu dan teman-temanmu?"
"Tidak. Ayahku sudah meninggal beberapa tahun lampau. Mereka adalah orang-orang di kotaku yang turut mengiringiku." Kemudian pemuda itu balik bertanya."Kalau aku boleh tahu, kalian mau ke mana?"
Eton menceritakan tujuan perjalanan mereka pada pemuda itu. Mengetahui lokasi tujuan yang sama, maka pemuda itu menawarkan Cloud dan kawan-kawan untuk melakukan perjalanan bersama. Perjalan ke kota itu tidaklah dekat seperti yang dibayangkan. Sehingga pada sore hari, mereka memutuskan untuk beristirahat sambil menyantap hewan buruan.
"Ayo, aku rasa istirahatnya sudah cukup," kata Eton seraya mengajak kedua temannya untuk melanjutkan perjalanan.
Mendengar ajakan itu Cordon mengangguk, Cloud dan Splash pun bangkit dari duduknya. Namun, tiba-tiba sebuah pisau rantai laser menerjang dengan cepat ke arah mereka.
Senjata itu menghantam sebuah pohon besar dan membuatnya tumbang. Cloud, Splash, Orange dan Eton berhasil menghindari serangan itu. Untung saja Eton menarik tubuh Cordon, kalau tidak, mungkin Cordon sudah menjadi korban kedahsyatan pisau rantai laser. Dua sosok pria muncul bersamaan dengan tumbangnya pohon itu. Melihat perawakan dan penampilannya, salah seorang di antara mereka adalah perampok yang tadi berhasil melarikan diri. Sedang seorang lagi bertubuh pendek dan kekar, serta memiliki wajah kekanak-kanakan. Melihat serangan barusan, pria pendek itu jelas memiliki energi yang hebat.
"Berani-beraninya kalian mengusik wilayahku dan membunuh anak buahku!"
Melihat penampilan dan senjata di tangan pria pendek. Eton bisa menduga siapa pria yang ada di hadapan mereka. Pria pendek itu tak lain adalah kepala perampok penguasa daerah itu. Ia adalah Macaroni Schotel yang juga bertubuh separuh android. Kekejaman Macaroni Schotel sudah menjadi buah bibir di Eropa Barat. Sudah banyak yang menjadi korban kekejian Macaroni Schotel.
“Simpan tenaga kalian. Biar aku yang meringkusnya,” tukas Eton pada Cloud, Splash dan Orange.
"Berani meremehkan! Sekarang tanggung sendiri akibatnya!" teriak Macaroni.
Macaroni Schotel menarik senjatanya lalu diputar-putarkan ke atas. Senjata Macaroni Schotel berdesing hebat, menghasilkan putaran angin bagaikan topan yang siap menerjang Cloud dan kawan-kawan.Sementara itu kedua tangan Eton berpendar hijau, tubuhnya gontai, kakinya berjalan ke kanan ke kiri tidak beraturan. Macaroni Schotel bukan tidak tahu energy yang dikeluarkan Eton. Bukannya takut, Macaroni Schotel malah tertawa girang seperti anak kecil!
"Rupanya aku berhadapan dengan petinggi pemberontak yang menggegerkan Eropa Barat. Ini kesempatan untuk menguji kekuatan baruku!”
Macaroni Schotel mengentak kedua kakinya hingga tanah yang ia pijak ambles beberapa jari, kemudian ia melompat dan menerjang Eton. Senjata Macaroni Schotel berputar dahsyat dengan cepat. Putaran anginnya menerjang ke sana ke mari. Saat jaraknya hanya satu meter dari Eton, pisau Macaroni Schotel menyabet dengan gerakan melingkar ke tubuh Eton. Eton dengan sigap menghindar dengan langkah gontai, tetapi pisau berantai laser itu seakan-akan tak ingin melepaskannya. Berkali-kali pisau berantai laser menyabet bagian-bagian vital tubuh Eton, tetapi berkali-kali pula Eton berhasil berkelit. Tiba-tiba anak buah Macaroni Schotel berkelebat, membokong dari belakang. Bukannya senang dibantu, Macaroni Schotel justru geram.
" Jangan ikut campur! Terima hukumanmu!"
Bagi Macaroni Schotel, anak buahnya yang membokong Eton merupakan suatu penghinaan, sehingga ia tak segan untuk menghukum anak buahnya. Pisau yang menyerang Eton ia tarik berputar sehingga menerjang kepala anak buahnya. Tak menyangka kemarahan Macaroni Schotel padanya, ia tak sempat berkelit dan tewas dihunjam pisau Macaroni Schotel! Kekejian Macaroni Schotel membuat orang yang menyaksikan bergidik.
"Dasar kejam! Anak buah sendiri dihabisi!" Eton berteriak sambil menyerang Macaroni Schotel.
Cloud yang melihat pertempuran itu tersenyum, ia tahu tak lama lagi Eton akan menundukkan Macaroni Schotel. Diam-diam Cloud memperhatikan setiap gerakan Eton. Cloud sadar kalau ia tidak segera meningkatkan kemampuannya, cepat atau lambat ia tidak akan sanggup berhadapan dengan musuh yang berkekuatan lebih tinggi darinya.
Di sisi lain, Cordon tercengang melihat pertempuran itu. Dalam hatinya ia mengagumi kelihaian Eton. Sebelumnya ia sudah menyangka bahwa Eton memiliki kekuatan hebat, tetapi Cordon tidak menyangka Eton sehebat ini.
"Macaroni Schotel, hanya ini kekuatanmu?"
Eton yang dibuat penasaran dengan kata-kata Macaroni Schotel, sengaja membuat panas telinga Macaroni Schotel agar ia segera mengeluarkan kekuatan barunya. Benar saja, Macaroni Schotel makin geram, lalu mengolah energi lebih tinggi. Senjata rantai laser itu berhenti berputar, kemudian perlahan bergerak hingga lurus sama rata, bagaikan meter!
"Kalian memang pantas mati ditanganku! Tapi kamulah yang akan kuhabisi lebih dulu!” bentak Macaroni.
Macaroni Schotel melompat tiga meter kemudian menusukkan senjatanya dengan cepat. Serangan itu sangat dahsyat. Pohon, tanah dan bebatuan yang terkena hantamannya menjadi hancur seperti debu! Eton tetap berkelit, tetapi melihat Macaroni Schotel sudah menggunakan jurus yang hebat, Eton balas menyerang dengan garang. Tangan Eton menerjang pelan ke sana ke mari dengan gerakan tidak terduga dan menipu. Biarpun gerakan tangan Eton lambat tetap berhasil mendesak Macaroni Schotel. Macaroni Schotel terkejut, senjatanya tersedot angin dari gerakan tangan Eton, membuat energinya buyar. Serangan andalannya tidak sanggup melawan Eton Mess. Macaroni Schotel keringat dingin, ia tahu kalau tidak cepat-cepat melarikan diri, nyawanya akan tamat! Macaroni Schotel melompat dan mau melesat, tetapi Cloud yang mengerti niat Macaroni Schotel segera menerjang.
"Pengecut!"
Macaroni Schotel menjerit! Tanpa ampun, tembakan Cloud menewaskan Macaroni Schotel. Cordon yang sedari tadi terkagum-kagum, diam bagai patung. Ingin sekali rasanya ia memiliki kehebatan agar tidak dipecundangi seperti ketika ia dihadang anak buah Macaroni Schotel.
"Ayo kita lanjutkan perjalanan," kata Eton seraya melangkah. Namun, ketika Eton baru melangkahkan kakinya, tiba-tiba Cordon bersujud.
"Eton Mess! Ijinkan jadilah mentorku!"
Eton tersentak. Selama beberapa saat keadaan menjadi hening. Tanpa berkata apa-apa, Eton berjalan meninggalkan tempat itu, diikuti Cloud, Splash dan Orange dari belakang.
Sepanjang perjalanan Cordon terus merengek agar permintaannya diterima Eton. Namun, Eton selalu menolak. Eton tidak bisa mengambil keputusan, tanpa izin Gold. Bagaimanapun juga ia meruapakan anggota kelompok yang harus taat terhadap semua aturan.
Pada malam hari, akhirnya mereka tiba di tempat tujuan. Malam itu mereka menginap di kediaman kerabat Cordon. Cordon berjanji akan meminta Dokter terbaik membantu Eton. Sementara itu Cordon yang sedang merebahkan tubuhnya tidak bisa memejamkan mata memikirkan hari kebahagiaannya esok. Namun, bukan hal itu saja yang membuatnya tidak bisa tidur, ia masih ingin berguru pada Eton. Ya, ia adalah seseorang yang memiliki ambisi tinggi.
Di dalam hutan dekat pintu kota, tampak Splash dan Orange tengah berlatih dengan menyelaraskan energy dan gerakan mereka. Baru beberapa jurus mereka berhenti.
"Bukan begini caranya," gumam Splash sambil menggeleng.
Tak lama kemudian ia melanjutkan kembali latihannya. Diam-diam Cloud memperhatikan Splash dari atas pohon. Melihat kegigihan Splash, tebersit rasa kagum di hati Cloud.
***
Pagi itu wajah Cordon begitu cerah. Ia tersenyum lebar saat duduk di samping calon istrinya—Bleu—yang kini telah resmi menjadi istrinya. Di sisi lain, Cloud dan kawan-kawan menghadiri pernikahan itu. Mereka tidak enak hati kalau tidak hadir dan melanjutkan perjalanan. Walaupun tidak semua tamu dari pihak pengantin pria bisa datang karena menjadi korban keganasan perampok tempo hari, pesta pernikahan tetap dilangsungkan meriah.
Sayang, kemeriahan tak berlangsung lama. Sesosok bayangan hitam melesat secepat kilat dan mendarat di antara kerumunan tamu. Melihat sosok seram yang baru saja datang, tamu-tamu menyingkir, bahkan ada yang ketakutan dan lari meninggalkan tempat itu.
Sosok itu adalah seorang kakek bertubuh jangkung. Tubuhnya kurus, hanya tulang dibungkus kulit. Wajahnya panjang dan tirus. Kedua kelopak matanya cekung, begitu juga pipinya, membuat wajahnya seperti tengkorak. Jenggot panjang kakek tua itu melambai tertiup angin. Kakek itu mengenakan jubah berwarna hitam. Cordon yang berhadapan langsung dengan kakek itu bergidik ngeri, begitu juga dengan istrinya.
"Selamat! Aku datang ke sini untuk memberi ucapan selamat!”
"Ada niat apa kamu datang ke sini? Jika mau mengganggu, jangan harap bisa keluar dari sini dengan selamat!" Cordon yang hijau dalamnya perseteruan di Eropa Barat, tidak tahu orang di hadapannya. Sehingga kata-kata sombong keluar dari mulutnya.
"Hahaha! Aku hanya ingin harta kalian!”
Setelah menyelesaikan kalimatnya, kakek tua itu melesat dan membopong Bleu. Gerakannya cepat sekali, hanya Eton yang bisa melihat gerakan kakek baju hitam.
"Jangan seenaknya, Penjahat! Sambut aku!" Cloud berteriak.
Cloud melompat dan menerjang kakek baju hitam. Sementara itu Splash sudah berada di dalam ruangn kendali Orange dan ikut menerjang. Namun, baru beberapa saat Cloud dan Orange sudah terdesak hebat. Dan benar saja, Orange tidak bisa menghindar saat pukulan kakek jubah hitam menerjangnya. Kedahsyatan pukulan kakek berjubah membuat Cloud terlontar beberapa meter. Dari mulutnya keluar darah segar! Keadaan Splash dan Orange pun tak jauh berbeda. Sedangkan kakek baju hitam tak bergeser sama sekali.
"Akulah lawanmu, Pancake. Terima ini!"
"Oh, rupanya Eton Mess mau pamer kekuatan! Percuma!" teriak Pancake yang segera mengenali Eton dari ciri-cirinya.
Gerakan keduanya sangat cepat. Sudah lebih dari dua puluh menit mereka bertempur, tetapi kedudukan masih seimbang. Pancake meningkatkan energi dan berhasil mendesak Eton. Sesaat kemudian kedua tangan mereka ini bertemu dan menimbulkan ledakan hebat.
Eton terpelanting jauh. Darah menetes dari mulutnya. Kini keadaannya sama seperti Cloud, terluka dalam. Namun, Pancake tak meneruskan serangannya. Ia melanting dan melesat pergi sambil membopong Bleu.
"Bawa semua uang kalian ke markasku, kalau mau perempuan ini selamat!”
Dalam sekejap Pancake lenyap dari pandangan. Karena luka yang mereka alami, Eton dan Cloud tidak berusaha mengejar. Mereka tahu, dalam keadaan sehat saja mereka belum tentu dapat mengalahkan Pancake, apalagi dalam keadaan terluka. Mereka memutuskan untuk mengisi energy terlebih dahulu. Di saat itulah Cordon berjalan menghampiri.
"Cepat! Tunggu apalagi? Kejar orang itu!" seru Cordon, panik. Eton tetap diam, sehingga membuat Cordon makin gusar.
"Aku katakana kejar orang itu!"
Diganggu terus menerus, meledaklah emosi Eton. "Jangan bodoh! Percuma melawannya kalau kondisi kami belum pulih!"
"Ciih!" Cordon berbalik lalu munggangi motornya dan pergi mengejar Pancake.
Melihat Cordon berlalu, cepat-cepat Eton bangkit berdiri.
"Mau ke mana Eton?" tanya Cloud dengan suara lirih.
Eton diam saja, matanya memandang lurus ke barat. Rahangnya berdenyut-denyut. Baru kali ini Cloud dan Splash melihat Eton begitu geram.
"Aku ikut."
"Kondisimu belum pulih sepe—"
"Jangan sombong! Kondisimu lebih buruk daripada aku! Dengan kondisi sehat saja kamu tidak sanggup mengalahkannya!" bentak Cloud.
“Aku setuju dengan Cloud!” Splash menimpali.
Eton menatap lekat-lekat mata Cloud dan Splash. Eton tahu, dilarang sekeras apapun, mereka tetap tak akan menggubris.
"Baiklah. Tapi kamu harus janji, kalau keadaan tidak menguntungkan, kalian harus cepat-cepat pergi!"
Cloud dan Splash mengangguk setuju, kemudian keduanya melesat ke arah barat.
***