30

1563 Kata
Di sebuah kaki gunung, terdapat sebuah goa besar yang di dindingnya tertanam tengkorak-tengkorak manusia. Tidak ada yang mengetahui letak goa itu. Kalaupum ada yang tahu, tak satu pun yang berani mengusik penghuninya. Pancake mendarat pada mulut goa. Kemudian Bleu diletakkan pada ujung goa, lalu duduk bersila dengan telapak tangan saling menempel di depan d**a. Beberapa saat kemudian, darah mengalir dari mulutnya. Rupanya energi Eton telah berhasil melukainya. Pantas saja Pancake tidak lekas menghabisi Eton. Luka yang ia alami memang lebih ringan daripada luka Eton, sehingga hanya dalam sepuluh detik, Pancake telah pulih sepenuhnya. Ia membuka mata, lalu memandang Bleu. Ia sudah bisa membayangkan uang tebusan yang akan ia dapatkan. "Kakek busuk! Keluar! Akan kucabut nyawamu dengan pedangku ini!" Pancake terkekeh, lalu ia pun melesat keluar goa. Matanya melihat Cordon berdiri menantang sambil tangannya mengacungkan pedang ke arahnya. Sekali lagi ia terkekeh, membuat Cordon merinding takut. "Kamu bodoh! Tak tahu diri!" Pancake melesat. Hanya dalam satu gerakan ia membuat Cordon berlumuran darah. Cordon merasakan sekujur tubuhnya sakit luar biasa. Anehnya, Pancake tidak membunuh Cordon, bahkan tidak mengkatnya. Meskipun Cordon bisa bergerak, luka parah yang dialami membuatnya tak bisa berbuat apa-apa. Rupanya ia berniat menghukum Cordon dengan cara yang lebih kejam sebelum membunuhnya. Pancake membopong tubuh Cordon, kemudian melesat masuk ke dalam goa. Tubuh pemuda nahas itu ia sandarkan pada dinding goa menghadap Bleu. "Kurang ajar! Bebaskan istriku!" "Kalau kamu pintar, seharusnya dating membawa yang aku inginkan! Tapi....." Pancake mencengkeram sebelah bola mata Cordon, lalu membetotnya keluar hingga terlepas dari lubang mata. Cordon menjerit keras. Tidak berhenti sampai di situ, Pancake membungkam Cordon hingga tak bisa bicara dan menutup sebelah matanya yang tersisa. Bagi Cordon, ketidakberdayaannya lebih menyakitkan dibandingkan matanya. "Kamu lihat pemuda bodoh? Karena kebodohanmu tak bisa menyelamatkan istrimu! Kalau saja kamu dating membawa harta yang kuinginkan, tidak hanya istrimu kubebaskan, tetapi matamu tetap utuh!” Cordon menyesal tak bisa berbuat apa-apa! Kalau saja ia berkemampuan tinggi! Kalau saja Eton mau menjadikannya murid! Kalau saja Cloud dan kawan-kawan segera mengejar Pancake! 'Eton! Dialah biang semua ini! Ia tak mau mengajariku! Ia tak lekas mengejar kakek busuk itu! Eton, Cloud, Splash, Orange! Aku bersumpah, kalau ada umur akan membuat hidup kalian menderita, lalu kucabik tubuh kalian dan kulemparkan mayat kalian pada gerombolan anjing! Aku bersumpah!' Cordon mengutuk dalam hati dan menyalahkan Cloud dan kawan-kawan atas keadaan yang ia alami. Dendam setinggi langit membuncah di hatinya. Tiba-tiba Pancake berhenti, dan membalik badan lalu melihat keluar pintu goa. Sedetik kemudian ia melesat ke luar! Di luar, tampak Eton, Cloud, dan Orange berdiri menantang Pancake. Luka yang mereka alami membuat mereka tak bisa memacu kecepatan untuk tiba di tempat itu. Mereka lebih memilih menyimpan tenaga untuk meringkus Pancake. "Di mana kamu sembunyikan Bleu k*****t?" bentak Cloud, marah. "Gerombolan orang bodoh dating tanpa membawa yang kumita! Kalian semua minta mati!" "Tak usah banyak bicara Eton! Mari kita ringkus kakek busuk ini!" Bersamaan dengan teriakan Splash, Eton melesat menyerang Pancake. Pertarungan kelas tinggi terjadi! Di dalam goa, Cordon bisa mendengar pertarungan Pancake dengan lawannya. Ia yakin Pancake sedang bertarung dengan Cloud dan kawan-kawan! Mengingat kebenciannya pada mereka, Cordon berusaha menyeret tubuhnya mendekati Bleu sambil menahan sakit. Lambat, tetapi akhirnya ia tiba di hadapan istrinya. Ia melirik Bleu. Namun tiba-tiba tebersit kalau menolong Bleu justru akan membuatnya sulit melarikan diri. Ia pun menyesali telah dating dan beniat menolongnya. Dengan sekuat tenaga ia menyeret tubuhnya keluar dari dalam goa. Setibanya di mulut goa, Cordon melihat ketiga pendekar sakti sedang bertempur hebat. Namun, ia tak ingin kesempatannya untuk lari lenyap, maka ia menarik tubuhnya menjauhi Grotte du Crane. Dengan luka yang ia alami dan tanpa memiliki kemampuan, kekuatan fisik Cordon benar-benar luar biasa. Ia berhasil menyeret tubuhnya belasan meter sampai tepi jurang. Tapi kekuatan tanpa olah energi memang terbatas. Cordon tak kuasa lagi, tubuhnya berguling-guling masuk jurang. Di sisi lain. Cloud dan kawan-kawan masih bertarung sengit dengan Pancake. Mereka terdesak luar biasa oleh serangan Pancake. Cakar-cakar Pancake menyabet ke sana ke mari dengan liar. Dalam hati Cloud dan kawan-kawan merasa terkejut. Hanya dalam beberapa saat energi Pancake meningkat. SesungguhnyaPancake merupakan salah satu perampok paling hebat. Tak ada jalan lain, Cloud mengeluarkan energy terkuatnya dari tangan besi rongsok. Tinjunya mendera bertubi-tubi menyerang Pancake, tak hanya itu ia juga menembak-nembak dari berbagai arah. Dengan entakan ringan ratusan energy cahaya menghujam ke arah Pancake. Sementara itu Eton meliuk membentuk pusaran besar. Splash pun mengemudiakan Orange yang menggelinding ke arah Pancake. Diserang demikian hebat oleh Cloud dan kawan-kawan, sehebat apa pun Pancake tetap kewalahan. Amarah Pancake pun meledak! Pancake mengerahkan energi terkuatnya.. Tubuh Pancake berubah menjadi tiga. Semuanya nyata, bukan bayangan! Lalu dengan gerakan cepat dan serempak, ketiga Pancake menyerang Cloud dan kawan-kawan. Satu Pancake berputar hebat, satu lagi menusuk-nusuk dan Pancake ketiga menembakkan sinar berbentuk sabit. Putaran Pancake menusuk perut Eton. Eton terpelanting belasan meter. Sedangkan sinar sabit menggores tangan Orange. Kalau bukan karena dibuat dari baja yang tebal, mungkin kini Orange sudah kehilangan sebelah tangannya; sedangkan perut Eton mungkin sudah bolong tertembus energi Pancake. Cloud melanting menghindari serangan ganas Pancake. Melawan Pancake berdua saja kewalahan, apalagi sendiri. "Tenang, aku tak akan membunuh kalian sebelum menjual besi-besi kalian!" "Cih! Jangan harap!" Keringat membasahi tubuh Cloud, ia tahu sebentar lagi ia tidak dapat menahan serangan Pancake yang begitu deras. Tiba-tiba Eton melesat dari belakang seraya berteriak. "Cloud, Splash! Gunakan energi barumu!" Cloud dan Splash terkejut mendengar kata-kata Eton. Bagaimana Eton bisa tahu ia memiliki energi baru? Lagi pula energi barunya belum sempurna. "Tapi Eton energi itu belum sem—" "Sudah! Cepat! Keluarkan saja!" Tanpa banyak pikir keduanya mengatur irama gerakan, perlahan-lahan kecepatannya berkurang. Kini gerakan mereka menjadi lambat. Kaki mereka bergerak tidak teratur. Tangan mereka berpendar biru dan menerjang Pancake dari kanan dan kiri. Di sisi lain, dengan gerakan yang nyaris sama Eton meninju dari depan Pancake! "Rasakan perampok!" "Dasar bodoh!" Lain di mulut, lain di hati. Pancake tak ingin meremehkan, ia meningkatkan olah energinya setingkat lebih tinggi. Energi yang sama dengan energi yang lebih tinggi akan menjadi lebih hebat. Puncak pertempuran pun tersaji. Sudah ratusan gerakan berlalu, kedua pihak masih berimbang. Pancake berhasil menambah luka di d**a Eton dan kaki Cloud, serta goresan besar di punggung Orange. Namun, Pancake mengalami luka di pelipis dan dadanya. Melihat lawan masih tetap tangguh, Eton berseru kepada Cloud, dan Splash. "Ayo kita selaraskan gerakan!" Cloud dan Splash pun mengerti tujuan Eton, dan menurut. Setelah mengurangi kecepatan, gerakanCloud dan kawan-kawan bagai harmoni yang bergelombang. Ketiga Pancake tak bisa leluasa bergerak. Lambat laun energi Pancake tersedot pusaran yang dihasilkan energi mereka. Sesaat kemudian, energi Pancake buyar, sehingga dua Pancake ikut lenyap. Namun, belum sempat Pancake mengerahkan energi lain, Serangan Cloud dan kawan-kawan mendera Pancake, sampai menimbulkan ledakan keras. Pancake pun hancur menjadi serpihan-serpihan. Kemudian Cloud dan kawan-kawan bertukar pandang lalu melesat masuk ke dalam goa. Mereka segera membabaskan Bleu. “Terima kasih. Kalau bukan karena kalian entah bagaimana nasibku,” tukas Bleu. Cloud tersenyum. “Yang paling penting kamu selamat. Oh iya mana Cordon? Bukankah di—uhuuk” Darah segar keluar dari mulut Cloud. Selama ini ia bertarung dengan menahan luka dalam. Sekonyong-konyong tubuhnya jatuh ke depan dan hilang kesadaran. Namun, dengan sigap Splash menahan tubuh Cloud. Perlahan ia baringkan Cloud. Splash segera memeriksa kondisinya. “Ia kehabisan energi,” tukas Splash. “Sepertinya badannya tidak sanggup menahan kekuatan energinya sendiri lantaran dari beberapa pertarungan yang lalu ia sudah menggunakan energi yang besar,” timpal Eton, tampak cemas. Splash mengangguk, seraya menoleh ke arah Orange. “Isi energinya.” Orange pun megeluarkan pipa dari badannya kemudian menempelkannya di d**a Cloud. Perlahan-lahan energy megalir dari badan Orange dan menyelubungi Cloud. *** Keesokan paginya, Cloud membuka mata perlahan. Ia melihat selarik cahaya matahari masuk menerangi sebagian dalam goa. Ia meregangkan otot-ototnya, merasakan tubuhnya lumayan membaik. Namun, ia tahu luka dalam yang diderita belum pulih. Ia mencoba mengingat kejadian terakhir yang dialami. Sayup-sayup telinga Cloud menangkap suara dari luar goa. Dengan langkah gontai ia berjalan ke luar. Ternyata suara yang ia dengar adalah suara teman-temannya yang sedang berlatih energi. Sadar akan kehadiran seseorang, Splash, Orange dan Eton menghentikan gerakannya. Matanya menangkap Cloud berdiri memandangnya dari mulut goa. "Lama sekali kamu tidur! Aku sampe bosan!" bentak Eton. Cloud tersenyum, ia tahu hati Eton lembut sangat berbeda dengan ucapannya yang pedas. Biarpun tadi ia tidak sadarkan diri dan tidak tahu apa yang teman-temannya telah lakukan, tetapi Cloud tahu pasti mereka yang menolongnya. “Ayo kita antarkan Bleu,” tukas Cloud, melirik Bleu. Bleu hanya diam sambil menunduk. Ia teringat saat Cordon tidak menolongnya dan justru menyelamatkan diri sendiri. Ia tidak ingin bertemu dengan Cordon karena akan membuat hatinya makin terluka. “Bisakah aku ikut kalian?” tanya Bleu. Cloud, Eton, dan Splash bertukar pandang. “Cordon pasti mencarimu Bleu,” ujar Splash. Bleu menggeleng samar. “Tidak. Sebenarnya tadi ia bisa menyelamatkanku, tetapi ia justru memilih pergi.” Cloud dan kawan-kawam tersentak, kemudian Bleu menceritakan kejadian di dalam goa tadi. “Ia benar-benar pengecut!” umpat Splash kesal. “Karena itu aku tidak mau melihatnya lagi,” ucap Bleu, lirih. “Kita temui orang tuamu, dan kalau mereka setuju, kamu bisa ikut bersama kami,” tukas Cloud, lantas melanting beberapa meter ke depan. "Ayo kita segera ke sana!" Cloud dan kawan-kawan pun melesat ke arah timur. Mereka memacu kecepatan agar bisa segera tiba di sana. Gara-gara kejadian tadi, pencarian Volenthium pun tertunda. Selain itu Milk dan Orreo pasti menunggu mereka. Karena itulah mereka harus segera mendapatkan Volenthium, kemudian bergabung kembali dengan kedua sahabat mereka. ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN