Serangan cepat Shadow mendera Eton dan Cloud hingga terhempas keras. Namun, Shadow tak memberi kesempatan mereka bernapas dan kembali merangsek. Pedangnya diayunkan hingga muncul ratusan pedang energi yang melesat ke arah mereka.
"Awas!" teriak Eton Saat hendak berkelit, tetapi kakinya tergores.
Keadaan Cloud tak jauh berbeda, pahanya pun tertusuk energi lawan. Sambil menahan sakit, ia coba mengingatkan Eton. "Berhati-hatilah ..., energinya sangat luar biasa. Siapa dia sebenarnya?"
Eton tersentak. "Aku yakin dialah Blood Sucker. Kalau ia Blood Sucker, ia tidak hanya sendiri. Ia pemimpian salah satu perampok paling disegani di Belgia. Le Scorpion, itulah nama kelompoknya. Berarti tempat ini adalah markas mereka. Dan mereka sengaja memnampakkan kota ini sepi untuk mengecoh pendatang.”
“Tapi mana anak buahnya?” Cloud menyelisik sekitar dan tidak menemukan ada orang lain selain mereka.
“Entahlah. Yang penting kita herus berhati-hati.” Eton menjawab.
Cloud mendongak melihat Shadow alias Blood Sucker, sedang mengumpulkan cahaya berkilatan di pedangnya.
Shadow berseru, "Aku tak menyangka kalian mampu bertahan sampai sekarang! Tapi kupastikan energi ini akan mengantar kalian menemui kekalahan!"
Saat Shadow hendak melesat, tiba-tiba Splash dan Milk menerjang dari belakang. Shadow pun terdorong ke depan beberapa meter, kemudian menoleh pada dua gadis yang baru menyerangnya. "Kalian ...," geram Shadow.
"Jangan lupakan kami." Splash menatap tajam pada Shadow, di dalam Orange yang berkilatan dialiri energi.
Sementara itu, Milk pun tak kalah geram. "Mati pun tak menyesal jika bisa membunuhmu terlebih dahulu.”
Shadow mengedarkan pandangan pada musuh-musuhnya sebelum tergelak. "Hahahahaha! Bagus! Dengan begini menghemat waktuku membunuh kalian! Pedangku akan menebas kalian sekaligus!"
Mendengar kesombongan Shadow, sebelah ujung bibir Eton terangkat. "Meskipun energimu luar biasa, meremehkan kami hanya mempercepat kekalahanmu."
"Teman-teman, tidak perlu banyak bicara dengannya!" Cloud melanting ke atas sejauh lima meter, kemudian menukik deras ke arah Shadow. "Biar energi-energi kita yang berbicara!"
"Setuju!" Eton berkelebat ke arah Shadow, bersamaan dengan Splash dan Milk.
Eton segera mengerahkan energi yang sangat kuat. Kedua tangan Eton berpendar hijau, tubuhnya gontai, kakinya berjalan ke kanan ke kiri tidak beraturan.
Sementara itu tangan Orange bergerak cepat, membuat pusaran besar merangsek Shadow. Inilah kemampuan yang diandalkan Splash saat mengendarai Orange.
Tak ingin tertinggal, Milk pun mengerahkan energi terkuatnya. Tubuhnya berputar, diikuti cahaya merah menyala, berdesing-desing. Tangannya bergerak dan menerjang merangsek Shadow. Energi ini juga salah satu yang ia andalkan.
Dikurung empat lawan dengan energi-energi andalan mereka, tak membuat Shadow jeri, alih-alih surut. Ia segera melesat ke arah lawan yang dianggapnya paling lemah: Milk. Pedangnya menebas dari atas, tetapi dengan sigap Milk berkelit ke samping dan menerjang balik.
"Bodoh!" seru Shadow, menyeringai.
Rupanya itu merupakan gerak tipu untuk membuat pertahanan Milk terbuka. Ia sengaja menahan serangan dengan pedangnya lantas sebelah tangannya menghunjam ulu hati Milk hingga terpental sejauh lima meter.
Serangan kali ini membuat Milk tak berkutik, dan memuntahkan darah segar. Saat berupaya bangkit, Milk terhuyung kemudian tak sadarkan diri.
"Milk!" seru Eton dan Splash bersamaan.
Keduanya menerjang makin ganas, tetapi Shadow berkelebat menghindar sekaligus menerjang Cloud. Cloud pun menyambut serangan Shadow. Cloud menyerang dari arah depan. Kakinya diselimuti asap putih lalu menjejak-jejak cepat. Aura yang mengelilingi Cloud menunjukkan kalau ia tengah mengerahkan energi tingkat tinggi.
Selama beberapa saat Cloud sanggup meladeni Shadow, hingga memberi kesempatan pada Eton dan Splash melesat dan mendekat. Namun, di saat itulah Shadow melepaskan energi cahaya yang menghantam d**a Cloud hingga membuatnya terhempas keras ke lantai. Seketika itu pula Cloud mengalami luka yang cukup parah.
Melihat keadaan kedua lawannya, tawa Shadow membahana menggetarkan seisi ruangan. "Aku sangat menikmati pertarungan ini! Tapi aku tidak ingin berlama-lama dan ingin segera mengalahkan kalian!"
"Jangan sombong! Kamu akan rasakan akibatnya sebentar lagi!" teriak Cloud, marah.
"Ah, rupanya kamu mau aku kalahkan lebih dulu sebelum teman-temanmu," ujar Shadow, kemudian kembali tergelak.
"Kurang ajar!"
Di saat Cloud melesat, Eton pun melesat, menyejajarinya. "Cloud! Aku tahu kamu menyimpan energi terkuatmu! Keluarkanlah!"
Cloud terkejut mendengar kata-kata Eton. Bagaimana Eton bisa tahu ia memiliki energi baru? Lagi pula energi tersebut berisiko jika digunakan sekarang.
"Tapi Et—"
"Sudah! Keluarkan saja! Aku akan memadukan dengan energiku agar kamu tak mengerahkan semua!"
Cloud mengangguk lantas segera mengatur system di dalam sebagian badan androidnya. Perlahan-lahan kecepatannya berkurang. Kini gerakannya menjadi lambat. Kakinya bergerak tidak teratur; tangannya berpendar biru dan menyabetkan tangan ke berbagai arah tak menentu. Di sisi lain, dengan gerakan yang nyaris sama Eton.
"Rasakan, Wanita Iblis!”
"Energi lemah kalian andalkan! Dasar, Bodoh!"
Lain di mulut, lain di hati. Shadow diam-diam tak berani meremehkan. Ia meningkatkan energinya setingkat lebih tinggi! Energi yang sama dengan tenaga dalam yang lebih tinggi akan menjadi lebih hebat! Puncak pertarungan pun dimulai!
Sudah ratusan gerakan berlalu, kedua pihak masih berimbang. Shadow berhasil menambah luka Eton dan Cloud! Sementara itu, Shadow mengalami luka di pelipis dan dadanya.
Melihat lawan masih tetap tangguh, Eton berseru kepada Cloud. "Satukan energi kita, Cloud!”
Walau tak mengerti tujuan Eton, Cloud menurut. Setelah menyatukan energi, gerakan Eton dan Cloud bagai harmoni yang bergelombang. Shadow tak bisa leluasa bergerak. Lambat laun energinya tersedot pusaran yang dihasilkan energi Cloud dan Eton. Sesaat kemudian, energi hebat Shadow pun buyar. Belum sempat Shadow mengerahkan energi lain, energy kedua lawannya itu menghantamnya hingga menerobos bangunan-bangunan. Eton dan Cloud tak memberi kesempatan dan mengejarnya, para anggota Le Scorpion pun keluar dari bangunan-bangunan.
Melihat Shadow dikejar Eton dan Cloud, salah satu anak buah Shadow berteriak memberi perintah, "Cepat! Bantu ketua!"
Para anggota sempat terdiam. Mereka menyangka kalau Ketua Le Scorpion kewalahan menghadapi lawan-lawannya. Hal itu baru kali ini terjadi di hadapan mereka.
Akan tetapi, pemimpin mereka kembali berseru, "Jangan banyak pikir! Cepat!"
Para anggota segera menerjang ke arah Eton, dan Cloud, tetapi Splash dan Orreo pun tak tinggal diam.
"Orreo! Ayo!"
"Tapi bagaimana dengan Milk?" tanya Orreo dari kotaknya.
"Sudahlah, kita bantu dulu mereka. Percuma menolong Milk kalau para perampok itu masih mengepung!" teriak Splash, sembari melesatkan Orange.
"Oke, Splash!" Orreo pun mengikutinya dari belakang.
Pertempuran makin sengit. Meski dikeroyok dalam jumlah besar, Cloud dan kawan-kawan sama sekali tidak gentar. Mereka mengerahkan segenap kemampuan untuk menghabisi perampok Le Scorpion.
Eton, Splash, Er dan San memorak-porandakan para anggota Le Scorpion. Namun, di saat mereka sibuk, salah seorang anggota mengambil kesempatan menyelamatkan Shadow. Ia memapah Shadow menyusuri hutan. Namun, Saat ratusan meter dilalui ia berhenti lantas menyeka keringat di kening.
"Kurasa sudah aman," gumam anak buah Shadow, mengedarkan pandangan lalu memandang Shadow yang dadanya kembang-kempis. "Ketua, maaf aku harus beristirahat sejenak sebelum kembali membawa Ketua."
Alih-alih terdengar jawaban dari Shadow, suara seorang perempuan membuatnya tersentak.
"Kamu tidak pantas membawanya."
Seiring suara tersebut, seorang laki-laki muncul. Laki-laki itu dikenal semua orang sebagai salah satu penjahat paling berbahaya. Ya, ia adalah orang yang belum lama ini bertarung dengan Cloud dan kawan-kawan. Kekalahan memalukan yang dialami membuat Flip memendam dendam.
"Jika berniat buruk pada ketua, aku tidak akan segan-segan," geram anggot Le Scorpion, menggertak.
Flip tersebut tergelak. "Hahahaha! Tidak, tidak ..., bagaimana mungkin aku berniat buruk pada rekanku."
"Rekan? Apa maksud—"
Belum sempat ia menuntaskan kalimat, Flip berkelebat secepat kilat. Hanya sekejap ia telah tersungkur tak bernyawa dalam keadaan d**a kiri berlubang.
"Kamu tidak berguna," gumam Flip seraya melirik Shadow. “Kita akan bersama-sama mguasai dunia, Shadow.”
Sementara itu, Eton dan kawan-kawan berhasil menghabisi puluhan anggota Le Scorpion, sementara itu sisanya lari tunggang langgang. Tanpa Shadow, para anggota Le Scorpion kehilangan nyali. Namun, Eton dan kawan-kawan bukan tanpa masalah. Luka yang dialami Milk terbilang serius.
"Tampaknya keadaan Milk sangat lemah. Sayang, tidak ada di antara kita yang paham pengobatan. Tapi aku memperkirakan mereka bisa bertahan sampai satu bulan. Kita masih bisa mencari cara mengobati mereka," tukas Eton, usai memeriksa keadaan Milk.
"Biar aku, Orange dan Orreo membawanya ke Kota Ath, dan berobat di sana," usul Splash.
“Aku saja. Kamu bantulah Cloud,” ujar Orreo melalui kotaknya.
Splash mengangguk setuju. “Baiklah.”
Cloud dan Eton memandang nanar pada Milk. Tak lama kemudian, Cloud menoleh pada Eton. "Bagaimana kalau kita segera berangkat. Makin cepat kita kembali, makin cepat kita bisa mencari pengobatan yang lebih baik selain di Kota Ath."
Eton mengangguk. "Benar. Sebaiknya kita segera berangkat."
Cloud menghela napas, dan menatap Orreo. "Maaf kami harus merepotkanmu."
"Tidak merepotkan. Sudah seharusnya kita saling membantu," kata Orreo
"Kalau begitu kami berangkat. Ayo, kawan-kawan." Setelah berkata demikian, Splash melesat bersama Eton, Splash dan Orange.
***
Sudah ratusan meter mereka berjalan dan kini mereka melintasi hutan. Sayup-sayup terdengar suara orang yang sedang bertarung.
"Kalian dengar itu, Teman?" tanya Splash.
Cloud Splash dan Orange tak menjawab. Mereka pun langsung melesat menuju ke tempat suara itu berasal.
"Huh, dasar tidak sabaran." Setelah berkata demikian, Eton melesat mengikuti ketiganya dari belakang.
Splash dan Eton berhenti di atas sebuah pohon. Sebuah pemandangan tak mengenakkan terlihat di bawah mereka. Beberapa sosok laki-laki tergeletak dengan darah bercucuran. Semuanya sudah tak bernyawa. Kini hanya tinggal satu orang pemuda tampan yang mengenakan baju besi sedang bertarung melawan dua orang bertopeng berpakaian serba hitam.
Pemuda tampan terdesak hebat, mudah menduga siapa yang akan memenangi pertarungan. Apalagi pemuda tampan tidak memiliki energi yang tinggi. Cloud dan kawan-kawan belum mau turut campur dalam pertarungan itu. Mereka belum tahu pihak mana yang benar.
"Serahkan hartamu, atau kucincang!"
Teriak salah seorang pria bertopeng seraya menembak. Mendengar itu, Splash langsung melesat. Dalam sekejap mata salah seorang pria bertopeng terhempas ke belakang sejauh tiga meter. Pria bertopeng yang lainnya loncat, lalu pergi meninggalkan tempat itu.
"Kalian belum tahu siapa kami! Tunggu pembalasan kami!" seru pria bertopeng sambil melesat pergi.
Splash tak ingin melepaskan penjahat itu, ia pun melesat dan mengejar penjahat itu.
"Tunggu, Splash!"
Cloud berteriak mencoba menghentikan Splash sambil turun ke tanah, tapi Splash telah melesat dan hilang dari pandangan. Pemuda tampan berjalan menghampiri mereka.
"Terima kasih. Kalau bukan karena kalian, mungkin nasibku akan sama seperti mereka," ujar pria tampan seraya melayangkan pandangan pada mayat-mayat di sekitarnya.
"Tidak masalah. Kebetulan kami sedang lewat dan melihatmu kesulitan. Sudah sewajarnya kami membantu," tukas Cloud
Laki-laki itu tersenyum. “Perkenalkan aku, Burger.”
"Aku Cloud, dan kawanku tadi bernama Splashdan Orange, sementara ini adalah Eton. Kalau aku boleh tahu, kenapa sampai diserang orang-orang bertopeng tadi?"
Belum sempat pemuda itu menjawab, Splash datang dari arah timur.
"Splash. Laki-laki itu sudah berhasil kamu kejar?"
Splash menggeleng, lalu melontarkan pertanyaan yang sama pada pemuda tampan itu. Si pemuda langsung memberikan keterangan perihal kejadian yang menimpanya.
***