32

1668 Kata
Sorot mata sang ketua menyala-nyala, suaranya bergetar hebat. Wajahnya menunjukkan kemarahan luar biasa. "Sudah bertahun-tahun kita mundur dari hiruk-pikuk dunia demi rencana kita. Kini saat yang kita cita-citakan sudah makin dekat! Kematian dua petinggi Jerman itu sudah terlaksana berkat kalian! Kini tinggal menyerang Pemerintah Jerman! Namun sebelumnya ada satu penghalang lagi yang harus kita singkirkan! Dan tugas kalianlah untuk menyingkirkannya! Berangkat Star, Sun! Aku tidak mau upaya kita sia-sia! Kamu harus berhasil!" "Baik Ketua!" "Hahahaha!" Moon tertawa menyeramkan bersamaan dengan melesatnya Star dan Sun. Sebetulnya di dalam hati, Sun tidak tega untuk membunuh. Tetapi apa daya, kemampuan ketuanya begitu menakutkan. Tak jauh dari markas Fete de la Rouge. Empat sosok bayangan melesat cepat menembus pepohonan rindang di tengah hutan. Dua sosok ini tak lain adalah Cloud dan kawan-kawan! "Di mana terakhir kali kamu melihatnya menghilang Eton?" "Di sekitar sini," jawab Eton seraya mendaratkan diri di tanah, diikuti Cloud dan kawan-kawan dari belakang. Setelah mendarat, mata mereka menyelidik ke segala penjuru. Di sekitar situ selain pepohonan dan bebatuan, terdapat sebuah air terjun yang di bawahnya mengalir sebuah sungai. Cloud berjalan berkeliling, tiba-tiba ia berseru. "Teman-teman! Coba lihat ini!" Mendengar itu, Eton, Splash dan Orange langsung menghampirinya. Ia melihat tangan Cloud menunjuk sebuah plakat besi berukuran besar yang di permukaannya terdapat tulisan yang bercahaya. Tulisan itu berbunyi, 'Saat kelam ia bersinar. Rupa tiga menawan hati. Bertiup berdebur, surut mengayun. Membuka cakrawala dari pandangan.' "Apa ini?" tanya Eton. Cloud berpikir sejenak, sebelum kemudian mengemukakan pendapatnya. "Ini syair tentang bulan. Saat kelam ia bersinar, ini berarti bulan bersinar di malam hari. Rupa tiga menawan hati, mungkin maksudnya bulan memiliki tiga bentuk cantik. Bertiup berdebur, surut mengayun, ini seperti pasang surut air laut karena bulan. Membuka cakrawala dari pandangan, aku tak tahu maksud yang ini." "Bulan. Seperti nama Fete de la Rouge yang menggunakan nama bulan. Ini pasti berhubungan," kata Eton. Eton diam sejenak, wajahnya mengerut serius. "Mungkin begini maksudnya," ujar Eton tiba-tiba, lalu merentangkan kedua tangannya ke depan. "Perhatikan baik-baik. Saat kelam ia bersinar." Eton memusatkan energi intinya ke kedua telapak tangan, hingga keduanya bersinar kebiruan. "Rupa tiga menawan hati. Coba olah energi inti menjadi tiga bentuk energi yang terpusat dari hati! Bertiup berdebur, surut mengayun." Kemudian Eton mengatur system android dalam tubuhnya, mengolah energi dalam tiga bentuk energi. Kedua telapak tangan Eton mengayun dan menghantam keras plakat besi. Besi itu bergetar. Kemudian terdengar suara keras, seperti suara besi bergeser dari balik air terjun. Cloud langsung melompat ke arah air terjun. Ia melihat besi di balik air terjun bergeser ke kanan dan ke kiri. "Ini maksud kata-kata 'membuka cakrawala dari pandangan'," gumam Eton seraya melesat mengikuti Cloud dan kawan-kawan yang sudah lebih dulu masuk. Sesampainya mereka di dalam, mereka takjub melihat sebuah markas Fete de la Rouge yang begitu indah. Tetapi, mengingat tujuan mereka ke sana, mereka tak berlama-lama memandang kagum markas Fete de la Rouge, dan melesat masuk ke dalam markas indah itu. "Sedapat mungkin kita menghindari kegaduhan, dan segera menemukan Moon, Cloud," Kata Eton, yang dijawab dengan anggukan teman-temannya. Tetapi ternyata niat mereka tidak mudah untuk dilakukan. Ketatnya penjagaan di dalam markas membuat keberadaan keduanya ketahuan. "Ada penyusup!" teriak salah seorang penjaga markas. Hanya dalam beberapa saat, Cloud dan kawan-kawan telah dikepung puluhan penjaga yang membentuk formasi mengelilingi mereka. Salah seorang di antara penjaga memimpin formasi itu. "Formasi Cahaya Bulan Menyelimuti Bumi!" "Cih! Terpaksa!" Splash segera masuk ke ruang kendali Orange. "Tak ada cara lain, Teman-teman!" seru Cloud. Eton membungkukkan badan, kedua telapaknya bertemu, kemudian sesaat setelah itu tubuhnya memancarkan cahaya kuning! Sementara itu Cloud menggeliat sambil membuka tangannya ke samping, membuat ledakan hebat. Sebagian orang-orang yang mengelilinginya terlempar, ada yang langsung tewas, ada pula yang terluka parah. Formasi Cahaya Bulan Menyelimuti Bumi pun buyar. Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, Cloud merangsek dengan energinya. Mereka belum mengerahkan seluruh kemampuan mereka, tetapi cukup untuk melawan anggota-anggota Fete de la Rouge. Mereka sengaja menyimpan tenaga untuk menghadapi Moon. Hanya dalam sekejapan mata, anggota-anggota Fete de la Rouge tewas. "Kalian yang masih hidup, menyerahlah! Atau kami terpaksa menghabisi kalian!" Cloud berteriak sambil menerjang dengan ganas! Tiba-tiba sekelebat bayangan menerjang Cloud dan kawan-kawan. "Berani berbuat kekacauan! Tanggung sendiri akibatnya!" Pisau-pisau laser di tangan orang yang baru datang berputar hebat. Gerakannya cepat dan mematikan. Putaran dahsyat itu menimbulkan cahaya merah dan biru yang bergulung-gulung. Itu merupakan energi tingkat tinggi. Wajar saja karena pemilik energi adalah sang ketua Fete de la Rouge, Moon. "Rasakan energiku ini!" Melihat energi dahsyat sang ketua, Eton langsung mengerahkan energi. Cloud tak tinggal diam, tubuhnya melanting, kemudian menerjang Moon dengan energi yang lebih kuat. Sedangkan Splash membuat Orange menggelinding ke arah lawan. Sebenarnya kemampuan Moon masih di bawah Eton dan sama kuat dengan Cloud. Sehingga dalam beberapa gerakan Moon kewalahan. Mendapati kondisi tidak menguntungkan, Moon melanting lalu melesat. "Penjahat pengecut! Jangan harap bisa kabur!" hardik Cloud mengejar Moon bersama teman-temannya. Mereka mengikuti Moon masuk ke dalam sebuah ruangan. Namun, begitu tiba di dalam, mereka tak menemukan sang ketua. Tiba-tiba terdengar suara keras dari pintu besi di belakang yang tertutup. Sadar bahwa mereka telah masuk perangkap, Eton memukul keras-keras pintu besi dengan energinya, tetapi pintu itu sama sekali tak bergerak. "Sial! Kita terjebak!" "Hahaha! Kalian bertamu ke markasku, sudah selayaknya kujamu!" Terdengar suara Moon membahana di ruangan itu. Sesaat kemudian asap merah keluar dari sudut-sudut ruangan. Cloud dan kawan-kawan berusaha menutup jalan pernapasan. Namun, percuma, asap itu terlanjur masuk ke dalam pernapasan mereka. Pandangan mereka kabur, kemudian jatuh tak sadarkan diri. Cloud dan kawan-kawan mulai siuman, ia membuka mata perlahan-lahan. Sedikit demi sedikit pandangan mereka mulai tampak jelas. Mereka pun berusaha membebaskan diri. Namun tidak bisa. Tubuhnya tidak mau bergerak sesuai keinginannya akibat jerat laset yang mengikat tubuh mereka. "Dengar, sebagai tuan rumah yang baik, aku akan memberikan tontonan yang menarik untuk kalian!" Moon meletakkan tangannya di d**a Eton. Namun, belum sempat ia menembakkan energi, tiba-tiba Eton berhasil membebaskan diri, dan menghantam Moon sampai ia terhempas tiga meter. "Kamu! Bagaimana bisa?" tanya Moon pada sosok di hadapannya, yang tak lain adalah Eton. Rahasia Eton membuka jerat laser adalah salah satu kalimat syair bulan yang terukir di plakat besi, "rupa tiga menawan hati". Ketika Eton siuman, ia langsung mengolah energi dalam tiga bentuk energi. Cara ini tidak langsung mengendurkan jeratan laser itu. Perlu beberapa saat tiga energi itu jeratan itu. Dan kini ia bertekad melampiaskan kemarahannya. "Tak perlu tahu Moon! Bersiaplah ke neraka!" "Bisa apa kamu dengan energimu yang sekarang?!" Keduanya saling menyerang. Perbuatan hina Moon pada mereka menyulut kemarahan Eton. Amarah bercampur dendam membuat serangan Eton menerjang dengan ganas. Tangan Eton bergerak cepat, membuat pusaran besar merangsek Moon, inilah energi yang menjadi andalannya. Menghadapi serangan itu, Moon mengerahkan energi yang menjadi andalannya. Tubuhnya berputar, diikuti cahaya merah menyala. Pisau lasernya menari-nari menerjang Eton. Eton berkelit menghindari serangan yang hampir mengenai kepalanya. Satu lagi serangan Moon mengincar perut Eton. Dengan cepat Eton berputar ke samping. Tangannya berkelebat ke arah d**a Moon dengan energi yang lebih kuat dari sebelumnya. Moon tak sempat menghindar, dadanya tersambar serangan Eton. Moon terpelanting ke belakang, mulutnya mengeluarkan darah segar. "Terimalah kematianmu penjahat busuk!" Eton tak memberikan kesempatan Moon mengatur energy. Ia melesat ke arah Moon sambil mengerahkan energi yang lebih dahsyat lagi. Moon bukanlah orang sembarangan. Serangan Eton ia sambut dengan energi yang juga sama-sama kuat. Cahaya merah dan biru merangsek cepat ke arah Eton. Eton melanting beberapa meter. Mulutnya mengeluarkan darah segar. Dadanya biru tersambar energi Moon. Tak ayal luka dalamnya makin parah. Melihat keadaan Eton, Cloud dan kawan-kawan mencoba melepaskan diri, tetapi usaha mereka gagal. Walaupun serangan-serangan Eton ganas, setelah beberapa lama, barulah terasa perbedaannya kalau energinya yang pudar lantaran jerat laser membuatnya kewalahan menghadapi setiap serangan Moon. Cloud dan kawan-kawan tampak cemas dengan keadaan Eton. Namun, mereka tidak berdaya. Bahkan energi mereka lebih terkuras akibat jerat laser itu. Namun, harapan mereka tetap terjaga. Ya, mungkin saja keajaiban datang pada saat kritis seperti sekarang. Melihat Eton kepayahan, meledaklah tawa Moon. "Hahaha! Sebentar lagi kamu hanya tinggal cerita! Akhirnya buronan paling dicari pemerintah Prancis dan Belgia akan kuringkus! Tidak lama lagi aku akan mendapatkan kekayaan luar biasa!" Bersamaan dengan itu, Moon menerjang lagi! Sekuat tenaga Eton berkelit, matanya tertutup, ia memutar tangannya perlahan-lahan. Kedua jarinya bersinar putih. Kakinya yang jenjang melangkah ke depan dan ke kanan dengan ujung kaki menopang tubuhnya. Gerakan itu sulit diterka Moon. "Penjahat kurang ajar! Terimalah kematianmu! Serangan ini akan menghancurkan semua kesombonganmu sampai tak bersisa!" Gerakan Eton membentuk cahaya yang menyelubungi Moon. Tubuh Moon terikat cahaya, tak bisa digerakkan. Lalu sekilat cahaya melesat dari jari-jari Eton. Mata Moon terbelalak, apa daya ia tak sanggup menghindar. Kepala dan dadanya tertembus cahaya. Moon berteriak. Darah muncrat dari d**a dan kepalanya. "Ka ... mu ...." Itulah kata terakhir Moon, sebelum tewas mengenaskan. Eton berdiri terengah-engah, matanya melihat Moon yang sudah tak bernyawa. Kemudian ia berjalan menghampiri Cloud dan kawan-kawan. Begitu berada tepat di samping mereka, tiba-tiba ia merasakan tubuhnya makin lemas. Tampaknya serangan tadi menggunakan sisa-sisa tenaganya. "Eton, apa yang kamu tunggu? Cepat lepaskan ikatan kami!" seru Splash. Eton terhenyak, lalu tangannya berkelebat dan memutuskan jerat laser yang mengikat kaki dan tangan teman-temannya. "Lekas kita pergi dari si—uhuuuk!" "Eton!" jerit Cloud dan kawan-kawan serentak. Kawan-kawannya terkejut. Orange segera memeluk tubuh Cloud lalu merebahkannya. Kemudian Eton menelungkupkan kedua telapak tangan di d**a Eton. "Uhuk ...." Darah menyembur keluar dari mulut Eton, matanya berkunang-kunang kemudian tak sadarkan diri. Cloud dan kawan-kawan memandang sedih wajah Eton yang tergeletak lemah. Luka yang dialami Eton memang makin parah. Selama beberapa lama ia tegeletak tak sadarkan diri. Tiba-tiba jarinya bergerak-gerak, tubuhnya mulai merasakan tenaga yang tadi sempat hilang. Perlahan-lahan Eton membuka mata. Ia melihat Eton ketiga temannya berdiri di sebelahnya. "Di mana kita?" tanya Eton. "Masih di markas Fete de la Rouge Cloud," jawab Cloud seraya menghela napas lega. "Kamu membuat kami khawatir," ujar Splash menghela napas lega. "Ayo, kita lekas pergi dari sini,” ajak Eton, berusaha berdiri. Cloud dan kawan-kawan mengangguk lalu mengikuti Eton. Mereka berjalan keluar meninggalkan ruangan itu. Perjalanan untuk mendapatkan Volenthium memang tidak mudah, tetapi segala rintangan itu belum usai. Berita tentang Cloud dan kawan-kawan makin tersebar, dan itu membuat banyak orang memburu mereka. ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN