Sikap Cloud membuat Ray heran. Cloud tetap tenang sambil memperhatikan Milk bertarung. Sikapnya menunjukkan kondisi pertarungan tidak seperti yang terlihat.
Di sisi lain, Green Iron terlihat girang melihat pukulan-pukulan Yellow Iron mendera Milk tanpa henti “Bagus Yellow Iron!”
“Dasar bodoh! Cepat bantu Yellow Iron!” bentak Red Iron pada Green Iron.
Meski merasa Yellow Iron tidak perlu dibantu, Green Iron menuruti Red Iron. Baru saja melesat, ia melihat Milk menghantam Yellow Iron dengan energi biru yang berkilatan hingga membuat Yellow Iron tersungkur. Green Iron marah lantas menerjang Milk dengan serangan yang ganas. Kepalan tangannya diselimuti asap hijau, mengayun deras ke arah Milk.
Milk tahu kalau asap hijau itu mengandung racun mematikan. Dengan segera ia mengolah energi untuk menetralkan racun yang ada di sekelilingnya, lalu berkelebat menerjang Green Iron. Tak ingin ketinggalan, Orreo pun merangsek. Tangan Orreo mengepak bak kepakan sayap burung dan menyambut serangan Green Iron. Energi Milk tidak hanya kuat, tetapi juga cepat, sehingga setiap pukulan Green Iron dapat ia hindari. Walau mengetahui dirinya terkotak, Green Iron tidak mau menyerah, ia meningkatkan energi intinya, lalu menyerang dengan ganas. Pukulannya mengayun cepat, tetapi Orreo dan Milk berkelit lebih cepat ke belakang Green Iron.
“Green Iron di belakangmu!” teriak Black Iron.
Terlambat, serangan Orreo dan Milk berhasil menghempaskan Green Iron dengan keras hingga menghantam tanah. Energi itu telah membuat Green Iron mengalami luka dalam, dari bibirnya mengalir darah segar. Sambil memegang perutnya, Green Iron bangkit berdiri.
“Sungguh hebat. Red Iron, siapa dia?” tanya Black Iron.
“Dugaanku benar Black Iron. Mereka merupakan buronan paling dicari. Pantas kalau pemerintah Belgia dan Prancis menilai mereka sangat tinggi. Setahuku, teman-temannya yang lain juga tidak kalah hebat. Berhati-hatilah.” Red Iron mengingatkan.
“Ah, rupanya mereka buronan yang paling dicari,” geram Black Iron sambil mengolah energi inti, lalu melesat ke arah Milk.
Gubernur Big Hammer yang mendengar penjelasan Red Iron merasa terkejut. Ia tidak menyangka para buronan datang membantu Ray Bright. Apalagi ia tahu kabar kalau Eton turut membantu mereka, sehingga nyalinya makin ciut. Tanpa pikir panjang, Gubernur berbalik lalu memacu androidnya.
“Dasar pengecut! Jangan harap bisa melarikan diri!” hardik Ray yang mengejar Gubernur Big Hammer dengan pedang laser.
“Cih!” Gubernur menoleh, bersiap menyambut serangan Ray dengan pedang laser.
Pertempuran dua seteru tersebut tak terelakkan. Meski energi keduanya tidak tinggi, pertempuran tetap berjalan seru. Pedang laser mereka saling beradu dan berbunyi nyaring. Hingga beberapa menit keduanya tetap seimbang.
Light yang menyaksikan suaminya bertarung merasa cemas. “Ray, hati-hati!”
“Light, tenang saja! Biar sekalian kuakhiri penderitaan penduduk dengan menghabisi Gubernur busuk ini!” seru Ray, sambil megibaskan pedangnya ke arah Gubernur Big Hammer.
“Bodoh! Jangan sombong! Sebentar lagikamu akan kehilangan nyawa dengan cara yang paling mengenaskan!” timpal Gubernur Big Hammer seraya menyabetkan pedang lasernya.
Sementara Ray dan Gubernur Big Hammer tengah bertarung sengit, di pertempuran lain Milk dan Orreo dibuat kelabakan oleh serangan ketiga Iron. Kepalan hitam, hijau, dan kuning menyerang mereka dari tiga arah secara serempak. Secepat apapun Milk dan Orreo, menghadapi serangan para perampok ganas tersebut membuat mereka hanya bisa menangkis tanpa bisa berkelit. Melihat situasi yang dihadapi mereka, Cloud melanting ke atas lalu melesat ke arena pertarungan.
Eton dan Splash pun terkejut. Mereka tak menyangka Cloud begitu percaya diri. Mungkin, tanpa disadari sejak bertarung melawan anjing berkepala tiga, kekuatannya telah meningkat. Eton dan kawan-kawan yang lain pun tak tinggal diam. Mereka menyusul Cloud menghadapi lawan-lawan itu.
“Beraninya mengeroyok! Dasar pengecut!” hardik Cloud sambil mekeluarkan energi yang sangat kuat.
“Akulah lawanmu!” seru Red Iron yang menghadang Cloud dengan energi yang sangat mengerikan.
Cloud berputar bak gulungan ombak dan menerjang kepalan merah yang sangat panas. Pertemuan energi kedua orang itu menimbulkan suara menggelegar. Kemampuan Cloud meningkat drastis. Ia seperti bukan Cloud yang dulu. Padahal Volenthium belum dipasangakan di badannya. Serangan demi serangan mereka lancarkan, tetapi di antara keduanya belum ada yang berhasil mengungguli lawan.
“Teman-teman, jangan khawatirkan aku! Cepat habisi para penjahat itu!” teriak Milk seraya mengolah energi.
Diserang demikian hebat tak menyurutkan semangat Milk. Energi yang baru saja ia keluarkan, adalah energi tertinggi yang dikuasainya. Tangannya mengayun cepat dan terlihat bagai ratusan. Serangan Milk tak ayal telah membuat ketiga Iron kelabakan, akibatnya serangan merekapun buyar; pukulan-pukulan mereka menerpa angin, sehingga hanya dalam beberapa saat tangan Milk berhasil menghantam Yellow Iron dan Green Iron. Sayang, kemampuan Black Iron tidak sama seperti kedua temannya. Ia berkelit dan melancarkan serangan balasan. Kepalan tangannya terasa panas. Energi tersebut merupakan perpaduan antara energi keras dan lembut tetapi mematikan.
“Sambut seranganku, Bodoh!” seru Black Iron.
Milk tidak menyangka serangan datang dari belakang dan tak sempat mengelak, sehingga pukulan Black Iron berhasil menghunjam punggungnya hingga membuatnya terhempas dengan keras ke tanah. Milk mengalami luka dalam yang parah dan membuatnya tidak mampu bangkit.
Orreo tidak terima dan menerjang Black Iron. Namun, sekali lagi Black Iron melancarkan serangan dan membuat Orreo mengahntam tanah dengan keras.
Darah Cloud mendidih melihat Milk dan Orreo dikalahkan. Ia merangsek ke arah Black Iron. “Kurang ajar!”
Tangan-tangan Cloud menerjang dan bersahutan menyerang Black Iron, Green Iron, dan Yellow Iron. Namun, belum sempat tangannya menyentuh mereka, Red Iron kembali menghadang.
“Pertarungan kita belum selesai!” teriak Red Iron.
“Kalau itu maumu, biar kukirim kamu ke neraka lebih dulu!” sahut Cloud seraya menarik serangannya lalu mengolah energi inti hingga mencapai tingkat tertinggi.
Tanah yang ia pijak amblas sedalam satu jengkal, energi intinya meningkat puluhan kali. Seluruh tubuhnya mengeluarkan cahaya putih terang, dan tangannya dialiri enerji yang sangat dahsyat. Berikutnya Cloud melanting ke atas sejauh lima meter, kemudian meluncur deras menuju Red Iron. Dari tangannya enerji putih melesat bak kilat menuju Red Iron. Inilah energi terkuat Cloud.
Melihat serangan dahsyat datang, Red Iron segera mekeluarkan energi tertinggi. Seluruh tubuh Red Iron berubah menjadi sekeras besi yang diselimuti kobaran api panas, dan langsung menyambut serangan Cloud.
Blar!
Pertemuan dua energi dahsyat itu menimbulkan suara menggelegar, tanah pun berguncang, debu di sekelilingnya bertebaran. Kedua orang tersebut sama-sama terpelanting dan terhempas dengan luka dalam.
Yellow Iron yang sedang mengisi energi, diam-diam merasa khawatir setelah melihat kehebatan Cloud dan kawan-kawan. Apalagi ia tidak bisa memastikan kemenangan berpihak pada kelompoknya. Ia pun memutar otak, mencari akal untuk membantu teman-temannya. Beberapa saat kemudian terlintas akal licik di kepalanya. Matanya melirik pada Light dan Dust, sekejap kemudian ia melesat cepat dan menarik kedua perempuan tersebut. Sontak keduanya menjerit keras.
“Light!” teriak Ray.
Melihat Ray lengah, Gubernur Big Hammer menebaskan pedang lasernya.
Cras!
Pedang laser Gubernur busuk itu berhasil memenggal kepala Ray tanpa ampun. Melihat sang suami tewas mengenaskan, hancurlah hati Light.
“Ray!” jerit Light pilu.
“Jangan menangis, Perempuan bodoh. Suamimu yang lemah memang pantas mati!” kekeh Yellow Iron, sambil mereneggut rambut Light.
Rencana Yellow Iron berhasil membuat keadaan mereka berada di atas angin. Meski demikian, bagi Red Iron pertarungan belum selesai sebelum berhasil menghabisi nyawa Cloud.
“Yellow Iron, bawalah perempuan-perempuan itu pergi! Tinggalkan bayinya daripada mengganggu kita nanti.” perintah Red Iron pada Yellow Iron.
“Baik Red Iron.” jawab Yellow Iron, lantas melesat sambil memanggul Light dan Dust.
Kemenangan sudah di depan mata, Gubernur Big Hammer pun merasa jemawa. “Demon de Fer. Lekas habisi para buronan itu! Aku akan berikan satu peti emas sebagai tambahan!”
“Aku pegang janjimu Gubernur,” ujar Red Iron, lalu berkelebat cepat menerjang Cloud dengan energinya.
Black Iron dan Green Iron tidak mau ketinggalan, keduanya merangsek Cloud dengan energi andalan. Melawan seorang Red Iron saja Cloud sudah mengerahkan segala kemampuan, apalagi sekarang ditambah Green Iron, dan Black Iron. Hanya dalam beberapa menit, akhir pertempuran sudah dapat diketahui. Kepalan-kepalan ketiga Iron menerjang ganas dan menghunjam d**a, perut, dan punggungnya, hingga membuat Cloud terhempas dan muntah darah. Ketiga Iron tak memberi kesempatan Cloud bernapas. Mereka kembali merangsek dengan kepalan-kepalan besi yang ganas dan mematikan. Cloud yang berada dalam keadaan terluka parah, merasa ajalnya sudah semakin dekat. Tatkala keadaan semakin kritis, tiba-tiba terdengar teman-teman Cloud membantu.
“Demon de Fer, jangan piker kami hanya diam!” seru Eton.
“Kalian akan hangus menjadi debu!”
Melihat energi Eton dan Weather yang besar, menciutkan nyali mereka, Memang di antara musuh-musuh mereka, Eton dan Weather merupakan lawan yang paling tangguh. Hanya dalam beberapa menit, seluruh Demon de Fer terhempas dengan keras ke tanah.
“Demon de Fer, aku beri pilihan pada kalian. Pergi dari sini, atau nyawa kalian melayang!”.
Mendengar kata-kata Weather, Red Iron tergelak “Weather, salah satu orang paling kuat di Eropa. Tidakkah kamu khawatir nama baikmu akan tercoreng kalau melawan kami?”
Red Iron memang banyak akal. Kalau saja Weather bukan salah satu pemimpin Liberte, mungkin ia tidak peduli pada ancaman Red Iron. Namun sebagai pemimpin Liberte, jika nama baiknya rusak maka turut m*****i Liberte beserta nama baik sang ketua.
“Kamu memang cerdik Red Iron. Baiklah kali ini aku bebaskan kalian. Tapi jangan harap keberuntungan yang sama jika bertemu denganku lagi,” ancam Weather geram.
Red Iron tertawa, lantas berkata pada kedua temannya. “Black Iron, Green Iron, ayo!”
Red Iron yang segera melesat diikuti Black Iron dan Green Iron. Melihat ketiganya pergi, Gubernur Big Hammer memacu androidnya meninggalkan kediaman Ray Bright.
***