Baskara menatapi arloji di tangannya, dia terkejut saat waktu sudah menunjukkan hampir sore. Perbincangan mereka sampai tidak terasa. "Aduh udah jam setengah 3 nih Raina" ujar Baskara menatapi Raina khawatir
Raina menepuk keningnya pelan "Aah iya! kita kan mau ke kantor polisi" ujar Raina
"Kalau gitu sekarang aja?" bisik Baskara pada Raina pelan
Pak Meggy menatapi mereka heran "Hmm pak, sepertinya saya sama abang pergi dulu yaa. Ada urusan penting nih" gerutu Raina menatapi bossnya serius
"Penting? kalian mau ke mana? kok buru buru banget" ujar pak Meggy penasaran
Raina dan Baskara saling bertatapan bingung "Hmm kita.." lirih Raina
"Barusan bapak denger kantor polisi? kalian mau ngapain ke sana? ada masalah apa?" tanya pak Meggy khawatir
"Sebenarnya ini tentang kejadian kebakaran itu pak, ada hal yang janggal! bahkan bukan kami saja yang menemukannya, banyak orang yang juga mengetahui akan hal ini" jelas Raina dengan suara yang pelan sembari menatapi atasannya serius
Pak Meggy membelalak tidak percaya "Hal janggal apa? Coba kalian cerita ke saya, siapa tau saya bisa membantu menumpas kasus ini dan ikut melaporkan nya ke polisi" gerutu Meggy serius
"Saat malam itu, sebelum kejadian saya masih berada di kamar dan mengerjakan pekerjaan yang sudah bapak tugaskan waktu itu. Seperti biasa saya selalu membiarkan jendela kamar saya terbuka, saat itu saya mengerjakan semuanya dengan biasanya. Hingga waktu terus berlalu dan malam kian larut, tiba tiba suara langkah kaki terdengar di bawah tepat di luar gerbang rumah saya karena saat itu sudah malam dan sepi jadi saya cukup jelas mendengar suara langkahnya. Entah kenapa saat itu perasaan saya tidak enak, saya pun mengintip dengan hati hati ke luar jendela betapa saya terkejut saat melihat orang orang berpakaian serba hitam dan belalu lalang sekitar daerah kami, saat itu saya tidak ambil pusing dan menganggap mungkin itu hanya remaja desa kami yang iseng memakai pakaian hitam itu. Saya pun kembali mengerjakan pekerjaan saya setelah akhirnya selesai saya pun tidak kuat mengantuk dan menutup jendela kamar dan tertidur di meja kerja saya. Tidur saya tidak nyenyak saat itu, tiba tiba terdengar ledakan ledakan di telinga saya yang jelas saat saya masih tidur. Area di sekitar mulai terasa panas, saya pun terbangun dan terkejut melihat keadaan yang sudah di luar dugaan! Setelah kejadian itu saya mulai berpikir apa mungkin mereka adalah orang orang yang sama dan menyebabkan kebakaran? jika iya saya yakin mereka itu suruhan, saya pun mengatakannya sama abang saya karena saya engga mau orang orang yang menjadi korban meninggal begitu saja oleh orang jahat yang entah siapa itu" jelas Raina menatapi atasannya serius
"Apa? iya iya tuh bisa aja mereka penyebabnya, tapi mereka di suruh siapa dan atas dasar apa mereka melakukan nya? kenapa mereka ko setega itu sama masyarakat? hahh jika iya ini harus di usut tuntas nih biar semuanya terbongkar! kalau gitu kalian segera lapor sekarang kalau ada apa apa kalian langsung hubungi bapak" jelas pak Meggy pada ke duanya dengan tatapan serius
Baskara membuang nafasnya berat "Itu masalahnya! saya sudah laporkan masalah ini seminggu yang lalu, polisi polisi itu mencurigakan pak bahkan saat itu bukan hanya saya saja yang melapor. Banyak korban lain yang juga melaporkan hal sama seperti yang Raina jelaskan ke saya tapi polisi menolak untuk membuat laporan itu pada mereka. Hingga saya yang memberanikan diri masuk ke dalam dan menyatakan semuanya saya bilang saya ingin menuntaskan kasus ini, saya juga memberikan keterangan status pekerjaan saya sebagai tentara hingga jawaban dari si polisi itu berbeda pada saat dia menjawab ke masyakarat! Dia bilang tunggu 1 minggu dan keputusan akan di putuskan apa kah kasus itu bisa di usut atau tidak karena katanya hal ini akan membuat seakan kita memfitnah pemerintah atas kejadian kebakaran itu hal ini lah yang membuat saya sangat heran dan tidak habis pikir " jelas Baskara dengan tatapan bingung sekaligus penuh kebencian di sorot matanya
Raina pun membuang nafasnya berat dengan sorot mata benci yang berusaha untuk dia tahan "Semuanya terasa sulit pak, kasus ini benar benar mencurigakan" gerutu Raina
"Hahhh kita engga bisa melawan pemerintah sepenuhnya, kita juga bukan memfitnah polisi atau pun pemerintah tapi kita mau ke adilan kan? bukannya Negara ini harusnya adil dan beradab? artinya kita harus bersikeras sampai benar benar menuntaskan kasus ini, harus" ujar Pak Meggy menatapi ke duanya bersemangat
Baskara dan Raina mengangguk dan perlahan tersenyum "Mari kita lihat dulu, apakah hari ini polisi akan mengangkat kasusnya atau tidak. Jika tidak" ujar Baskara menggantung menatapi ke duanya serius
"Kita yang harus menyelidikinya" jawab Raina dan Pak Meggy bersamaan dengan tatapan tajam dan serius
Baskara tersenyum akhirnya dia menemukan satu anggota baru yang ingin keadilan benar benar di tegakan. "Sekarang di tambah pak Meggy, perjalanan kami akan di mulai apa pun itu aku harus menuntaskan kasus ini di sela sela kegiatan ku yang akan padat" jelas Baskara dalam hatinya, api di dalam tubuhnya seakan membara. Dia saat ini sangat bersemangat untuk menumpas kasus itu.
Raina dan Baskara pun berpamitan untuk pergi dan bangun dari duduknya "Pak kami pergi dulu yaa, doakan semoga lancar" ujar Raina lalu bersalaman dengan bossnya di ikuti oleh Baskara di belakangnya
"Hmm oke kalian hati hati ya, inget kata bapak kalau ada apa apa kalian bisa telpon bapak" jelas pak Meggy pada ke duanya
"Siap pak! kebiasaan deh bapak suka khawatir sama bawahan bawahannya" gerutu Raina
"Eh itu harus Raina! sistem kerja sama bapak itu santai tapi serius lhoo" ujarnya tersenyum
Baskara mengangguk angguk "Sip pak, saya suka pendirian bapak" senyumnya
"Wih iya dong, oke kalau gitu gih kalian hati hati yaa" ujar pak Meggy menatapi ke duanya
Mereka pun mengangguk segera "Iya pak" jawabnya bersamaan
Mereka pun pergi dari sana dan hendak keluar dari ruangan pribadi Pak Meggy. Tiba tiba pak Meggy berlari ke arah lemari dan membawa sesuatu dari sana, Baskara dan Raina menatapi nya serius "Kenapa dia?' sahut Baskara merasa aneh
"Hmm entah lah" gerutunya yang juga bingung
Pak Meggy membawa sesuatu dari sana dan langsung memberikan nya pada Raina "Ambil ini Raina hah bapa hampir saja lupa, kamu pasti membutuhkan ini. Yang lain dan juga merupakan korban dari kebakaran itu juga sudah mendapatkannya, hanya saja bapak memberikan untuk kamu dan Evan dengan seri terbaik. Hahh sayangnya Evan sudah tidak ada, bapak pikir Evan selamat dan bisa sama sama mendapatkan ini" jelasnya sembari memberikan paper bag lucu berwarna peach itu
"Tapi ini apa pak? bapak terlalu banyak memberikan semuanya ke saya, biaya rumah sakit, gaji dan bonusnya padahal saya tidak kerja karena sakit. Sekarang ini?" sahut Raina bingung menatapi boss nya itu
"Raina.. bapak harap kamu mau menerimanya, bapak juga memperlakukan semuanya sama kok. Mereka yang juga korban juga mendapatkannya,Tanpa kalian bapak bukan apa apa, jadi terima lah!" jelas beliau tersenyum sangat tulus padanya
Raina menatapi nya sendu, dia merasa sangat beruntung karena mendapatkan sosok boss yang dermawan dan rendah hati. "Pak.. saya sangat berterima kasih, saya akan bekerja lebih giat dan baik lagi" jelas Raina tersenyum lebar
"Ya bekerja lah yang rajin ya! bapak juga sudah menemukan pengganti Evan yang akan selalu menjadi partner kerja kamu, dia seorang gadis yang sepertinya akan dekat dengan kamu" jelas Pak Meggy
Raina pun mengangguk dan tersenyum "Baik pak" jawab dia lantang "Meski mau bagaimana pun Evan tidak akan tergantikan. Kami selalu bekerja sama dalam setiap pekerjaan tapi semoga aja gadis ini sepemahaman dengan ku" gerutu Raina dalam hatinya
"Sebelum kamu pergi buka dulu isinya apa" ujar Pak Meggy menatapi paper bag itu
Baskara tersenyum menatapi Raina yang terlihat bahagia, Raina langsung mengangguk "Baik pak" angguk Raina yang bersemangat
"Ciee yang kesenengan, apa tuhh" gerutu Baskara pelan saat menatapi Raina yang sedang sibuk membuka isinya
Raina benar benar terkejut saat tahu apa yang ada di dalam paper bag itu, tak lain adalah kotak ponsel baru dengan seri terbaru sesuai dengan apa yang pak Meggy sebutkan. Ponsel Apple 13 pro max berwarna peach yang membuat Raina sangat terpukau menatapnya apa lagi ponselnya adalah keinginan Raina jauh sebelum ponsel itu di gadang gadang akan segera rilis.
"Ya ampun pak ini!" ujar Raina menatapi pak Meggy tidak percaya
Baskara ikut terkejut "Wihh!" ujarnya dengan tatapan tidak percaya
"Kamu suka?" tanya Pak Meggy tersenyum
"Iya pak suka banget, hmm engga papa ini pak?" tanya Raina tidak enak
Pak Meggy langsung mengangguk "Bapak udah bilang, kalian pantas mendapatkannya. Sekitar 4 rekan kerja kamu lainnya yang merupakan korban ringan dari kebakaran itu mereka juga mendapatkan apa yang kamu dapat, hanya saja bapak memberi seri berbeda. Itu karena kamu dan Evan yang paling giat di sini" jelas pak Meggy
"Ya ampun terima kasih banyak pak! terima kasih" ujar Raina tersenyum dengan tatapan sendunya tidak percaya
"Iya iya sama sama" angguk Pak Meggy
Baskara menatapi pak Meggy tidak enak "Pak sebenarnya Raina memang membutuhkannya karena ponselnya rusak dan ikut terbakar tapi baru aja sore ini Baskara mau ajak Raina beli ponsel baru tapi mungkin engga akan yang semahal ini. Hmm tapi bapak sudah duluan memberikannya, terima kasih yaa pak!" ujar Baskara dengan serius
"Iya Baskara! oh ya ini buat kamu, ini tadinya mau bapak berikan ke Evan tapi kamu layak untuk ini" jelas Pak Meggy tersenyum padanya sembari memberikan paper satunya lagi yang berwarna gelap
Raina terkejut apa lagi dengan Baskara "Ya ampun pak jangan pak! saya punya ponsel kok" jawab Baskara cepat
"Udah ambil yaa, cepat ambil bapak mau kerja lagi nih" tambah pak Meggy
Baskara menatapinya sendu "Bapak serius nih"
"Iya serius, ambil ya Baskara! kamu kan bentar lagi nugas, biar telponan sama Raina nanti semakin lancar apa lagi pacarnya" senyum pak Meggy tersenyum
"Ya ampun pak, saya belum punya pacar haha" senyum Baskara
Pak Meggy lalu memberikannya paksa ke Baskara "Ambil, bapak maksa nih mau kerja soalnya" ujarnya
"Hmm ya udah pak, makasih banyak yaa kalau bapak bersikeras mau memberikan ini ke saya" jelas Baskara terlihat tidak enak
"Iya Baskara ambil aja yaa, hanya saja warna nya berbeda sama yang Raina" ujar Pak Meggy dengan tawanya pecah
Baskara ikut tertawa "Haha lagian mana mungkin pak saya suka warna peach ada ada aja bapak ini" ujarnya
"Haha iya iya deh, ya udah kalian hati hati yaa saya mau lanjut kerja nih" tambah pak Meggy
"Baik pak kami pergi sekarang yaa, permisi dan terima kasih" ujar Raina lalu meraih gagang pintu ruangannya pak Meggy
Baskara juga mengangguk "Iya pak kami pergi, terima kasih" ujarnya
"Iya sama sama, kalian hati hati yaa"
◇◇◇◇
Baskara dan Raina keluar dari kantor pak Meggy setelah selesai dengan perbincangan mereka. Rupanya bukan hanya sekedat memberi informasi tentang kembalinya kerja Raina. Baskara dan Raina juga menemukan satu anggota baru di timnya yang akan membantunya untuk memecahkan kasus kebakaran ini. Pertama Dara sekarang Pak Meggy, bagi ke duanya memang terlihat sedikit namun mereka mampu membantu dengan sangat cukup dan akan berpengaruh besar ke depannya.
"Dek atasan kamu baik banget" ujar Baskara yang masih mengendari motornya
"Iya bang, dia emang baik tapi pas interview waktu itu dia seremnya minta ampun haha" gerutu Raina dengan suara nyaring supaya bisa terdengar oleh Baskara
Baskara langsung mengangguk "Hahaha lucu juga sih orangnya humble banget yaa"
"Iya bang, eh bang gimana kalau polisinya engga mau usut kasusnya? berarti kita harus merencanakan sesuatu dong?" gerutu Raina dengan sorot mata yang kebingungan
Baskara segera mengangguk "Ya, abang akan mencari cara lain bagaimana pun caranya. Kamu tenang saja, cepat atau lambat kasus ini akan terbongkar meski pun sampai orang orang sudah lupa akan kejadian mengerikan itu" jelas Baskara dengan tatapan serius