Boss berasa bapak

1876 Kata
Dia lalu membuang nafasnya begitu berat mengingat bagaimana Dara melepaskan tangan nya dengan cepat "Dia begitu pada saya, apa dia jijik? atau kenapa ya? apa saya jelek?" gerutu dia lalu segera meraih cermin dan bercermin "Saya tidak begitu jelek kok, tapi kenapa Dara seperti itu yaa sama saya? aahh apa saya harus oprasi plastik aja yaa?" gerutu Dokter Zean lagi Tiba tiba pintu ruangannya terbuka menampilkan dokter Anna yang kini menatapi Zean aneh karena tidak biasanya dia bercermin "Dokter Zean?" sahut dia tidak percaya menatapi Dokter Zean "Eh eh, dokter Anna?" gerutu dia tersenyum malu padanya sembari menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal, lalu menaruh cermin itu menjauhkannya darinya. "Hmm sorry aku engga ketuk pintu dulu, abisnya sih ini darurat" ujar dokter Anna tersenyum kaku padanya Dokter Zean menggelengkan kepalanya dan tersenyum padanya "Eh iya gak papa kok, mari duduk Dokter Anna" ajak dokter Zean lalu tersenyum canggung padanya "Oke baik" angguk dokter Anna lalu duduk di sana segera ◇◇◇◇ Baskara dan Raina melawati jalanan siang yang cukup ramai dan sudah di penuhi oleh arus kendaraan padat. Mereka bergegas untuk menuju ke kantor tempat Raina bekerja. "Tunjukin dong dek, abang lupa lagi nih kantor tempat kerja kamu ada di mana arahnya" ujar Baskara menatapi ke jalanan dengan bingung "Hm oke oke nanti aku arahin bang, dari sini masih lurus aja terus!" ujar Raina tepat di telinga Baskara yang terhalang oleh helm nya. Baskara pun mengangguk angguk, mereka melewati sekolah dasar yang dulunya adalah sekolah mereka. Jauh dari hari sekarang, dulu keadaannya tidak seramai dan semewah ini. "Dek? itu sekolah kita dulu yaa" sahut Baskara menatapi ke gerbang sekolah itu Raina langsung mengangguk "Uhh iya bang, sekarang udah beda banget yaa! udah mewah, ramai dan semakin nyaman. Engga sama kayak dulu" ujar Raina terpukau menatapi bangunan baru sekolahnya "Iya dek! dulu kita di sana tuh banyak banget pengalaman nya. Banyak banget hal lucu nya, inget gak pas kamu nangis di ejek temen kelas kamu? ehh terus abang dateng tuh marah marah ke orangnya, wih saat itu abang udah kayak jadi super hero aja tau" senyum Baskara merekah dan sangat bangga dengan apa yang di ceritakannya Raina lalu mengangguk anggui sembari tertawa nyaring "Ya ampun iya bang! adek inget haha, rasanya adek saat itu kayak punya pahlawan. Langsung tuh pas abang di hari itu marahin mereka, mereka besoknya pada minta maaf langsung ke Raina dan engga ngulangin lagi hahaa ngakak banget. Padahal kalau di liat liat abang engga seserem itu lhoo" ujar dia memukul mukul punggung Baskara tidak tahan karena kenangannya sangat menggelitik "Anjirr! serius dek? mereka engga gangguin kamu lagi? wih pantes aja setiap kali mereka berpapasan sama abang, mereka semua senyum senyum so sopan kayak yang nahan takut sama abang haha" tawa Baskara semakin pecah Tak terasa mereka akhirnya sampai di kantor kerja nya Raina, di mana di sana orang orang masih memenuhi seisi kantor. Baskara pun memarkirkan motornya di parkiran, setelah itu langsung saja mereka bergegas ke dalam kantor. Saat Raina kembali memasuki kantor, senyuman semua orang kini terpancar pada ke duanya. Jelas, mereka tahu apa yang terjadi pada Raina dan kekasihnya. "Selamat datang kembali ibu Raina" "Yes akhirnya bu Raina sudah pulih! selamat datang bu" "Duh mentor aku udah sembuh! akhirnya" ujar beberapa orang yang sedang duduk di kursi kerjanya masing masing Raina mengangguk sopan "Ya terima kasih semuanya" jawab Raina segera sembari masih berjalan untuk menuju ke lantai atas tepat bossnya berada Beberapa orang yang duduk di kursi itu terpukau menatapi Baskara yang berjalan di belakang Raina, mereka sangat suka menatapi wajah tampan Baskara tanpa rasa bosan sedikit pun. Sampai ke ujung sana mereka masih menatapi Baskara tanpa berkedip sedetik pun. "Ya ampun, itu siapa nya Bu Raina yaa?" "Tau! anjrit koo ganteng banget sih?" "Tinggi, gagah, tampan Ya tuhan paket komplit banget dia itu" "Tapi siapanya bu Raina ya?" "Apa mungkin pacarnya?" "Engga deh kayaknya" "Iya masa pacarnya sih? kan baru aja bu Raina berduka atas kematianya pak Evan masa semudah itu dia move on dan pindah hati semudah itu? ya kali lahh" "Tapi engga ada yang engga mungkin, toh si cowoknya ganteng banget ya gak?" "Hmm iya sih haha" "Apa apa yang gud luking mah selalu maha benar, lo mah engga tau sih! buka mata lebar lebar sayang! dunia sudah tidak seperti dulu lagi" Gerutu orang-orang itu yang baru saja melihat pesona Baskara yang sekedar melewat, padahal Baskara sedari tadi hanya fokus ke depan tanpa menatap ke arah mereka sedetik pun. Baskara dan Raina akhirnya sampai di depan ruangan kantor atasan Raina. Baskara menatapi Raina yang terlihat gugup dan mencoba untuk mengatur nafasnya sedalam mungkin. "Tenang Dek, semuanya akan lancar! percaya diri oke" semangat Baskara yang kini ada di sampingnya "Hmmhh Oke bang, Raina pasti bisa! lagi pula atasan Raina udah nungguin Raina dari lama" Gerutu Raina yang menatapi abangnya dengan senyuman optimis Baskara pun mengangguk dan mengelus kepala Raina lembut "Oke sekarang waktunya" ujar Baskara Raina pun fokus menatap ke depan pintu itu dan mengetuk pintunya pelan. "Selamat siang pak, Ini dengan saya Raina Ananda Baskara" ujar Raina cukup nyaring Suara beberapa buku berjatuhan terdengar sangat nyaring dari dalam ruangan sana, hal itu membuat Raina dan Baskara saling bertatapan bingung dengan apa yang terjadi di dalam sana. Kini suara langkah kaki yang buru buru pun terdengar mendekat ke arah mereka ber dua. "Apa saya dengar barusan? Raina? serius kamu Raina? Ya tuhan akhirnya, kamu yang selama ini saya tunggu tunggu Raina!" ujarnya terdengar sangat bersemangat Baskara dan Raina pun tersenyum lalu Raina mengangguk refleks "Iya pak, ini Raina" jelasnya lagi Tak lama pintu itu pun terbuka menunjukkan seorang pria paruh baya berkumis tebal dan kepalanya yang botak. Raina tersenyum padanya "Selamat siang pak" ujar Raina menyapanya "Selamat siang" tambah Baskara dengan senyuman nya yang ramah Pria bername tag Meggy itu lalu tersenyum dengan sorot mata yang tidak percaya saat menatapi Raina yang kini ada di hadapannya. "Ini serius kamu Raina?" ujar Pak Meggy dengan mulut menganga tidak percaya Raina sudah sembuh total "Iya pak, ya ampun bapak kayaknya engga percaya ya sama saya" ujar Raina tersenyum lucu saat menatapi boss nya itu "Ya saya bukannya engga percaya Raina, tapi berita kamu dan Evan membuat saya sangat drop dan sempat syok! Saya sangat kehilangan kalian, tapi tuhan.. menyelamatkan kamu Raina, semuanya pasti berat kamu lalui kan? Syukurlah kamu sekarang baik baik saja" ujar pak Meggy dengan mata yang sudah berkaca kaca Baskara memegangi bahu Raina lembut supaya dia tegar, karena atasannya yang kembali membahas tentang Evan. Raina membuang nafasnya berat dan menunduk sejenak dia lalu kembali menatapi atasannya dengan senyum tulus yang masih sama di wajahnya. "Pak saya sudah sangat baik, kesehatan saya, mental saya, semuanya sudah membaik. Saya harus bangkit, saya tidak boleh terus terusan terpuruk dalam ke sendirian" jelas Raina dengan senyum yang percaya diri Pak Meggy tersenyum lega, dia sangat senang karena sikap Raina yang professional. "Bagus Raina! kamu memang yang terbaik di perusahaan ini, saya selalu mengandalkan kamu dan saya tidak salah pilih. Kamu adalah orang yang paling layak tanpa pernah mengecewakan siapa pun, mari masuk dulu Raina" ajak pak Meggy lalu mempersilahkan ke duanya masuk ke dalam ruangannya Raina mengangguk lalu dia menatapi Baskara supaya mengikuti langkahnya. Mereka pun masuk ke dalam ruangan pribadi pak Meggy, Pak Meggy menatapi Baskara bingung "Eh ini siapanya kamu Raina?" tanya beliau sembari duduk di kursinya Raina dan Baskara pun duduk di kursi tepat di hadapan pak Meggy. Raina menatapi abangnya "Ini kakak saya pak! kenalin namanya Baskara Bisma Prakasa" jelasnya tersenyum pada pak Meggy "Iya pak kenalkan saya Baskara, abangnya Raina dan kami dua bersaudara" jelas Baskara sembari mengulurkan tangannya tanda perkenalan Pak Meggy pun bersalaman dengannya dan langsung tersenyum menyambutnya "Oh abangnya? pantesan sama sama cakep ya, hmm syukur yaa abang masih ada sama kamu. Karena Bapak sempat mendengar kabar yang sangat menyedihkan ketika bapak mendengarnya, ke dua orang tua kalian sudah meninggal ya akibat tragedi mengerikan itu" jelas beliau menatapi ke duanya sendu Raina menunduk sembari mengangguk, Baskara menatapi pak Meggy serius "Kami merasa sangat kehilangan ke duanya pak, apa lah kami yang sedari kecil terus bersama ke dua orang tua kami sekarang kami hanya berdua Kami harus menguatkan diri masing masing" jelas Baskara tersenyum manis padanya "Ya, kalian harus saling menguatkan ya! hidup engga selamanya pahit kok, bapa juga sempat merasakan kehilang ke dua orang tua bapak. Tapi kalian lihat sekarang bapak? bapak bisa seperti ini dan hidup bahagia karena terus mencoba menguatkan diri dan selalu mendengar pepatah ke dua orang tua bapak ketika beliau masih hidup. Mereka yang membawakan bapak kesuksesan besar seperti ini. Dan ya! kalau kalian ada apa apa kalian bisa hubungi bapak ya, mulai sekarang anggap bapak adalah ayah kalian yaa" senyum pak Meggy menguatkan ke duanya dengan senyuman manis dan teramat tulus di wajahnya itu Baskara dan Raina langsung tersenyum "Hmm baik pak! terima kasih banyak" senyum Raina dengan mata yang memerah "Bapak sangat baik hati, jaman sekarang jarang sekali saya menemukan orang besar seperti bapak yang hatinya masih bersih dan begitu baik" jelas Baskara Pak Meggy mengangguk "Kamu benar Baskara! jaman sekarang sangat sulit mencari orang orang besar dengan tingkat kejujuran dan rasa peduli yang tinggi. Bahkan engga bermula dari sekarang sih, dulu bapak juga sering di cemoohkan orang orang besar mereka hanya menganggap bapak sampah dan katanya tidak ada apa apanya, eh tau taunya sekarang mereka kalau ada apa apa pasti mintanya di bantuin mulu" ujar Pak Meggy tersenyum "Ya ampun ada ada aja yaa tingkah manusia di muka bumi ini" gerutu Baskara Raina menggelengkan kepalanya tidak percaya "Yang penting kita jangan gitu aja yaa pak" ujarnya "Nah betul banget Raina, ehh iya ngomong ngomong kamu udah bisa kerja lagi kapan Raina? Soalnya kamu sekarang udah fit kan, dan kamu tau sendiri penerbitan bapak ini sangat membutuhkan kamu. Kamu berpengaruh besar di perusahaan ini. Tapi kalau kamu belum siap untuk kerja gak papa kok, bapak akan tungguin sampai kamu bener bener pulih" jelas pak Meggy tersenyum manis padanya Raina mengangguk "Justru itu lhoo pak alasan saya ke sini, saya mau bilang kalau lusa saya sudah bisa kerja lagi di sini. Apa gak papa?" tanya Raina "aahh syukurlah! akhirnya kamu akan kembali lagi bekerja lusa, gak papa Raina. Baiklah kami akan sangat menunggu kehadiran kamu, semoga kamu udah pulih 100% yaa" ujar Pak Meggy lagi Raina mengangguk angguk "Iyaa aamin pak, saya sudah pulih kok. Lagian saya engga enak kan biaya rumah sakit saya di bayar 80% sama perusahaan, sekarang saya sudah fit dan siap bekerja lusa kok pak" jelas Raina lagi Pak Meggy menatapinya serius "Hehh kamu jangan bilang gitu Raina, udah bapak bilang anggap saja pak Meggy sekarang ayah kalian berdua! kalian orang orang hebat dan jujur saya sangat senang jika kalian tidak sungkan pada saya" jelas beliau "Terima kasih banyak pak" jawab Raina dan Baskara bersamaan lagi Pak Meggy mengangguk "Iya iya lain kali kalian harus main ke rumah bapak ya, kamu juga harus yaa Baskara! Karena Raina sempet ke rumah bapak sama Evan waktu itu. Pokonya nanti kalau ada apa apa kalian ke rumah bapak ya" gerutunya lagi Raina dan Baskara tersenyum "Iya pak iya kami akan ke sana dan engga akan pernah sungkan hehe" ujar Raina "Iya pak" tambah Baskara Pak Meggy pun tersenyum lebar "Haha oke oke dehh! baguss sip lah" jawab nya bersemangat "Oke pak" jawab Raina tak kalah bersemangatnya
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN