Melawan kobaran api

1621 Kata
"Iya Baskara, kamu udah hubungi Willson tentang semua ini kan? biar dia juga cek terus apa Pak Sam diam diam mereka pindahkan" tanya nya Baskara segera mengangguk "Iya pak sudah saya telpon tadi, Willson dan teman temannya sangat bersiaga" jawabnya segera ◇◇◇◇ Dara tidak pulang ke rumahnya dan melanjutkan pekerjaan nya yang sangat menumpuk. Dia cukup lelah tapi berita tentang kemajuan kasus ini membuat dia sangat senang dan bersemangat, dia berharap kehidupan normal kembali menerpa Baskara. Pemecatannya menurutnya sangat tidak pantas. "Hahh.. oke aku harus bereskan semua ini dulu" gerutu Dara mengambil nafasnya dalam lalu segera membereskan ruangannya yang cukup berantakan Setelah semuanya hampir rapi dan selesai tiba tiba seseorang mengetuk pintu ruangannya membuat Dara langsung menatap ke arah sana dengan mengerutkan keningnga bingung. "Siapa?" sahutnya cukup keras "Hm saya Zean" jelas dia Dara semakin bingung, kenapa dia ingin masuk ke ruangannya. "Hm silahkan masuk dokter, engga di kunci kok" jawab Dara "Baik, terima kasih" ucap Dokter Zean lalu membuka pintu ruangannya Dara Dara menatapinya canggung "Dokter Zean ada perlu apa? ada yang bisa saya bantu?" tanya nya "Saya.. banyak pertanyaan sama kamu Dara. Boleh? kamu ada waktu engga?" jawab dokter Zean dengan tatapan serius Dara mengerutkan keningnya bingung "Pertanyaan? iya boleh boleh kok, silahkan duduk dulu dok" ujar Dara lalu membenarkan sebuah kursi di sana Dokter Zean mengangguk dan tersenyum "Baik terima kasih" dia pun duduk di kursi yang berhadapan dengan Dara "Pertanyaan apa yang mau dokter Zean tanyain ke saya?" tanya Dara dengan tatapan serius "Sebenarnya saya khawatir sama kamu Dara, sejak malam itu pas abang kamu ke sini saya ngerasa kamu sama Baskara lagi menyelesaikan sesuatu. Apa lagi setelah beberapa malam sebelumnya kamu sama Baskara selalu pergi tapi kayaknya kalian tidak berdua ya?" tanya Dokter Zean dengan tatapan khawatir Dara sangat terkejut dengan semua ini, bisa bisanya dokter Zean tahu mengenai semua ini. "Ya ampun, sialan! kok sampai dia bisa tahu sih?" gerutu Dara dalam hatinya "Kamu engga usah jelasin semuanya secara rinci ke saya kok, saya cuma khawatir sama kalian. karena setiap saya lihat kalian berbicara kayaknya masalah yang kalian hadapi serius banget. Dan pas malam ada abang kamu ke sini nanyain kamu, saya semakin berpikir mungkin aja abang kamu terlibat? karena saat itu dia terlihat menahan marah saat nanyain kamu. Apa kamu dan abang kamu tidak sedang bertengkar?" tanya Dokter Zean lagi "Hah? abang kelihatan marah? tapi.. kenapa?" gerutu Dara dalam hatinya lagi Dokter Zean lalu menatapi Dara semakin serius "Karena kan sebelumnya saya dan tim medis di sini belum pernah tahu kalau kamu ternyata punya abang, saya terkejut dong pas bilang dia abang kamu dan tiba tiba kayak yang nahan marah. Jujur saya khawatir banget sih" jelas Zean lagi "Apa sebaiknya aku ceritain semuanya ke dokter Zean? setahu aku dia selama ini adalah orang yang baik kok engga pernah macam macam dan ngelakuin hal aneh, jika ada satu orang lagi yang nolong kami, siapa tahu semuanya akan semakin mudah. Apa lagi dengan posisi dokter Zean yang bisa menjanjikan" gerutu Dara dalam hatinya menatapi Dokter Zean dengan tatapan serius Dokter Zean menatapi Dara dengan sangat serius "Dara?" sahutnya "Eh eh iya dok" gerutu Dara lalu membuang nafasnya berat "Kamu kenapa? kalau ada apa apa dan misalkan kamu mau ceritain ke saya, ya kamu ceritain aja. siapa tahu saya bisa bantu masalah kalian" jelas dokter Zean lagi Dara mengangguk dan menarik nafasnya dalam dalam "Sebenarnya sih.. masalah ini seharusnya engga saya ceritain ke siapa pun lagi dok, tapi karena saya pikir dokter Zean berpotensi untuk bisa bantu kami maka dari itu saya akan mencoba cerita. Saya bahkan tidak menceritakan ini pada ibu atau pun abang saya karena saya pikir saya kurang percaya sama mereka di tambah lagi mereka sibuk. Tapi karena saya tahu dokter bahwa dokter itu baik, maka saya akan coba ceritakan semuanya" jelas Dara menatapi dokter Zean dengan tatapan penuh harap "Iya Dara kamu bisa memercayakan semua ini sama saya" jelas dokter Zean mengangguk Dara pun memutuskan untuk menceritakan semuanya dengan rinci pada Dokter Zean. Reaksi Dokter Zean benar benar tidak percaya. "Jadi kebakaran itu di sengaja?" gerutu Dokter Zean menatapi Dara serius "Ya bisa di bilang begitu dok, setelah semua fakta yang kami temukan dugaan kami semakin kuat. Semua ini terencana" jelas Dara Dokter Zean membuang nafasnya sangat berat dia lalu mengangguk angguk "Pantas saja kamu sama Baskara sangat sangat berjuang untuk memecahkan kasus ini tiap malam dan berusaha menangkap siapa pelaku yang merupakan dalang dari semuanya. Dara kamu engga usah khawatir saya bisa di percaya, mungkin lain kali saya bisa bantuin kalian ya. Saya juga berharap dalang dari semua ini segera tertangkap" jelas Dokter Zean lagi "Iya dok, saya juga berharap seperti itu" angguk Dara dengan raut wajah khawatir ◇◇◇◇ Malam berikutnya Willson kembali berjaga, namun kini rekannya lengkap. Gio, Ben, Sonny dan Jeffan bersama dengannya. Seharian ini Willson telah berusaha keras untuk mendapatkan sebuah kunci di ruangan rahasia tepat dimana dia pikir pak Sam di sekap. Sonny mendapatkan sebuah kunci yang dia pikir itu adalah kunci ruangan rahasia, Setelah Wilson lihat lihat dia juga berpikir hal yang sama. "Kita udah dapat kuncinya, tapi keadaan sekarang masih belum stabil. Sumpah deh gue engga kuat sih pengen cepet cepet cek ruangannya" gerutu Gio pada teman temannya Willson mengangguk "Lo pikir lo doang yang engga sabar Gio? gue juga sama" jawabnya dengan tatapan sinis "Apa lagi gue si penemu kuncinya, tanpa gue kalian gak akan bisa gerak tau" ujar Sonny dengan tatapan sombong pada semua teman temannya Jeffan langsung menepuk kepala Sonny cukup keras "Apaan sih toh kalau engga ada si Willson kita juga engga bakalan tau tentang kasus ini" gerutunya sebal "Udah udah kalian jangan bicara yang keras!Bisa bisa nanti ada yang tau apa yang sedang kita bicarain" jelas Willson serius pada semua temannya Semuanya mengangguk setuju dengan apa yang Willson ucapkan "Intinya Willson kita harus siaga apakah pak Sam di pindahkan oleh seseorang?" gerutu Ben pelan tepat di telinga Willson "Iya kita harus siaga meski pun salah satu kunci gemboknya sudah kita pegang" jelas Willson "Benar, bisa saja mereka punya cadangan" tambah Sonny Waktu berjalan terasa begitu cepat, mereka masih mengerjakan pekerjaan pekerjaannya bersama dengan beberapa senior yang ikut bertugas. "Para Junior!" sahut seorang senior dengan suara lantang dan berdiri di depan meja meja bawahannya "Siap pak!" jawab mereka semua lantang Willson sedikit curiga dengan panggilang tiba tiba pada para junior "Ada apa nih? apa mungkin ini semua pengalihan?" gerutu Willson dalam hatinya "Jika memang pengalihan supaya pak Sam bisa di pindahkan ke tempat yang aman, artinya kita harus segera hubungi pak Baskara supaya nanti dia bisa stay berjaga di luar kantor polisi dan bisa mengikuti kemana mereka membawa pak Sam" gerutu Ben dalam hatinya "Karena memang kita tidak mungkin bisa melawan para senior, jumlah mereka sangat banyak! dan jika kami melawan hanya untuk mendapatkan info tentang pak Sam kita tidak bisa melakukannya di sini tanpa pak Baskara" ujar Jeffan Senior itu menatapi bawahannya dengan tatapan serius "Ambilkan beberapa berkas rahasia di ruang bawah tanah!" jelasnya dengan suara lantang "Maaf, berkas yang mana pak?" tanya Willson dengan tatapan serius "SEMUANYA! Tanpa terkecuali" jawab senior dengan suara yang semakin lantang Semuanya pun mengangguk "Baik pak" jawab mereka segera "Cepat!" perintah senior itu lagi Willson, Gio, Ben, Sonny dan Jeffan pun segera bergegas dari sana dan menuju untuk ke lantai bawah. Setelah sampai di sana mereka pun mulai beradu mulut. "Sialan! kita engga bisa bertindak nih kalau gini, yang ada nanti para senior tahu kalau kita bantuin pak Baskara" gerutu Gio membuang nafasnya kesal Sementara itu Willson langsung menghubungi Baskara. "Kita terpaksa harus pura pura engga tahu apa apa sih, semoga pak Baskara dan timnya di luar bisa menangani semuanya" jelas Jeffan "Iya tapi mereka harus berhati hati, karena katanya kemarin pun pak Baskara ada yang ngikutin sampe kantor polisi" tambah Ben serius "Stt kalian diam dulu" ujar willson "Hallo ada apa Willson?" ujar Baskara yang terdengar di dalam mobil Willson mencoba untuk merileksan pikirannya "Hallo pak, kami sekarang sedang dinas malam dan belum sempat untuk mengecek ruangan tempat penyekapan pak Sam. karena sekarang kami pun malah di suruh untuk ke ruang bawah tanah membawa beberapa berkas yang jumlahnya banyak banget, kami mulai berpikir sepertinya ini pengalihan pada kami supaya para senior bisa memindahkan pak Sam malam ini" jelas dia "Astaga, yang bener Willson? oke oke saya akan coba pantau kantor polisi dengan seksama karena memang sepertinya penjagaan kantor polisi saat ini sangat ketat" jelas Baskara "Iya pak penjagaannya sangat ketat, jadi bapak sudah ada di area sini?" tanya Willson "Sudah! kalian engga usah khawatir saya di sini bawa banyak orang kok" jawab Baskara "Baik pak kalau gitu sudah dulu ya, saya harus segera bereskan dulu semuanya. Dan jika ada apa apa kalian harus hubungi kami" jelas Willson serius Baskara mengangguk "Baik" jawabnya lalu menutup sambungan telponnya "Hah sekarang kita cepet beresin tugas dari si tua itu ayo" ujar Willson menatapi rekannya serius Semuanya mengangguk setuju "Ayo" jawab mereka bersaman ◇◇◇◇ Sementara itu Baskara dan yang lainnya sudah sampai di area dekat kantor polisi, mereka sangat berjaga dari sekitar. "Sepertinya mereka belum terlihat, atau mungkin mereka sedang bersembunyi?" gerutu Pak Meggy pada Baskara Baskara membuang nafasnya begitu berat lalu menatap ke sekeliling "Ya pak, sepertinya mereka memang sedang bersembunyi. Saya sangat yakin mereka juga sedang merencanakan sesuatu untuk kita" gerutu Baskara dengan serius "Semuanya, kalian berhati hatilah dan berjaga! sebentar lagi sebuah mobil akan melewat dan kita harus mengikutinya. Entah apa jebakan yang akan mereka gunakan di sana pada kita, kita harus siap melawan semua resikonya. Ingat!" ujar Pak Meggy penuh penekanan di setiap katanya "Benar ini semua akan beresiko! berhati hatilah, kita harus selesaikan kasus ini" ucap Baskara menatapi semuanya serius "Siap pak!" jawab mereka semua yang ada di mobil yang sama dengan suara lantangnya
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN