"Demi keamanan kita semua, saya rasa malam ini sampai sini saja Willson pencariannya. Sepertinya para atasan kalian sudah bangun, kalian harus segera mengembalikan kamera cctv dan bergabunglah bersama mereka. Kita akan lanjutkan semua ini di malam besok, artinya tugas kalian di hari esok cari kunci untuk ruangan pak Sam. Jika kalian membutuhkan sesuatu segera hubungi kami" jelas Baskara dengan tatapan serius
"Iya benar pak Baskara kita harus melanjutkannya besok hari" angguk willson
Mereka pun setuju dan berjabat tangan sebagai tanda perpisahan malam ini. Baskara, Raina dan Pak Meggy langsung keluar dari kantor polisi. Dua mobil body guard yang sudah pak Meggy perintahkan untuk menjaga mereka rupanya sudah datang, sejak awal Baskara merasa di ikuti oleh sebuah mobil misterius.
"Lihat Baskara? mobil itu masih di sana, saya yakin sekali itu adalah mata mata" ujar Pak Meggy menatapi ke arah mobil itu sinis
"Iya pak, kita harus berhati hati" angguk Baskara
"Syukurlah kalian semua datang" ucap Raina menatapi delapan body guard itu dengan tersenyum ramah
Semuanya mengangguk tersenyum "Sudah menjadi tugas kami Nona, kami akan menjaga kalian" jawab mereka bersamaan
"Sialan! kok mereka panggil penjaga sih, kalau begini kejadiannya kita tentu aja kalah dong" gerutu si ketua suruhan Jack mulai panik
"Iya ketua, kita kalah jumlah!" Tambah yang lainnya dengan tatapan serius pada si ketua
Baskara, Raina dan Pak Meggy segera masuk ke dalam mobilnya. Begitu pun dengan para body guardnya yang masing masing masuk ke dalam mobil. Mereka pergi dari area sana, namun orang orang suruhan Jack tak tinggal diam dan langsung pergi untuk mengikuti mereka. Meski sudah tahu akan kalah telak karena jumlah orang tapi jika mereka tidak mencoba bisa bisa bossnya akan menghabisinya.
"Kita akan mulai di jalanan sepi, itu akan menguntungkan" gerutu mereka
Si ketua langsung mengangguk "Iya, setidaknya jangan sampai mati! kita tetap harus mencoba untuk serang mereka dan memiliki kesempatan untuk membunuh Baskara dan adiknya" ucap si ketua yang langsung diberi anggukan oleh semua rekannya
◇◇◇◇
Dara baru saja selesai dengan semua pekerjaannya di sesi 1 dan beristirahat sejenak. Waktu menunjukkan pukul 22.00, dia lalu duduk di ruangannya sendiri tepat berada di samping ruangan dokter Anna.
Dara membuang nafasnya cukup berat dan menyenderkan tubuhnya di kursi "Hahhh.. akhirnya bisa pegang hape lagi sekarang" gerutu Dara lalu meraih ponsel di mejanya
"Eh ada pesan dan telpon dari Baskara yang terlewat?" gerutu Dara lalu membenarkan duduknya dan menatapi ponselnya serius
"Hm jadi mereka ke kantor polisi sekarang? semoga aja semuanya lancar dan kalian di permudah" gerutu Dara lagi membuang nafasnya cukup berat
Dara mencoba untuk menelpon kembali Baskara berniat untuk menanyakan bagaimana perkembangan mereka. Setelah beberapa kali suara sambungan telpon terdengar, akhirnya Baskara mengangkat telponnya.
"Hallo Baskara?" ujar Dara segera
"Hallo Dara, kamu udah lagi istirahat ya?" jawab Baskara segera
Dara mengangguk dan tersenyum "Hm iya nih, maaf ya aku baru liat hape soalnya jadi engga bisa ikut ke kalian deh malam ini. Betewe gimana tadi udah berhasil cari lokasi pak Sam?" tanya nya segera
"Ya Dara kita dapet klu di sebuah ruangan tepat di kantor polisi, kita yakin banget sih pak Sam ada di sana tapi kita masih belum bisa buka ruangan itu dan bicara sama pak Sam karena kita hampir ke pergok sama atasannya Wilson. Karena kita merasa keadaan udah engga aman di sana jadi kita langsung cabut balik aja dari sana, biar besok Wilson cari kunci ruangan itu dan malamnya kita berencana untuk menyelinap ke kantor lagi. Dan selama perjalanan kami ke kantor polisi tadi kami merasa sebuah mobil ngikutin kita jadi pak Meggy telpon beberapa body guardnya untuk berjaga" jelas Baskara dengan latar suara di dalam mobil
Dara mengangguk angguk "Syukurlah kalau kalian sudah mendapatkan klu baru, tapi ada yang ngikutin kalian? siapa? apa mungkin suruhannya seseorang? jika benar, artinya kalian harus berhati hati sekarang mau pun besok pas kalian mau ke kantor polisi lagi. Bisa aja para polisi senior akan tau segalanya dari mereka" jelas Dara serius
Baskara, Pak Meggy dan Raina lalu bertatapan. Apa yang Dara ucapkan benar adanya, pasti akan seperti itu. Namun hal itu belum sempat terpikirkan oleh mereka.
"Benar sekali Dara, artinya kita harus bikin rencana baru untuk besok" ucap Baskara serius
"Iya bang kita nanti harus bicarakan semua ini" tambah Raina
Pak Meggy mengangguk "Iya untuk sekarang yang terpenting kita balik dulu" ucap Pak Meggy
"Iya Dara kita akan bikin rencana lagi buat besok, kalau gitu udah dulu ya aku lagi ngendarain mobil soalnya" jelas Baskara
Dara pun mengangguk "Iya Baskara kalian hati hati ya" ucapnya sedikit tersenyum
"Iya Dara, bye"
"Bye"
Mereka pun mematikan sambungan telponnya. Tiba tiba sebuah mobil menubruk mobil yang Baskara kendarai, tepat menubruk ekor mobil Baskara dan membuat mereka terpental ke depan.
"Ya ampun apa apaan ini" gerutu Raina lalu segera menatap ke belakang
Begitu pun dengan Pak Meggy "Itu mobil body guard kita tapi kenapa tiba tiba nubruk gitu ya?" gerutu pak Meggy kebingungan
Baskara menatapi semuanya dari kaca spion, dia melihat sebuah mobil asing yang sejak tadi mengikuti mereka kini berada di antara mobil para body guard.
"Sepertinya mobil asing tadi pak, mereka nabrak mobil body guard kita dan membuat mobil mereka menyenggol mobil kita. Sebaiknya kita segera pergi dari sini" ucap Baskara lalu menancap gassnya semakin kencang dan perlahan menjauh dari mereka
"Iya bang, para body guard itu akan menangani semuanya" ujar Raina masih menatap ke belakang
Pak Meggy hanya mengangguk. Mereka mulai menjauh dari sana, sementara ke dua mobil body guard itu bekerja sama untuk menjepit mobil asing dengan cukup kasar. Membuat mobil suruhan Jack sulit untuk bergerak.
"Sialan kita terjebak! dan si Baskara malah udah kabur" gerutu si ketua
"Ahh bisa kena tabok boss lagi ini mah" gerutu yang lainnya kesal
Mereka pun memutuskan untuk menghentikan mobilnya karena memang kondisi mereka yang sulit untuk bergerak. Saat itu pun mobil ke dua body guard berhenti dan mereka keluar dari sana untuk menghadapi orang yang terjebak di dalam.
◇◇◇◇
"Maaf boss, kita udah berusaha untuk kejar mereka tapi body guardnya banyak banget dan mereka berhasil lolos karena banyak yang jaga. Untung aja kami masih bisa lolos gimana kalau engga" gerutu si ketua yang kini berdiri di hadapan Jack tepat berada di tepi kolam renang yang ada di apartemen pribadinya.
Jack di sana berdiri hanya mengenakan celana pendek, tubuhnya basah karena pagi ini dia sudah berenang bersama dengan ke dua gadis seksi yang menemaninya semalaman. Dia menatapi semuanya dengan tatapan datar.
"Untung kata lo hah? rugi yang ada! seharusnya lo semua harus bisa habisi Baskara malam tadi, arrghh! sialan! hari ini intai kembali mereka dan kalian akan ganti mobil dengan kapasitas penumpang yang banyak. Kita akan tambah anggota untuk penyerangan" ujar Jack menatapi semuanya kesal
Tangan Jack mengepal kuat membuat mereka semua sangat takut dan hanya menunduk di hadapan bossnya.
"Baik boss" jawab mereka semua bersamaan
Jack menendang salah satu dari mereka hingga membuatnya terjatuh "Tunggu apa lagi pergi kalian dari sini dan segera habisi Baskara malam ini!" tegasnya penuh penekanan di setiap katanya
"Ba- baik boss" mereka lalu pergi dari sana dengan ketakutan
Jack memegangi kedua kepalanya kasar, karena sebelumnya dia sangat berharap pagi ini dia mendapat berita baik atas kematian musuh musuhnya.
"Aarrggghh sialan! Baskara bisa menghambat pembelian lahan gue, sekaligus berita besar bahwa lahan itu akan gue jadikan klub akan semakin lama. Sialan!" teriaknya marah dan sudah geram dengan semuanya
Jack meraih ponselnya yang dia simpan di sebuah meja, dia lalu menelpon seseorang.
"Hallo, gua sarankan perketat penjagaan kepolisian malam ini! entah apa yang Baskara cari tapi dia semalam pergi ke kantor polisi dan menyelinap. Apa mungkin Baskara sudah tahu tentang Sam si gila yang di sekap di sana? atau engga gini deh, lo semua harus alihkan Sam! jangan biarkan dia masih di kantor polisi. Bawa dia ke sebuah tempat dan perketat penjagaanya!" tegas Jack dengan nada penuh penekanan
"Apa? serius? terima kasih atas informasinya kami akan menangani semuanya!" jawab si polisi dengan perasaan yang sedikit takut pada Jack
"Gue akan kirim lokasi untuk tempat barunya, jika Baskara sampai tahu lokasinya pastikan dia ikut kalian sekap di sana!" tegas jack lagi penuh dengan amarah yang membeludak
"Baik pak akan kami pastikan" jawab dia
Jack langsung mematikan sambungan telponnya. "Sial! gue akan pastikan Baskara hari ini lo akan mati atau gue sekap bersama dengan polisi gila itu. Hahh seenaknya lo mau cari tahu semuanya" gerutunya sembari menyunggingkan bibirnya
◇◇◇◇
Di sebuah kafe Baskara, Pak Meggy, Raina dan Dara memutuskan untuk bertemu. Waktu masih siang dan tepat di jam istirahat yang membuat mereka bisa berkumpul. Mereka sedang membuat rencana untuk malam ini.
"Malam ini kita harus semakin berhati hati, aku sarankan Dara dan Raina tidak ikut" jelas Baskara menatapi ke duanya serius
Raina dan Dara sangat terkejut "Lhaa kok engga ikut bang?" kaget Raina membelalak
"Benar ucapan Baskara, malam ini mungkin saja akan sangat berbahaya. Jadi kalian jangan ikut ya, apa lagi mereka pasti tau kalau kita akan ke sana lagi. Biar kita yang akan tangani" jelas pak Meggy menatapi ke duanya serius
Dara pun mengangguk setuju dengan apa yang mereka sarankan, dia lalu memegangi tangan Raina erat supaya bisa mengerti keadaan. "Kata abang kamu bener banget mba Raina, sebaiknya kita nunggu kabar baik dari mereka" jelasnya
"Hmm baiklah mba Dara" angguk Raina memilih untuk pasrah dan menatapi abang beserta pak Meggy sendu
"Doakan kami ya" senyum Baskara pada ke duanya, ke duanya hanya mengangguk sembari tersenyum
Baskara pun mengangguk senang karena adiknya bisa nurut "Oke jadi nanti malam kita bawa satu mobil aja pak, maksud Baskara mobilnya harus agak besar biar nanti engga susah. Dan Baskara pikir kayaknya sih Pak Sam akan di jaga ketat atau kalau engga mungkin mereka akan memindahkan pak Sam jadi disinilah kita harus bener bener waspada. Kita harus fokus sama pak Sam dan serangan dari orang orang asing malam tadi." jelas Baskara menatapi pak Meggy serius