"Katakan yang sebenarnya, dengan begitu kami tidak akan melukai kamu" jelas Baskara dengan tatapan yang serius padanya
Willson mengangguk dan menatapi Baskara serius "Ya saya mengatakan yang sebenar benarnya lhoo, di malam itu para polisi muda seperti saya di beri tugas keluar kota dan tugas tugas lain yang berbeda. Intinya kami para polisi muda tidak ada di markas malam itu, Kami juga syok mendengar berita bahwa ada kebakaran terjadi tepat di malam setelah kami pergi dengan tugas kami" jelas Wilson dengan tatapan serius pada Baskara
"Makanya saya juga bingung, kenapa anda dan adik anda malah mencurigai kami? padahal kami polisi junior baru di beri tugas lho malam itu" jelasnya lagi menambahkan
Pak Meggy bertatapan serius dengan Baskara. Baskara kembali menatapi Wilson "Kalau polisi senior? mereka kemana tepat di malam itu?" tanya dia dengan penuh penekanan
Raina menatapi Wilson dengan tatapan kesal lagi "Ya, cepat katakan kemana polisi polisi senior?" teriaknya kesal
"Sabar Raina sabar, kita harus tetap tenang. Dan kamu Wilson saya mohon katakan yang sebenar benarnya. Karena kamu juga tahu ini semua menyangkut puluhan nyawa korban yang lenyap di malam itu" ucap Dara menatapi Wilson dengan tatapan yang sendu
Wilson membuang nafasnya berat "Hey kalian, saya sudah mengatakan semuanya dengan jujur lho. Saya juga ngerti kenapa kebakaran itu terjadi dan untuk para polisi senior mereka mungkin di markas dan tidak kemana mana. Hanya itu yang saya tahu" jelas Wilson dengan serius
"Kamu yakin?" tanya pak Meggy serius
"Kami mencurigai polisi karena ada alasannya pak Wilson yang terhormat, pertama adik saya yang merupakan korban kebakaran melihat orang orang berpakaian hitam tepat di malam itu, ke dua bukti dompet seorang polisi yang kami temukan di lokasi. Dompet itu tidak terbakar dan ini sangat sangat mencurigakan" jelas Baskara serius menatapi Wilson
Wilson mengerutkan keningnya dia benar benar tidak tahu dengan apa yang Baskara bicarakan "Dompet? dompet seorang polisi? milik siapa?" tanya Wilson dengan tatapan serius pada Baskara
"Saya engga bisa jelasin sekarang, sebelum anda menjelaskan jika memang anda tidak tahu tentang itu apa anda melihat hal hal ganjil yang polisi senior lakukan atau bicarakan?" gerutu Baskara penuh penekanan
Semua mengangguk setuju dengan yang Baskara tanyakan, Raina, Dara dan Pak Meggy tahu bahwa Baskara adalah orang yang tepat dalam hal seperti ini. Wilson berpikir semakin keras lalu dia mengangguk segera.
"Hal hal ganjil yang polisi senior lakukan atau bicarakan sih kayaknya akhir akhir ini banyak banget, soalnya kita juga para junior kadang penasaran dengan apa yang mereka maksud dan bicarakan. Tapi kami tetap saja tidak tahu apa apa tentang apa pun" ujar Wilson dengan tatapan bingung pada mereka semua
"Sepertinya Pak Wilson memang tidak terlibat dalam hal ini" gerutu Raina dengan suara pelan sembari menatapi Dara
Dara mengangguk dan memegangi bahu Raina lembut "Tenang Raina, semuanya perlahan akan terungkap" ujarnya sembari tersenyum manis padanya, Raina hanya mengangguk sembari masih mengendarai mobilnya
"Bisa jelaskan apa hal hal ganjil itu?" tanya pak Meggy
Wilson mengangguk dan menarik nafasnya berat "Oke, saya merasa kalian orang baik yang mau kasus ini terpecahkan. Saya pun sebagai anggota kepolisian tentunya sangat ingin tahu apa yang terjadi sebenarnya, terlebih lagi para atasan kami yang seakan menyembunyikan sesuatu setelah tragedi kebakaran itu" jelas Wilson serius
"Hal hal ganjil seperti, para senior selalu berbisik bisik satu sama lain dan sedang berbicara sangat serius berbeda saat kami datang mereka pasti langsung berhenti. Selanjutnya di suatu waktu salah satu senior kami tiba tiba berteriak 'Tenang saja, kita di kuasai orang besar! jangan takut' kami para polisi junior tidak begitu paham apa yang di maksud dia seakan akan mereka sedang merasa terancam oleh sesuatu dan mengatakan tenang saja karena orang besar melindunginya. Kami benar benar sangat bingung dengan apa maksud dari kalimat itu" jelas Wilson panjang lebar
Baskara membuang nafasnya berat "Hah, jadi para polisi senior yang harus di curigai" gerutunya membuang nafasnya berat
"Saya sangat salut karena keberanian anda dan adik anda saat itu pak, karena saya dan teman teman juga berpikir kenapa kasus ini di tutup tutupi? padahal korban berjatuhan cukup banyak" jelas Wilson
Pak Meggy mengangguk "Iya, makanya kami terus mencoba untuk memecahkan semua ini" ujarnya
"Soal dompet yang kalian temukan? dompet atas nama siapa?" tanya Wilson menatapi semuanya serius
Dara pun menatapi Raina, Raina mengangguk dan mengambil dompet itu dari saku bajunya lalu memberikannya pada Baskara. Baskara membuang nafasnya pelan "Kamu tau tentang polisi Sam?" tanya nya lalu membuka dompet itu dan melihatkan identitas si polisi padanya
Wilson sangat membelalak setelah tahu siapa orang yang ada di dalam identitas itu "Senior Sam?" ujarnya sangat kaget
"Kok bisa dompetnya ada di kalian?" tanya Wilson lagi menatapi Baskara tidak percaya
Baskara lalu kembali menutup dompetnya "Dompet ini di temukan di lokasi kebakaran tepat di depan rumah pak sam yang ikut terbakar parah dan menyebabkan istri dan anaknya meninggal yang menjadi pertanyaan kami adalah, dompet ini pertama kali dompet ini di lihat oleh Dara dan saat itu baru dia dan tim medis lain yang datang juga pemadam kebakaran yang menyusuri area sana. Anehnya, Dara melihat dompet ini dengan keadaan tidak terbakar dan masih utuh! sedangkan semuanya hangus. Apa ini tidak terlalu mencurigakan? kemungkinan pak Sam datang setelah kebakaran reda dan tak sengaja menjatuhkan dompetnya? apa begitu? tapi kenapa pak Sam kesana di malam yang berbahaya, satu lagi! setelah kami datang ke rumah keluarga pak Sam, beliau ternyata telah dinyatakan meninggal dunia pada ke dua orang tuanya. Padahal saya orang sana lhoo, saya juga tahu betul daftar kematian dan jelas pak sam tidak terdaftar di sana" jelas Baskara dengan tatapan yang marah dan kesal
"Apa? pak Sam di nyatakan meninggal? yang bener aja! sebelum kebakaran itu diumumkan tepat di malam itu saya lihat dia kok di video call rekan saya yang ada di markas" jelas Wilson serius
"Melihatnya di markas? dan bagaimana raut wajahnya?" tanya Dara segera
"Dia bersama para senior di sisi kanan dan kirinya, raut wajahnya... kurang jelas karena saya saat itu sedang video call, tapi yang saya inget dia kayak nunduk gitu" jelas Wilson mulai mengingat semuanya
"Rekan saya saat itu sedang duduk di luar Markas, dia juga ada tugas ke luar kota cuman karena ada kepentingan ke markas jadi dia ke markas dulu di malam itu. Tapi ingat yaa, saya video call tepat sebelum kami tahu ada kebakaran besar terjadi di sebuah kampung" tambah Wilson lagi
"Tunggu tunggu.. saya mulai paham" gerutu Baskara memegangi kepalanya dan membuang nafasnta begitu berat
"Jadi?" gerutu Pak Meggy
Raina membuang nafasnya berat dan tak sanggup lagi mengendarai mobilnya. dia pun menepikan mobilnya di pinggir jalan sepi. "Raina tenang dulu yaaa tarik nafas dalam dalam" ujarnya khawatir, Raina mengikuti intruksi dari Dara
"Jadi semua ini memang jelas polisi terlibat?" ujar Pak Meggy sangat kesal
Wilson terlihat kecewa dan mengangguk "Setelah saya mendengar semuanya dari kalian, kok saya makin yakin ya atasan atasan saya memang terlibat" gerutunya
"Jadi kemungkinan besar begini kejadiannya, ini saya bukan mau memfitnah siapa pun mau pun pihak mana pun yaa, tapi kita coba bikin semisal mungkin kejadian yang terjadi dari semua fakta yang kita dapat. Pertama Raina melihat orang orang berpakaian hitam dengan jumlah yang cukup banyak jika memang itu para polisi senior artinya pak Sam terlibat dong dalam ini, berarti dia rela membakar rumah istri dan anaknya tapi entah bagaimana alasannya kenapa pak Sam mau mungkin rekan rekannya mengatakan mereka akan menyelamatkan istri dan anak pak Sam. Namun, rekan rekannya melanggar janji atau tidak sengaja rumah Pak Sam ikut terbakar. Saat pak Sam tahu dia mencoba mau menyelamatkan namun keadaan rumahnya sudah hangus dan di saat itu pak Sam hilang kendali dan rekan rekannya mencoba menenangkannya. Tanpa sengaja dompet yang pak Sam kantongi itu terjatuh di sana dengan keadaan rumah pak Sam kobaran apinya sudah terelai sehingga dompet ini hanya terbakar sebagian. Setelah itu para polisi senior segera pergi dari tempat kejadian dan langsung kembali ke markas dan Wilson yang sedang video call dengan rekan polisi juniornya tak sengaja melihat mereka yang baru pulang dengan keadaan pak Sam yang sudah terlihat lesu" jelas Baskara panjang lebar menatapi semuanya serius
Baskara memegangi kepalaya lagi, mengingat semua orang yang dia kenal meninggal bersamaan, apa lagu dengan ke dua orang tuanya "Pertanyaannya, kemana pak Sam saat ini? dan kenapa pihak kepolisian mengatakan kalau pak Sam meninggal? jelas jelas Wilson melihat Pak Sam di malam itu" ujar Baskara lagi
"Ya benar sekali" angguk Dara, Raina dan pak Meggy
Wilson juga ikut mengangguk "Dan jika memang mereka terlibat, siapa yang menyuruh mereka? mengingat atasan saya yang pernah mengatakan kalau ada orang besar yang menguasai mereka. Apa pemerintahan? tapi atas dasar apa mereka melakukannya?" tanya wilson yang sekarang juga mulai ikut kesal dengan semua fakta yang ada
"Itu yang harus kita cari tahu, wilson apa kamu mau ikut bersama kita dan menyelesaikan kasus ini?" tanya Baskara dengan tatapan serius
semua mata tertuju pada Wilson saat ini, wilson langsung mengangguk dengan tatapan serius. "Ya, saya mau! saya akan mencari info dari dalam markas dengan sangat berhati hati. Saya juga aparatur negara yang harus menegakan keadilan, beri saya waktu saya akan mengumpulkan semua tanda apa pun itu" jelas dia dengan serius
"Baik, terima kasih Wilson" senyum Baskara lalu membuang nafasnya berat
"Ya kita harus bekerja sama" angguk Pak meggy
"Semoga semuanya cepat terselesaikan" ujar Dara masih menenangkan Raina yang justru malah teringat kejadian mengerikan itu
◇◇◇◇
Sedari tadi Jack menunggu balasan chat dari Dara namun Dara tidak membalasnya mau pun membacanya, Jack mulai kesal dan keluar dari kantornya. Jack mengendarai mobil sendirian dan menuju ke rumah sakit. Tak lama akhirnya dia sampai di sana dan langsung masuk ke dalam.
"Di mana si Dara" gerutu Jack pelan sembari menatapi ke sana ke mari
Tiba tiba dia melihat seorang dokter yang berdiri di sana, Jack langsung menepuk bahunya dan membuat empunya kini menatap ke arah Jack.
"Hm, ada yang perlu saya bantu?" tanya dokter Zean