Pak Meggy mengangguk angguk "Iya iya" jawabnya
Dara dan Baskara tersenyum menatapi pak Meggy "Ayo kalian segera di makan yu makanannya" ajaknya
"Hmm baik pak" jawab ke duanya bersamaan
"Iya kita harus banyak makan biar fit apa lagi besok destinasi kita cukup banyak lhoo" ujar Pak Meggy sembari memegangi segelas air putih lalu meneguknya setelah selesai berbicara
Baskara dan Raina hanya mengangguk angguk sembari tersenyum. Mereka makan bersama sampai kenyang.
◇◇◇◇
Jack berada di dalam sebuah mobil pribadinya, bersama dengan seorang sopir yang mengantarnya. Jack duduk di kursi belakang, tatapan tajamnya tertuju ke arah luar jendela di mana orang orang sedang sibuk dengan aktifitasnya masing masing.
"Gue melakukan ini sangat sangat terpaksa, sebenarnya gue udah jijik untuk bertemu dengannya. Tapi tetap saja, gue harus memastikan kebenarannya" gerutu Jack dalam hatinya
Jack lalu mengeluarkan sebuah foto dari jasnya, berisi foto terbaru ayahnya dan selingkuhannya yang dia dapat dari mata mata rahasia yang dia bayar. Mereka sedang berada di sebuah pantai dengan jarak yang tidak jauh dari rumahnya. Mungkin itu lah yang membuat Jack kesal, sedikitpun ayahnya tidak peduli dengan keluarganya sendiri dan hanya memedulikan si selingkuhan yang tak pantas.
"Cih, pramugari murahan! gue bisa membeli semua cewek di dunia ini tapi gue tidak akan melakukannya jika gue sudah berkeluarga! bokap gue terlalu gila, stress dan engga waras lagi" gerutu Jack pelan menatapi foto itu dengan tatapan yang marah namun terus berusaha dia pendam amarahnya
Tiba tiba ponselnya berdering, Jack langsung mengangkat telponnya setelah tahu salah satu mata matanya yang lain kini menelponnya.
"Halo" ujar Jack segera
"Hallo Bos! kami sudah mengintai si Baskara sama adiknya sejak tadi pagi di jam 4, tapi kayaknya dia sama adeknya engga ada di kontrakannya boss. Kira kira kemana yaa" ujar dia dengan suara yang panik
Jack membuang nafasnya berat dan mengepalkan tangannya kuat "Kenapa kalian t***l sih! kenapa engga intai si Baskara sejak kemarin? gue udah peringatkan kan?" tegasnya dengan suara lantang
"Aduh kalian bener bener cari mati dah! semalaman malah sibuk judi sih" gerutu si sopir pelan tanpa bisa terdengar oleh Jack
"Ma- maaf boss! kami lupa kemarin" ujar mereka dengan suara yang terbata bata
Jack memutar bola matanya, rasa rasanya kepalanya akan pecah. "Cepat cari tahu di mana mereka! kalau sampai siang kalian engga bisa mengintai si Baskara awas aja! mati kalian" tegas Jack lagi dengan penuh ancaman
"Iya boss"
"Kami akan pastikan kami segera mencari keberadaan Baskara dan akan segera menemukannya boss" jawab ke duanya bersamaan
Jack terlihat semakin kesal "Cih" gerutu nya lalu segera menutup telponnya
"Sialan! kenapa waktu itu gue engga suruh mereka intai Baskara sih, saat si Baskara anterin Dara pulang! hahh sialan" gerutu Jack lagi dengan suara lantang
Si Sopir lalu menatapi Bossnya dari kaca "Tenang tuan, tuan harus fokus dulu sama masalahnya Nyonya dulu" jelas si Sopir menyarankan
"Lo bener" angguk Jack lalu membuang nafasnya berat, dia mengacak acak rambutnya frustrasi
Jack mendapat pesan dari seseorang yang tak lain adalah sekutunya, si gubernur. Jack lalu membaca pesannya yang berisi...
"Bagaimana dgn pemuda bernama Baskara itu? sudah anda tangani?"
"Hati² cepat atau lambat jika di biarkan, dia bisa membongkar semuanya. Anda jangan membiarkan dia, bunuh saja jika perlu!"
"Supaya pengumuman pembelian lahan atas nama Anda bisa di umumkan segera tanpa ada penghalang lagi"
Begitulah isi pesan dari si Gubernur yang menyerukan untuk membunuh Baskara secepatnya. Jack tidak membalasnya dia lalu menutup layar ponselnya dan mencoba merileks an pikirannya.
"Bagaimana dengan Dara?" gerutunya pelan
Jack membuang wajahnya dan menatap ke jalanan "Hah, sejak kapan gue peduli sama dia. Benar, ucapan pak Gubernur benar. Di kesempatan emas mata mata gue harus dengan sigap membunuh Baskara" jelas Jack dengan tatapan serius
Mobilnya pun melesat jauh dan sampai di pantai. Dengan segala pikiran yang mengisi kepala Jack, Jack tetap harus mengakhiri semua keinginannya. Keinginan besar yang dia pikir akan mengubah segalanya, dunia akan menjadi miliknya dan orang orang yang selama ini menyakitinya dan ibunya akan dia hancurkan.
Jack keluar dari mobil dan berjalan santai ke pinggir pantai. Di mana beberapa orang tengah berjemur di sana dengan pakaian terbuka. Jack mengenakan kaca mata hitam dan pakaian yang serba hitam. Dia terus melangkahkan kakinya sampai dia menemukan sosok yang sudah lama ini dia cari cari. Ayahnya sedang berjemur santai bersama dengan wanita seksi berbikini di sampingnya. Mereka terlihat bermesraan tanpa berpikir bahwa saat ini mereka sedang berada di tempat umum. Jack terus melangkahkan kakinya lalu dia berhenti di samping sang ayah yang sudah 3 tahun tidak dia jumpai.
Jack lalu duduk di kursi tepat di samping ayahnya masih dengan raut wajah santai dan cool, Ayah dan selingkuhannya itu lalu menatap ke arah Jack dengan tatapan bingung. Mereka seakan bertanya tanya siapa dia. Perempuan itu lalu memegangi tangan ayah Jack dengan erat nya dan semakin mesra dia tidak peduli dengan siapa yang ada di samping mereka.
"Sejak gue duduk di bangku SMP, saat itu gue baru sadar! bahwa bokap gue yang selama dari gue kecil gue bangga banggakan ternyata hanya seorang b******n pemain ranjang" ujar Jack dengan suara penuh tekanan
Hal itu membuat Ayahnya dan si selingkuhan terkejut dengan apa yang Jack ucapkan, Ayah Jack menatapi Jack dengan seksama. "Siapa kamu" tanya nya langsung
Jack tersenyum lalu membuka kaca matanya "Siapa lagi? atau jangan jangan lo punya anak laim dari rahim cewek lain? cewek murahan seperti dia mungkin?" ujar Jack masih dengan senyumannya sembari menunjuk si selingkuhan ayahnya itu
"Jack, ka- kamu di sini?" gerutu ayah Jack dengan tatapan sangat terkejut
Si selingkuhannya pun sama sama terkejut dan menatapi Jack sedikit takut "Hey jalang! di beri uang berapa lo sama bokap gue? ehh sorry sorry mantan bokap gue maksudnya, lo rendahan banget tau gak! menghancurkan keluarga orang lain dan ketawa ketiwi di sini? sentuh sentuh manja suami orang kayak gini? gak tau malu! nyari duit jangan segininya tante" ujar Jack tersenyum meledek wanita itu
Semua orang yang berada di sana mendengarkan apa yang Jack ucapkan, hingga mereka pun mulai tertarik pembicaraan mereka. Ayah Jack menatapi Jack kesal, lalu dia menatapi si selingkuhannya. Wanita itu terlihat menahan malu dengan membuang wajahnya.
"Idih, tiba tiba aja lo malu malu tan! padahal sejak tadi gue lihat lo nempel banget sama mantan bokap gue, hahhh manusia! engga ada puas puasnya. Padahal dari pada lo beginian sama mantan bokap gue, mending lo jadi kuli kek. atau apa kek, lagian uang mantan bokap gue segimana banyak sih? hah" sinis Jack padanya
Ayah Jack menatapi Jack marah apa lagi dengan orang orang di sana yang kini menatapi wanita itu dengan tatapan merendahkan "Jack hentikan! apa apaan kamu hah, ayo kita bicarakan semua ini di tempat lain" jelas sang ayah lalu memegangi tangan jack
Jack dengan cepat melepaskan tangan ayahnya dengan sangat kasar "Lo gak usah sentuh sentuh gue! Jangan merasa lo bokap gue sekarang, jangan pikir lo bisa mendidik gue! lo justru jauh lebih harus di didik! istri dan anak lo di rumah nungguin lo balik, lo mulai berubah dan jarang pulang di saat saat kami sangat membutuhkan sosok seorang ayah. Lo engga pernah membayangkan apa? istri lo di rumah nungguin segimana sakit dan sedihnya dengan over thingking nya selama ini? semalaman ibu gak bisa tidur! ibu pulang kerja malam dan dia selalu berusaha kuat di depan kita, dia selalu memasakan sesuatu untuk kita, padahal keadaannya dia saat itu sangat drop! saat itu dia sangat sangat hancur, lo alasannya kenapa dia seperti itu! gue terima kalau selama ini lo abaikan gue sama Dara. Tapi buat menyakiti nyokap gue sejauh ini gue gak bisa biarin lagi" teriak Jack dengan amarah yang membeludak di kepalanya
Ayah Jack hanya terdiam, ya dia sadar dia salah. Hubungannya dengan si pramugari sudah berlangsung belasan tahun. Namun tetap saja dia tidak bisa meninggalkan di pramugari.
"Jack kamu belum ngerti! kamu harus denger penjelasan ayah" jelas ayahnya dengan suara lirih
Jack menatapinya murka "Jangan berlaga menjadi seorang ayah deh! selama ini lo kemana? demi w************n ini lo ninggalin kita bertiga! kehangatan keluarga kami tidak seperti dulu, itu karena kami selalu menginginkan lo kembali! Kita mungkin sangat bodoh karena sudah mengharapkan lo kembali" teriak Jack dengan mata memelotot pada ayahnya itu, di sorot mata Jack terlihat kekesalan yang sudah dia pendam sejak lama. mata Jack memerah dia selalu terbayang bagaimana bodohnya ibunya dulu yang justru menampar Jack dengan keras karena Jack mengatakan bahwa ayahnya harus di curigai.
"Jack.. iya ayah salah! ayah ngaku salah dan kalian korbannya, ayah tau kok ayah layak di hukum. Ayah juga sudah mencoba untuk menghentikan semua ini tapi itu sangat sulit Jack" jelasnya dengan tatapan sendu pada Jack
Jack tersenyum lalu bangun dari duduknya dan menatapi ke duanya "Tidak papa, lanjutkan saja! gue ke sini cuma mau memastikan aja apa kata orang orang bener tentang bokap gue yang bawa w************n ke mana mana. Eh tertanya bener, engga usah balik ke rumah kami ya! engga perlu jelasin ke nyokap juga, gue yang akan jelasin semuanya" ujar Jack lalu pergi dari hadapan ayahnya dia kembali mengenakan kaca matanya
Ayahnya menatapi Jack sendu "Jack tunggu dulu" ujarnya tanpa berani untuk bangun dan menghentikan Jack
"Jack" ujarnya lagi
Setelah Jack benar benar pergi dia pun memegangi ke dua kepalanya yang terasa sakit "Jack maafin ayah" lirihnya pelan
Si wanita itu lalu melepaskan pegangan tangannya dan menatapi orang orang takut mereka yang saat ini menatapi dirinya dengan tatapan marah.
"Pantas aja penampilannya seksi gitu, toh pelakor"
"Iya pantes aja dari tadi mesra mesraan di sini engga tau malu, pelakor"
"Bener tuh kata anak muda tadi mending jadi kuli dari pada rebut suami orang"
Begitulah reaksi orang orang yang ada di sana.
◇◇◇◇
Jack kembali untuk masuk ke dalam mobilnya, di belakangnya ada seseorang yang sejak tadi mengikutinya dan dia pun juga masuk lalu duduk di kursi sopir, yang tidak lain adalah si sopir yang Jack suruh untuk merekam semuanya sejak tadi.
"Sudah ke rekam semuanya kan" tanya Jack dengan tatapan datar
Si sopir lalu mengangguk "Iya tuan, semuanya sudah saya rekam" jawabnya segera
"Oke, gue akan suruh ibu liat semuanya nanti. Ibu harus membuka mata, belasan tahun dia tidak percaya dengan apa yang gue ucapkan. Tapi sekarang dia akan sadar sendiri, bahwa dia harus memutuskan untuk perceraian" gerutu Jack pelan
◇◇◇◇
Baskara, Raina dan Pak Meggy keluar dari rumah megah itu. Terlihat dua mobil sudah menunggu mereka di sana.
"Raina kamu ke kantor duluannya, karena banyak banget kerjaan yang harus kamu selesaikan dan untuk Baskara seperti yang sudah bapak jelaskan kita berdua akan melanjutkan penyelidikan" jelas pak Meggy serius