Ke duanya mengangguk "Iya pak, ini hari pertama saya kembali bekerja. saya akan sangat sangat bersemangat" jelas Raina dengan senyuman merekah
"Iya Raina" angguk Pak Meggy
"Ya udah cepet berangkat gih Raina" ujar Baskara segera
Raina pun mengangguk angguk "Iya ya udah Raina berangkat dulu yaa" senyumnya pada ke duanya
Tiba tiba ponselnya bergetar, Raina segera mengecek dulu ponselnya. "Bu Jihan chat? ada apa ya" gerutu Raina pelan
"Ada apa Raina?" tanya Pak Meggy serius
"Ini ibu ibu tetangga kita di kontrakan chat, bentar Raina buka dulu pesannya" jelas Raina
Pesannya berisi :
Neng Raina sama Si abangnya kemana semalam? engga pulang ke kontrakan ya? apa ada masalah neng? soalnya dari tadi subuh ada mobil mencurigakan yang berhenti engga jauh dari kontrakannya kalian. berjam jam mobil itu ada di sana, hingga kami sapa dan bertanya apa yang mereka cari mereka langsung bilang kayaknya salah jalan udh gitu pulang gitu aja mreka. Kami takut mreka siapa dan kenapa, balas chat dari ibu ya neng ibu khawatir.
Raina langsung menatap takut ke arah abangnya dan Pak Meggy, Pak membuang nafas berat sembari memegangi kepalanya. "Nah kan udah bapak bilang, mereka engga akan diem aja lhoo. makanya mulai sekarang kalian menetap di sini aja yaa, mau engga mau kalian harus nurut sama bapak ya" ujar pak Meggy penuh permohonan
Baskara lalu menatapi Raina sendu kemudian dia mengangguk pada pak Meggy "Baik pak, saya rasa pun kayaknya itu memang pilihan terbaik" jelas Baskara
"Hmhh iya pak, terima kasih ya karena sudah mau membiarkan kami tinggal di sini" tambah Raina menatapi pak Meggy sendu
Pak Meggy mengangguk dan tersenyum "Udah udah engga usah terima kasih ya, ayo sekarang kamu berangkat aja yaa. Bapak sama Baskara juga mau lanjutin penyelidikan" jelas Pak Meggy
Raina pun mengangguk dan berpamitan pada Baskara dan Pak Meggy, setelah masuk ke dalam mobil dan menuju kantor Raina segera membalas pesan dari Bu Jihan selaku tetangganya yang baik padanya.
Begitu pun dengan Pak Meggy dan Baskara yang segera bergegas untuk melakukan penyelidikan. Baskara menyarankan pada pak Meggy untuk ke sebuah rumah yang merupakan keluarga Pak Sam, Baskara tahu karena dulu sempat mengantarkan pak Sam ke rumah keluarganya. Baskara dan pak Meggy tidak hanya berdua mereka bersama dengan sopir dan mobil berisi body guard yang mengikuti mereka atas perintah pak Meggy.
"Kamu yakin masuk ke area sini rumahnya Baskara?" tanya pak Meggy
Baskara segera mengangguk "Iya pak, kenapa memangnya?" tanya Baskara
"Bukan apa apa, bapak ngerasa engga asing aja masuk ke area kampung ini" jelas pak Meggy
Baskara tersenyum "Hayo loh pernah ke sini kemana pak?" goda Baskara
"Haha apa sih kamu Baskara, dulu bapak sering ikut pertandingan bola antar kampung mungkin bapak pernah ke sini" jelas Pak Meggy sembari menatap ke luar jalanan
Mengingat masa lalunya yang cukup kelam sangat membuat hatinya terenyuh, Pak Meggy berasal dari keluarga yang sangat tak punya. Hingga dia harus bekerja sebagai penjual koran dan sekarang membuka perusahaan percetakan terbesar di kota.
◇◇◇◇
"Dara?" sapa dokter Anna yang baru saja sampai di rumah sakit
Dara yang sedang menuju ke ruangannya itu langsung membalikkan badannya dan menyambut senyuman dokter Anna dengan manis.
"Eh dokter Anna, selamat pagi" sapa Dara
Dokter Anna tersenyum "Selamat pagi, kamu pagi banget berangkatnya" ujarnya
"Iya nih dok" jawab Dara segera
"Hm kira kira Dara sama dokter Zean udah sedekat apa yaa? atau hati Dara masih tertuju buat Baskara ya?" gerutu Dokter Anna dalam hatinya
Dokter anna menatapi Dara serius "Eh Dara, gimana kabarnya pasien yang waktu itu kamu rawat? hmm siapa ya namanya Ra.." ujarnya menggantung karena lupa dengan namanya
"Mba Raina?" sahut Dara segera sembari tersenyum
"Nah dia maksud aku" ujar Dokter Anna sembari tersenyum
Dara pun tersenyum manis padanya "Dia sudah baikan sekarang, udah fit banget malahan dok dia udah mulai kerja lagi hari ini. hmm seneng banget rasanya melihat pasien yang kita rawat sudah sembuh total yaa" jelas Dara
Dokter Anna pun tersenyum dan mengangguk "Jadi gimana nih maksudnya? apa Dara masih berhubungan dengan mereka atau malah sering bertemu? jika iya, berarti Dara benar benar menyukai Baskara. Hm tapi yaa itu sih gimana dara nya aja, mau Baskara atau pun dokter Zean mereka sama sama baik buat Dara" gerutu Dokter Anna dalam hatinya
"Iya pasti dong Dara, seneng dan bersyukur banget rasanya tugas kita selesai gitu ya engga" ujar Dokter Anna
Dara segera mengangguk "Nah itu dok maksud Dara" jawabnya
Tiba tiba dokter Zean datang ke arah mereka dan menyapa ke duanya "Hallo selamat pagi Dokter Anna dan juga Dara" ujar Dokter Zean dengan senyum manis di wajahnya
"Selamat pagi dokter Zean" ucap ke duanya bersamaan
"Ya udah saya ke ruangan saya dulu ya Dara" senyum dokter Anna padanya
Dara hanya mengangguk dan sedikit bingung "Saya ke ruangan dulu dokter Zean, mari" ujar dokter Anna pada Zean
"Iya" angguk dokter Zean segera
Dokter Anna pun pergi dari harapan mereka berdua "Hm Dara? udah sarapan?" tanya dokter Zean
Dara tersenyum dan langsung mengangguk "Udah dok, kalau dokter Zean?" tanya nya
"Udah juga, nanti siang makan bareng di ruangan saya yu" ajak dokter Zean dengan senyuman tipis penuh harap pada Dara
Dara memelotot terkejut dengan ajakannya "Kenapa lagi lagi ajak makan bareng sih ya? hmm apa dugaan aku selama ini bener ya? tapi inget, aku engga boleh jutek sama cowok yang suka sama aku apa lagi dia atasan aku di sini. aku harus cari cara sih" gerutu Dara dalam hatinya
"Dara, hmm mau kan?" tanya dokter Zean membuyarkan pikiran kacau Dara
Dara segera mengangguk dan tersenyum "Ehh iya iya dok, saya mau. Tapi.. saya boleh kan ajak Linda, Ahmad dan Arfan buat makan barengnya? soalnya kan biar lebih rame dan enak gitu makan nya kalau bareng bareng" ujar Dara sangat berhati hati sembari menatapi dokter Zean
Dokter Zean terdiam beberapa saat dengan raut wajah kebingungan "Hmm permintaan Dara aneh aneh ah, tapi mau gimana lagi dari pada dia ilfil ke saya saya harus iyain" gerutu dokter Zean dalam hatinya
Tak lama dia pun mengangguk dan tersenyum pada Dara "Hm iya boleh, kalau itu memang kemauan kamu" jawab Dokter Zean
"Yess, makasih ya dok" ujar Dara tersenyum manis
"Iya Dara sama sama" jawabnya segera
"Yess, aku engga akan berada di situasi canggung lagi sama dokter Zean nanti" gerutu Dara dalam hatinya
◇◇◇◇
Mobil Baskara dan Pak Meggy sudah sampai di depan rumah gedong sederhana, dengan suasana kampung yang masih asri dan tentram. Mereka sudah masuk ke dalam dan sudah sedikit berbincang bincang pada si pemilik rumah tentang tujuan kedatangan mereka.
"Jadi pak Sam engga ada di sini ya bu?" tanya Baskara pada ibu pak Sam yang sudah tua renta
Beliau mengangguk "Iya nak, pak Sam kan di nyatakan sebagai korban kebakaran setelah kejadian mengerikan itu. Apa nak Baskara tidak tahu?" ucap beliau dengan suara yang sudah terputus putus dengan air mata yang mulai bercucuran ketika mengingat anak, menantu dan cucunya yang telah di nyatakan meninggal dalam kebakaran.
Baskara dan Pak Meggy saling bertatapan dengan kebingungan "Sebagai korban kebakaran" gerutu pak Meggy tidak percaya
"Hm baik kalau begitu saya pulang dulu ya bu, saya dari luar kota saat kebakaran berlangsung jadi saya engga tau kalau ternyata pak Sam juga termasuk korban" jelas Baskara dengan tatapan sendu pada beliau
Jelas dari semua ini memang ada sesuatu yang pihak polisi sembunyikan, karena faktanya pak Sam tidak pernah masuk ke list korban kebakaran saat Baskara sampai ke kampungnya.
"Iya nak Baskara, hati hati yaa" jelas beliau dengan senyum di raut wajahnya yang mulai keriput
Pak Meggy mengeluarkan sejumlah uang untuknya "Bu, ambil ini yaa untuk bekal ibu, jaga diri ibu baik baik dan sehat selalu ya bu" ujar pak Meggy dengan tatapan sendu pada beliau
"Nak ya ampun, engga usah nak engga usah" ucap beliau tidak percaya
Baskara tersenyum dia sangat senang dengan tindakan dermawan pak Meggy, Pak Meggy memberikan uang itu pada beliau. "Sudah bu ambil yaa, ini untuk ibu. Jaga diri ibu baik baik yaa" ujar pak Meggy
"Hm baik kalau begitu, terima kasih ya nak semoga kalian lancar terus rezekinya dan selalu ada dalam kebaikan" ucap beliau lagi
Baskara dan Pak Meggy pun keluar dari rumahnya dan segera kembali untuk pulang. "Jadi mereka bilang ke ibu pak Sam, kalau pak Sam adalah korban kebakaran?" gerutu Baskara yang sangat sangat tidak percaya
"Iya Baskara, hah! mereka sangat licik" geram pak Meggy
"Sebaiknya kita gunakan rencana cadangan pak, kita harus menyandera seorang polisi dan menanyai semua hal padanya" jelas Baskara serius
Pak Meggy mengangguk setuju dengan apa yang Baskara ucapkan "Kamu benar Baskara, kita akan bersiap malam ini" jelasnya lalu mendapat anggukan dari Baskara
◇◇◇◇
Sementara itu Raina sudah mulai kembali bekerja, semua bawahannya sangat antusias menyambut Raina. Hingga saat jam istirahat tiba. Semua pegawai berada di kantin khusus.
"Kak Raina yess akhirnya kembali" ujar Bella yang duduk di samping Raina dan memeluk Rain erat
Fiola pun yang ada di samping lain Raina ikut memeluk Raina "Aahh iya kangen banget sama kak Raina" gerutunya manja
"Hmm kalian" senyum Raina tulus pada ke duanya
"Eh eh, kak yang waktu itu bareng kaka ke kantor siapa dia? pacar baru kak Raina ya? gila sih ganteng banget" teriak Bella
Fiolla juga tersenyum manis pada Raina "Iya ya ampun ganteng nya gak ketulungan, tapi sayang dia udah jadi pacar kak Raina. Tadinya sih mau Fiolla pepet teross hahaa" ujar Fiolla tak kalah dramatisnya
"Apa sih kalian, siapa yang bilang dia pacar aku? dia itu abang aku, Baskara. waktu itu aku sempat ceritain lho sama kalian jangan bilang kalian lupa" ujar raina menatapi ke duanya kesal
Bella dan Fiolla terkejut dengan mulut yang menganga "Ohh iya iya, abangnya kak Raina toh aahh syukurlah akhirnya bisa lanjut pepet kayaknya ahha" semangat Fiolla
"Diem kamu Fiolla! aku yang mau pepet pasti juga yang dia pilih tuh aku" jelas Bella menentang Fiolla
Raina tersenyum senyum dan menggelengkan kepalanya menatapi ke duanya "Apaan sih ya ampun kalian, lagi pula Abang udah menyukai seseorang. abang aku tuh tipe cowok yang sulit jatuh hati, dan si cewek ini cinta pertamanya buat dia jadi kalian bakal kesulitan tuh haha" ujar Raina dengan mulut yang penuh karena mengunyah makanannya
Bella dan Fiolla langsung cemberut "Yaahh, jomblo lagi dong kita" gerutu ke duanya bersamaan
"Lagian aneh sih, kenapa kalian sampe nyangka dia pacar aku? kalian tau kan Evan baru aja ninggalin aku, sangat sulit menerima kenyataannya apa lagi kalau menerima cowok baru di hidup aku. itu bakal susah banget tau" lirih Raina dengan tatapan sendu