Ajakan Dinner

1743 Kata
Bella dan Fiolla merasa bersalah dan langsung memeluk Raina erat "Ya ampun maafin kami ya kak, kami engga bermaksud mau bikin kak Raina sedih kok" gerutu Bella dengan mata berkaca kaca "Iya kak maafin kami yaa" tambah Fiolla Raina tersenyum dengan mata yang memerah "Udah udah, engga papa kok. Lagian aku tetap harus berusaha ikhlas dan tegar supaya Evan tenang di sana" jelasnya, Bella dan Fiolla hanya mengangguk angguk setuju dengan apa yang Raina katakan ◇◇◇◇ Jam istirahat telah tiba, Dara keluar dari ruangan pasien. Dara lalu menatap ke sekelilingnya dengan cepat, takut ada dokter Zean di sana. Setelah dia memastikan tidak ada dia langsung berlari menuju ke ruangan dokter Anna karena biasanya Linda, Ahmad dan Arfan ada di sana. "Aku harus cepet ajak mereka. kalau engga nanti yang ada Linda, Ahmad sama Arfan keburu keluar makannya dan berakhir aku harus makan siang berdua lagi sama dokter Zean. Hahh gak bisa aku gak bisa, aku canggung" gerutu Dara dalam hatinya masih berlari dengan cepat ke sana Setelah sampai Dara segera membuka pintu ruangannya dokter Anna, dia sangat lega setelah melihat Linda, Ahmad dan Arfan masih ada di sana dan duduk santai. "Hah akhirnya kalian masih di sini" gerutu Dara membuang nafasnya berat "Kenapa kamu Dara?" sahut Ahmad menatapi Dara aneh Linda mengerutkan keningnya "Kamu cari kita Dara? hah? tumben?" senyum Linda tidak percaya "Iya aneh banget" tambah Arfan tersenyum Dara segera duduk di sana dan menatapi rekan rekannya serius "Kalian harus tau ini" ujarnya Linda, Ahmad dan Arfan saling bertatapan bingung. lalu segera mendekat ke arah Dara "Tau apa Dar? tumben kamu bawa sumber pergosipan" gerutu Ahmad Dara memutar bola matanya kesal "Bukan gosip Ahmad! udah pokonga dengerin aja" jelas Dara "Hm iya iya deh" angguk Ahmad dengan tatapan mengalah "Kalian harus tolongin aku yaa. Jadi, dokter Zean itu ajak aku makan siang bareng di ruangannya kemarin juga kita makan bareng tapi aku kayak yang canggung gitu kalau berduaan sama dia. Hari ini dia juga dia ajak aku lagi buat makan siang bareng, tapi aku bilang ke dia aku pengen ajak kalian juga biar makin seru makan siangnya. Padahal aku engga mau kalau berduaan sama dokter Zean, kalian mau kan makan siang sama kami? pliss" ujar Dara dengan tatapan penuh permohonan pada semua temannya Linda, Ahmad dan Arfan lalu tersenyum dan menatapi Dara menggodanya "Ekhemm aduh ini mah sih masalah percintaan ya Dara, kita gak tau kita bisa nolong atau engga" gerutu Linda "Iya Dara, masalah ginian kita bingung nolonginnya lho" tambah Arfan Ahmad lalu mendekat pada Dara "Hmm kamu sadar gak dokter Zean itu emang dari awal kayak yang udah suka sama kamu, mungkin dia berani deketin kamu sekarang karena dia lihat kamu malah deket sama si tentara Baskara itu lhoo jadinya dia cemburu dan takut kamu keburu di miliki dia" jelas Ahmad dengan senyum merekah di wajahnya menggoda Dara "Ih Ahmad, jangan mengalihkan pembicaraan deh. udah intinya kalian harus mau yaa, pliss" ujar Dara menatapi semuanya Linda, Ahmad dan Arfan pun mengangguk "Iya iya Dara, kita mau kok lagian kenapa kamu engga mau makan siang berdua sama dokter Zean. dia juga tampan dan cool lho, kok malah kamu pengen sama kita" ujar Linda kebingungan "Kalau soal dia suka atau apa pun itu ke aku, aku ya terserah dia aja. udah lah pokonya kalian mau ya" tambah Dara lagi meyakinkan "Iya Dara bawel" ujar mereka berdua bersama ◇◇◇◇ Baskara dan Pak Meggy memilih untuk menuju kantornya dulu, karena ada beberapa hal yang harus mereka siapkan sebelum rencana penyekapan seorang polisi. Ke datangan Boss dan Baskara membuat geger seisi gedung. Semuanya tak ada bosan bosannya meneriaki nama Baskara setelah tahu namanya dari Raina. "Abang Baskara ganteng bangett" "Ih tampannya" "Boss kenalin dia dong" Teriak-teriak mereka lantang, Pak Meggy hanya menggeleng gelengkan kepalanya sembari tersenyum. Berbeda dengan Baskara yang terlihat sangat canggung dan mencoba untuk tetap rileks, dia hanya tersenyum tipis pada semuanya. Mereka pun masuk ke ruangan pribadi pak Meggy bersama dengan 4 body guardnya di belakang mereka yang sedari tadi mengikutinya. Pak Meggy lalu duduk di sofa dan membuang nafasnya cukup berat, Baskara duduk di sampingnya. Sementara dua body guard berjaga di luar pintu dan dua lagi berjaga di bagian dalam ruangan pak Meggy. "Mereka sudah menyiapkan semua yang sudah kita bicarakan tadi di mobil kan pak?" jelas Baskara menatapi pak Meggy serius Dia langsung mengangguk "Ya, sebentar lagi mereka datang" jawab beliau segera Tiba-tiba pintu terbuka menunjukkan Raina yang segera masuk ke dalam dan bergabung dengan mereka. Tatapannya sangat serius dan penasaran "Gimana tadi?" tanya nya segera "Mengerikan Raina, semua bener bener di luar dugaan" jelas Baskara Pak Meggy pun mulai menceritakan semuanya yang mereka dapati dari orang tua pak Sam. Raina mendengarkannya dengan seksama. ◇◇◇◇ Jack berada di gedung perusahaannya, bersama dengan beberapa orang yang sedang duduk bersamanya. Gubernur Antoni dan Komandan Pandu. "Ini gawat Pak Jack, kalau jejak Baskara masih belum di temukan bisa bisa dia kembali dengan semua bukti yang kuat dan menghancurkan kita" jelas pak Antoni serius Pandu mengangguk "Ya benar, apa sebaiknya lo segera beli semua tanahnya sekarang Jack?" tanya Pandu "Engga Pandu, gak bisa gitu. Kalau gue muncul sebagai pembeli tanah di saat seperti ini. Maka si Baskara akan semakin mudah menebak semuanya, dia akan tau gue terlibat dan penyebab dari semuanya dia akan temukan" jelas Jack serius Pandu dan Pak Antoni mengangguk setuju "Iya sih lo bener" jawab Pandu "Berarti kita semua harus benar benar mendapatkan Baskara secepat mungkin, sebelum semuanya menjadi fatal" jelas Pak Antoni "Iya" jelas Jack sembari membuang nafasnya begitu berat Jack kemudian terlintas sebuah ide jahat di pikirannya "Tunggu tunggu, kenapa gue baru mikirin ini ya? Dara kan deket sama Baskara gimana kalau gue suruh dia ajak Baskara ke rumah?" gerutu Jack dalam hatinya "Gue rasa ini adalah satu satunya cara" jelas Jack lagi dalam hatinya ◇◇◇◇ Dara, Linda, Arfan dan Ahmad kini mereka semua berada di ruangannya dokter Zean. Mereka mulai makan siang bersama, meski mereka sedikit canggung pada Zean mereka selalu mencoba untuk membuat suasana hangat demi Dara sahabatnya. "Ayo di makan nih kimbapnya" ajak Linda pada semuanya sembari membuka kotak nasi miliknya "Iya iya, Linda nih aku juga barusan pesen pitza di makan ya semuanya" jelas Dara tersenyum Dokter Zean hanya memerhatikan Dara sejak tadi, dengan senyum manis yang selalu berusaha dia sembunyikan. "Dia sangat ramah dan baik" gerutu Zean dalam hatinya "Dokter Zean ayo di makan pitzanya" ajak Dara para nya sembari tersenyum Dia lalu mengangguk "Iya Dara" jawabnya lalu segera meraih pitzanya dan memakannya "Meski pun sekarang saya engga makan siang berdua tapi saya seneng kok kalau bisa deket sama Dara. Tenang banget rasanya bisa lihat Dara dari deket terus. Hmm soal Baskara, apa mungkin dia emang jadi sopirnya Dara ya" gerutu dokter Zean dalam hatinya Tiba-tiba ponsel Dara berdering nyaring membuat semuanya langsung menatapi Dara, tak terkecuali dengan dokter Zean. "Siapa yang nelpon Dar?" tanya Ahmad Dara menggelengkan kepalanya dan langsung mengecek ponselnya "Baskara kali yaaa" goda Linda dengan tersenyum pada sahabatnya itu "Iya sih kayaknya" ujar Arfan tersenyum Raut wajah Dokter Zean langsung berubah saat itu juga, dia langsung menunduk dan membuang wajahnya. "Di saat saat seperti ini pun Baskara masih mencoba untuk mengalahkan saya" gerutu dia dalam hatinya Linda tahu akan tingkah dokter Zean yang terlihat cemburu saat mereka menyebut nama Baskara "Hmm dokter Zean benar benar cemburu ya?" gerutu Linda dalam hatinya "Hm bukan, ini abang aku yang telpon. bentar ya aku angkat dulu" ujar Dara lalu bangun dari duduknya Mereka pun mengangguk dan tersenyum "Oh abangnya di kira-" ujar Linda lagi sengaja menggantungkan kalimatnya "Udah udah ayo kita lanjut makan lagi" ajak Ahmad Mereka kembali makan, berbeda dengan dokter Zean yang masih menatapi Dara diam diam. "Jadi Dara punya abang ya? hm ya tuhan saya sampai belum tahu tentang itu" gerutu dia pelan "Hallo bang" sapa Dara dengan suara lirih "Hm, kamu masih di rs?" tanya Jack datar Dara refleks mengangguk "Iya" "Ada apa ya bang?" tanya Dara lagi memberanikan diri "Nanti malam abang ada dinner spesial sama pacar abang Selena, kamu bisa datang gak? sama Baskara ajak juga sekalian" jelasnya Degup jantung Dara langsung berpacu, dia tidak pernah menyangka ternyata abangnya menerima Baskara semudah itu. "Dinner? hmm o- oke nanti Dara kabari Baskara ya bang. Belum tau sih dia bisa atau engga nya" jelas Dara "Hm ok, nanti kamu hubungi abang lagi" ujar Jack lalu mematikan sambungan telponnya Dara tersenyum manis "Hmm kok tiba tiba, abang gitu ya?" gerutu Dara sedikit bingung Dia lalu kembali duduk bersama teman-temannya "Udah?" tanya dokter Zean pada Dara "Udah dok" jawab Dara segera Dara menyimpan ponselnya di meja, dia lalu ikut makan bersama lagi dengan mereka. Mengobrol santai dan kadang bercanda, meski dokter Zean tidak ikut berbicara dia tetap tersenyum pada mereka mengikuti suasana. Ponsel Dara kembali berdering semuanya lalu menatapi ke arah ponsel Dara, terlihat jelas nama Baskara yang kini menelpon Dara. Hal itu membuat mereka semua tersenyum menggoda Dara. "Adu duh, sekarang Baskara beneran yang telpon" ujar Linda "Adu duh berbunga gak tuh" ujar Arfan Ahmad ikut tersenyum "Bermekaran deh kayaknya Fan" ujar Ahmad Dara pun tersenyum pada semuanya, Dokter Zean menampilkan reaksi kesal nya meski tetap dia usahakan untuk tidak terlihat. Namun Linda bisa melihatnya. "Kasihan juga sih dokter Zean sampe merah nahan marah gitu wajahnya" gerutu Linda dalam hatinya "Hm maaf ya aku angkat dulu telponnya" ujar Dara kembali bangun Dara pun segera pergi sedikit menjauh dan berdiri di pojok tadi lagi, Dara segera mengangkat telpon dari Baskara. "Hallo Baskara?" sapa Dara bersemangat "Hallo Dara" sapanya "Ada apa Baskara? eh gimana ke rumah keluarganya pak Sam? lancar? dan apa klu yang kalian dapat?" tanya Dara dengan suara lirih supaya teman temannya tidak mendengarkannya "Itu dia Dara, ada masalah ada fakta baru yang harus di selidiki. Sepertinya kita akan pakai rencana B di mana kita harus sekap salah seorang polisi untuk mendapatkan sedikit bukti" jelas Baskara Dara membuang nafasnya berat "Hahh, semuanya semakin rumit ya setelah di selidiki" ujarnya "Iya makanya Dar, ini aku lagi di kantornya pak Meggy barusan aja baru pulang. Kita lagi siapin sesuatu buat rencana nanti malam sama pak Meggy dan Raina juga" jelas Baskara Dara pun mengangguk angguk "Hmm oke oke, nanti kamu jemput aku yaa. Aku juga mau ikut kalian" jelas Dara "Iya Dara pasti, tapi kalau kamu lelah kamu gak papa ikut kok. Biar nanti aku anterin dulu kamu pulang. Gimana?" tanya Baskara "Ih engga mau, aku mau ikut kalian aja yaa" jelas Dara "Hmm ya udah" senyum Baskara segera menjawabnya
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN