1 lawan 7

1208 Kata
Pak Meggy juga mengangguk dan menatapi Baskara serius "Benar Baskara, sepertinya kita tidak di intai kok" jelas dia "Iya pak, kita tidak di intai. Tapi saya yakin mereka pastinya sudah tahu kita akan mengikuti mereka yang artiny mereka pasti sudah menyiapkan sesuatu di sana. Mungkin merencanakan sebuah kematian untuk kita, atau yang lainnya" gerutu Baskara "Hahh benar" angguk mereka semua lagi Baskara menatapi pak Meggy serius "Apa pun yang terjadi kita harus bekerja sama dengan baik pak, kita semua harus saling melindungi" ucap Baskara lalu menatap ke sekeliling "Siap Pak Baskara" jawab mereka lantang dengan kompak Baskara mengangguk dan menarik nafasnya berat dia lalu kembali menatap ke jalanan yang gelap di depan dengan cahaya dari mobil polisi yang sedikit terlihat. "Apa pun yang terjadi, aku harus menjaga orang orang yang telah mempercayaiku" gerutu Baskara dalam hatinya "Tantangan dan resiko apa pun di depan nanti aku harus siap" ujarnya lagi dalam hatinya, tiba tiba dia terbayang wajah cantik Dara yang tersenyum padanya. Seakan menambah rasa percaya diri dalam hatinya. "Ya tuhan, aku malah kebayang dia" gerutu Baskara lagi dalam hatinya sembari tersenyum manis Dia juga mulai terbayang dengan adiknya "Raina dan Dara pasti mereka sedang mengkhawatirkan aku, tapi disini sinyalnya sangat jelek!" gerutu Baskara lalu membuka layar ponselnya Tak menunggu lama akhirnya mobil yang di ikuti Baskara berhenti. "Mereka berhenti boss" ujar salah satu anak buah pak Meggy "Kita juga harus berhenti di sini dan berhati hati untuk memantau di sekeliling kita. Jangan dulu keluar sampai kita lihat mereka bergerak ke arah mana" jelas Baskara menatapi serius ke depan jalanan yang gelap dan sepi Para polisi itu turun dari mobil dan masuk ke dalam hutan, sementara mobil mereka di tinggalkan di pinggir jalan setapak. Mereka memboyong seseorang dengan tangan dia yang di ikat dan mulut yang di lakban. Tentu saja dia adalah Sam. Baskara mengerutkan keningnya. "Mereka masuk ke dalam hutan? artinya, bahaya yang mengancam kita akan jauh lebih besar! Mereka sudah merencanakan semua ini dengan sangat teliti" gerutu Baskara "Benar Baskara, ktia akan mengalami masa masa sulit sekarang" ujar Pak Meggy mengangguk serius Baskara menatapi Pak Meggy "Tapi kita jangan berhenti sampai di sini pak, perjalanan kita hampir selesai" jelas nya Semua mengangguk setuju "Iya Baskara, makanya mari semuanya kita bersiap dan ikuti mereka" ujar pak Meggy lagi Baskara turun lebih dulu dari dalam mobil dengan langkah yang berhati hati, lalu ia menatapi ke arah sekitar. Setelah menurutnya aman, dia langsung mengarahkan para sekutunya untuk mengikuti langkahnya. Mereka semua berbaju hitam dengan senjata lengkap di dalam baju yang anti peluru itu. Mereka menyembunyikan mobil mereka di sekitar semak semak sehingga tidak terlihat dari arah jalan setapak. Jelas semua ini adalah rencana Baskara, tentu saja dia sangat berpengalaman dalam hal hal seperti ini. Mereka mulai memasuki area di mana para polisi itu masuk. Meski mengendap dan melihat dari jarak yang cukup jauh namun Baskara sangat pandai untuk menyembunyikan keberadaan mereka. "Ini sangat konyol, padahal aku tahu sendiri mereka pasti sudah mengetahui soal kedatangan kami ini dan yang pasti mereka sedang merencakan sesuatu. tapi setidaknya kami juga harus punya rencana cemerlang untuk semua ini, yang tentunya harus jauh lebih hebat dari pada rencana mereka semua" gerutu Baskara dari dalam hatinya sembari masih melangkahkan kakinya dengan percaya diri Hingga sampai lah dimana mereka melihat sebuah rumah tua berlantai 2, rumah itu satu satunya yang berada di hutan tua. Bahkan bangunannya sudah di penuhi oleh berbagai tumbuhan. "Jadi mereka semua berniat untuk menyekap pak Sam di sana Baskara?" ujar pak Meggy dengan suara yang sangat pelan Baskara langsung menganggukkan kepalanya "iya Pak, kita harus siap untuk merebut alih pak Sam! resiko apa pun atau ancaman apa pun harus kita hadapi!" ujar Baskara "Iya!" jawab mereka segera Sementara itu di kubu lain, Jack kini masuk ke dalam ruangan di lantai 2. Dia dan beberapa anak buahnya masih memantau sinyal gps yang tersambung dengan ponsel Baskara yang sudah bisa dia jangkau. "Mereka sedang berhenti di sana, hahh pasti saja sedang mengoceh sesuatu kan?" gerutu Jack lalu tersenyum dengan menyungging "Iya boss sudah pasti, tetap saja pada akhirnya mereka akan kalah dari kita kan" senyum anak buah Jack "Bener banget" tambahnya yang lain Jack menatapi salah satu dari mereka dengan tatapan yang serius "Lo sekarang cek ke bawah dan pastikan semua pasukan kita siap melumpuhkan mereka semua. Jangan sampai ada yang bisa kabur karena dengan begitu hal itu akan mengecoh semua rencana kita" jelas Jack penuh ancaman padanya "Baik boss, akan saya pastikan" jawab dia lalu segera bergegas ke lantai bawah. Jack mengangguk angguk dan memutar mutar batang rokoknya dengan gerakan yang lihay, tatapan matanya kini menatap ke arah layar layar komputer yang menunjukkan beberapa ruang di lantai bawah yang sudah dia pasang cctv di berbagai sudut yang tersembunyi. "Drama ini akan segera di mulai" gerutu Jack lalu kembali tersenyum puas Polisi polisi itu sudah terlihat memasuki rumah tua, mereka lalu menutup pintu dan membiarkan Sam pergi dengan para penjaga yang sudah Sam suruh untuk mengamankan Sam. Saat Sam sudah di bawa paksa oleh mereka dan menuju ke ruangan rahasia. Tiba tiba pintu rumah itu terbuka dari serangan tendangan seseorang dari luar. Hal itu membuat posisi duduk Jack langsung berubah dan menatapi layar CCTV dengan tatapan kaget. "Sialan! engga gua sangka dia bisa nyerang kita secepet ini? gua pikir karena dia militer dia akan menyerang di saat saat yang tepat" ujar Jack dengan tatapan bingung Baskara mulai menyerang beberapa orang yang ada di sana termasuk para polisi. "Lo juga ke bawah sekarang! pastikan Baskara dan rekan rekannya lumpuh" tegas Jack menatapi anak buahnya dengan tatapan marah "Baik boss" jawab dia segera dan langsung turun ke lantai bawah Jack mengepalkan tangannya kuat "Oke oke kita masih bisa tangani lo dan orang orang bodoh yang menjadi pengikut lo itu" kesalnya ◇◇◇◇ Baskara menyerang mereka semua dengan gerakan lihaynya, beberapa pasukannya sangat kagum pada Baskara yang sangat hebat dalam bela diri. Padahal dia tidak memakai senjata yang jelas jelas sangat lengkap di beberapa bagian bajunya. "Kalian jangan lengah!" teriak Baskara pada timnya itu Baskara kini menghadapi beberapa polisi yang disuatu waktu polisi itu pernah mengatakan pada Baskara bahwa adiknya mengalami trauma yang berlebih makanya mengawur saat berbicara. Dia menatapi polisi itu dengan tatapan marah. "Berani beraninya anda membohongi diri anda sendiri? dan sekarang, anda melukai rekan anda hanya karena sejumlah uang hah? sekarang katakan siapa yang menyuruh kalian melakukan hal gila ini?" teriak Baskara lalu mencekik polisi senior itu dengan kekuatan yang penuh "Lo terlalu naif Baskara, jelas semua orang membutuhkan uang Haha" ujarnya di tengah tengah menahan rasa sakit di lehernya itu "Naif? sekarang gini deg buat apa saya cari uang dengan cara harus menghilangkan kebahagiaan orang lain? lo egois men! engga berpikir lebih lo, kalian semua sudah menghancurkan ratusan nyawa" teriak Baskara lagi lalu mulai membacok si polisi itu Pertengkaran masih berlanjut di pertengahan perkelahian mereka, mereka masih sebanding dan sulit menentukan siapa pemenangnya. Berbeda dengan Baskara yang sudah melumpuhkan beberapa orang polisi yang membuat mereka terkapar di lantai kotor. Namun mereka masih enggan mengatakan siapa yang menyuruhnya. Jack di ruangan itu sangat sangat kesal dan menyaksikan pertengkaran itu dengan perasaan tidak karuan. "Sialan si Baskara bisa aja ngalahin 7 orang polisi senior? dasar polisi aki aki engga berguna!" teriak Jack dengan tatapan yang masih kesal pada Baskara yang membuatnya sangat muak itu
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN