Dara pun merebahkan dirinya di kasur dan mencari nama kontak Baskara di Whats App nya. Baskara tidak memasang foto profil apa pun di sana. Dara tersenyum namun sedikit berpikir aneh pada Baskara.
"Padahal ganteng lho dia udah jelas, kalau cowok lain mungkin dengan bangganya memamerkan wajahnya. Tapi Baskara engga, hmm ini yang nambah aku makin suka. Hati aku emang engga pernah salah" gerutunya lagi sembari tersenyum senyum
Perlahan mata Dara pun tertutup, dia tertidur di sana sembari memegangi ponsel yang menunjukkan kontak Baskara.
◇◇◇◇
Hari demi hari berlanjut cukup cepat, Baskara dan Raina beberapa hari ini sudah kerja di kantor percetakan terbesar yang merupakan milik pak Meggy. Pekerjaan mereka sangat bagus dan yang paling terbaik di antara semua pekerja. Hal ini sangat membuat Pak Meggy semakin bangga pada ke duanya dan merasa tidak pernah salah memilih orang yang bisa dia percaya.
Satu mobil berisi 5 pesuruh Jack yang selalu mengikuti Baskara, kini mereka stay di pinggir jalan dengan jarak yang cukup dekat untuk memantau kantor percetakan itu. Namun sudah beberapa hari ini mereka masih belum menemukan pergerakan yang mencurigakan oleh Baskara dan adiknya itu.
"Kita udah aman sama ancaman boss Jack, tapi gimana nih si Baskara sama sekali engga ada pergerakan yang mencurigakan. Apa mungkin Baskara nyerah di kasus si bos?" ujar pria itu dengan wajah bodohnya
Si ketua langsung memukul kepalanya menggunakan koran yang dia pegang "Jangan banyak bacot! apa pun itu kita engga peduli, itu urusan mereka yang harus kita peduliin itu Baskara dan adiknya jangan sampai lolos dari kita. Kita harus segera membunuh mereka, hahh tapi sampai sekarang kita masih belum menemukan waktu yang pas" gerutunya membuang nafasnya berat
"Gue yakin waktu yang pas itu akan datang sebentar lagi ketua" ujar yang lainnya
Baskara menjadi idaman semua wanita di kantor, tentu saja dia selalu di dekati oleh wanita wanita cantik terutama dengan ke dua temannya Raina. Yap, Bella dan Fiolla juga sama sama menyukai Baskara. Saat istirahat tiba semua wanita selalu pergi ke kantin dan melihat Baskara makan bersama adiknya. Bella dan Fiolla merasa beruntung karena mereka adalah temannya Raina, sehingga mereka bisa melihat Baskara di jarak yang sangat dekat dan makan bersamanya.
"Bang Baskara, makannya yang banyak dong biar.. hmm makin.." gerutu Bella dengan senyum malu di wajahnya
Baskara hanya menatapi Bella dengan menaikan ke dua alisnya bingung, sementara itu Raina yang sadar dengan rayuan temannya ke Abangnya itu lantas dia memutar bola matanya. "Iya iya Bella, Abang aku makannya banyak kok tenang aja" ucap Raina sembari tersenyum
"Tau ih Bella gangguin bang Baskara aja" jelas Fiolla menatapi sahabatnya kesal
"Eh engga kok gak papa" jawab Baskara segera dengan tersenyum manis pada ke duanya
"Aaahh gantengnya nambah pas lagi senyum" teriak semua wanita yang ada di sana
Hal itu lantas membuat Raina dan Baskara terkejut dan menatapi ke sekeliling, Raina menepuk keningnya pelan. "Ya ampun mereka sampai tergila gila sama abang, padahal aku aja yang tiap hari sama dia B aja. Eh iya kan dia abangku, ya kali mau suka sama abang sendiri" gerutu Raina dalam hatinya
"Bang Baskara jangan sering senyum di tempat umum ya bang, bahaya! bisa bikin semua gadis sport jantungnya" ujar Fiolla dengan tersenyum
Baskara terlihat canggung dan kembali fokus ke makanan "Iya iya" jawabnya sembari melanjutkan makannya
"Apa sih Fiolla? ya gak papa dong abang Baskara senyum, asal cuma di sekitar kita aja ya kan" ujar Bella sembari tersenyum manis pada Baskara
Raina pun tersenyum dan menggelengkan kepalanya "Udah udah kalian lanjut makan aja" gerutunya
Semua wanita masih menatapi gerak gerik Baskara, wajah tampannya Baskara membuat semua pegawai lelaki menjadi iri karena dia sekarang selalu menjadi sorotan dari semua wanita.
◇◇◇◇
Sejak bertemu dengan Baskara, Raina, Dara dan Pak Meggy. Willson sudah mencoba untuk mencari tahu keberadaan pak Sam sejak beberapa hari yang lalu. Namun dia masih belum menemukan jawabannya. Beberapa rekan juniornya juga mulai tertarik dengan apa yang Wilson curigai. Apalagi sejak awal mereka sama sama kebingungan dengan kasus kebakaran yang tak kunjung di usut tuntas permasalahannya. Ke datangan Baskara dan Raina dulu ke kantor polisi juga meninggalkan rasa penasaran yang hebat pada mereka si polisi junior. Sekarang justru Willson yang mengatakan bahwa kecurigaan yang Baskara dan adiknya ungkapkan waktu itu bisa benar adanya setelah semua yang Wilson ketahui dari mereka.
Willson menjelaskan dengan detail bagaimana dirinya bertemu dengan Baskara dan apa saja yang dia ketahui dan pahami setelah bertemu dengannya. Willson menceritakannya hanya pada rekan rekannya yang dia percaya saja, ada 4 orang rekan junior yang selalu bersama Willson dalam ke adaan apa pun. Mereka mendengarkan dengan seksama apa yang Willson jelaskan.
Mereka adalah Ben, Gio, Jeffan dan Sonny. Ke empat rekan Willson sejak mereka memutuskan untuk menjadi polisi. 5 pemuda itu adalah yang paling cerdas dan kuat di kepolisian golongan muda.
"Hm benar kan apa yang kita curigai waktu itu, gue sejak awal emang yakin banget kakak beradik yang lapor kasus itu engga ngawur ngomongnya! apa lagi bukan mereka aja lhoo yang niat laporin kasus ini ke polisi. Gue sampe bingung dan juga engga bisa tidur kenapa polisi senior enggan menyelidiki semua ini. Jadi kemungkinan mereka terlibat dan sengaja memberi kita tugas di hari itu sebelum malam kebakaran terjadi?" gerutu Ben dengan tatapan kesal
Gio mengangguk angguk dan memukul bahu Ben keras "Ya bukan lo aja yang waktu itu ikut kesel dan ngenes sama keputusan senior karena engga mau selidiki kasus kebakaran, gue juga sama Ben" kesal dia dengan tatapan mata yang kecewa
"Bukan cuma kalian berdua aja, Gue sama Sonny juga sama" sinis Jeffan
Sonny mengangguk "Bener banget, jadi gimana Willson? kita harus bantu mereka lho" jelas nya serius
Willson langsung mengangguk "Iya itu yang mau gue sampaikan ke kalian, baru aja kan gue udah jelasin kalau pak Sam di nyatakan meninggal karena kebakaran itu. Nah, jelas jelas di malam itu gue lagi video call kan sama lu Ben! lu tau sendiri kan di malam itu pak sam sama senior lain masuk ke kantor? dia wajahnya kek yang penuh pikiran gitu, dia nunduk lhoo" jelas Willson pada semuanya
"Iya gue inget, meskipun gue cuma liat di layar ponsel aja tapi gue emang yakin sih pak Sam kek yang nunduk gitu. Dan saat berita kebakaran mulai terdengar gue juga engga liat pak Sam keluar dari kantor lagi sii" jelas Ben
Semuanya mulai berpikir keras "Jadi maksud lo Pak Sam? kemana?" tanya Jeffan penasaran
Ben membuang nafasnya berat "Ya kalau soal itu gue engga tau Jeff! tapi yang pasti pak Sam sejak saat itu engga kita temui lagi kan? dan anehnya senior kita engga cari dia lhoo" kesal Ben
"Aneh banget anjir, apa mungkin pak Sam engga terima dengan kematian istri dan anaknya? dan mungkin pak Sam mau ungkapin semuanya ke kita tapi senior senior kita langsung sekap pak Sam. di mana kek?" gerutu Sonny bulai beradu spekulasi
Semuanya mengangguk "Bisa jadi tuh Sonny, jadi tugas pertama kita sekarang untuk bantu kasus ini selesai kita harus cari keberadaannya pak Sam karena dia satu satunya orang yang bisa mengungkap semua kasus ini" ucap Willson serius
Mereka mengangguk setuju dengan apa yang Willson jelaskan. Sejak dari hari itu mereka langsung mencoba untuk memancing para senior membahas nama pak Sam, meski itu tidak mudah mereka tidak pernah berhenti sampai Jeffan sempat kena tamparan salah seorang senior karena membuatnya kesal terus menerus menanyakan pak Sam padanya.
Dari semua senior yang mereka tanyai, rupanya mereka memiliki kesimpulan bahwa mereka tak akan mendapat apa pun dari para senior. Mereka harus mencari pak Sam tanpa klu dari senior seniornya.
Hingga di satu malam, Willson, Ben dan Gio di jadwalkan untuk berada di kanto polisi malam ini. Mereka tidak hanya berdua, ada juga beberapa orang polisi senior yang juga dinas malam. Pekerjaan mereka berlangsung seperti biasa, padat dan melelahkan. Ponsel Willson tiba tiba bergetar menunjukkan seseorang yang mengiriminya pesan yang tak lain adalah Baskara. Kontak Baskara di beri nama Mil.B olehnya supaya tidak ada yang mencurigainya sewaktu waktu.
Mil.B : Willson sudah menemukan klu lain?
Begitu lah isi pesan yang Baskara kirimkan padanya, Willson langsung membalasnya.
Me : Belum pak, sya dkk masih berusaha di sini. bbrpa hari kami mncoba menanyakan keberadaan pak Sam pd para senior tapi mereka bungkam. Kami akan hubungi anda lagi setelah kami mendapatkan klunya.
Mil.B : Baiklah, sya dan teman sya di sini juga sering ke lok kebakaran utk mndapatkn klu lain. tapi kami rasa cuma pak Sam yg bisa kita tanyai, dia satu2nya yg akan membongkr semuanya
Me :Ya, benar sekali pak
Willson langsung mematikan ponselnya saat dia mendengar sebuah botol terjatuh ke lantai dan pecah. Willson, Ben dan Gio langsung menatap ke arah para senior rupanya mereka sedang mabuk berat. Willson, Ben dan Gio sontak bertatapan satu sama lain.
"Ini kesempatan emas buat kita" ucap Ben dengan suara yang lirih
Willson mengangguk lalu bangun dari duduknya "Yap, ayo mulai" ujarnya
Ben dan Gio mengikuti langkah Willson yang mulai mendekati dua senior itu. Willson duduk di samping salah satu senior berbeda dengan Gio dan Ben yang berdiri di hadapan ke duanya.
"Pak Senior?" sapa Willson dengan suara lirih
Ke duanya lalu menatap ke arah Willson dengan mata yang memerah dan menyipit "Hehhh kenapa Wilson? kau memanggil ku atau dia?" ujar salah satu polisi senior dengan suara meracau
Ben dan Gio tersenyum "Mereka benar benar mabuk" gerutu Gio dengan suara pelan
"Ya" angguk Ben
Willson tersenyum pada ke dua senior itu "Ya kalian sih, saya panggil senior sama kalian berdua kan" ujarnya
"Hmm benar, kau selalu memanggil kami senior dan membuat kami bosan mendengarnya hahaha" tawa polisi lain yang sama sama mabuk
"Haahaa benar" ujar Willson sembari tersenyum berusaha untuk membuat suasana semakin bagus
"Apa yang ingin kau tanyakan Willson? tiba tiba memanggil kami hah?" tanya dia masih dengan suara meracau
Willson lalu menatapi ke dua temannya dan tersenyum lega, ke dua polisi itu lalu meneguk minuman keras lagi dan semakin membuat ke duanya mabuk.
"Jadi gini, saya ngerasa tim polisi senior ada yang hilang lhoo. Hmm siapa ya namanya pak Sam? ya pak Sam, dia kemana ya pak? ada dinas luar kota atau gimana ya?" sahut Willson dengan tatapan serius pada ke duanya
"Sam? haha si Sam?" ujar dia dengan tertawa
"Dia jadi gila haha! karena anak istrinya mati. Gak bisa di bilangin sih yang penting itu duit, keluarga bisa di ganti. Eh malah jadi gila kan haha" ujar yang lainnya
Gio, Ben dan Willson sangat terkejut dengan pernyataan mereka. "Gila?" gerutu Ben dan Gio saling tatap sekaligus terkejut