"Besok saya akan kabari bagaimana penelitian saya pada para senior" tambah wilson lagi dengan tatapan serius
Semuanya mengangguk "Baik, kami akan sangat sangat menunggu info dari anda" jawab Dara
"Iya, sampai jumpa saya pulang dulu" ujar Wilson lalu menyalakan motornya
Baskara tersenyum "Hati hati Wilson" ujarnya
"Baik" angguk Wilson lalu pergi dari hadapan mobil mereka
Pak Meggy membuang nafasnya sangat lega "Hah.. akhirnya kita mendapat klu yang benar benar bisa membantu untuk memecahkan semuanya" ujarnya
Dara dan Raina mengangguk "Sejak awal memang aku ngerasa Wilson ini mengatakan yang sebenarnya lho tentang dia tidak tahu apa apa" ujar Dara menatapi semuanya serius
"Iya dan ternyata dia memang tidak terlibat, dengan begini kita akan semakin mudah untuk menuntaskan semuanya" ujar Baskara tersenyum
Raina meratapi semuanya semakin dalam "Dengan teganya para polisi itu melakukan semuanya, hanya karena uang? Cihh mereka sampai sehina itu?" Gerutu Raina sangat kesal
"Raina tenanglah, kita akan menemukan dengan cepat siapa yang merupakan dalang dibalik semuanya" ujar dara mencoba untuk menenangkan
Baskara dan Pak Meggy mengangguk "Iya sebaiknya kita sekarang pulang aja" ujar Baskara
"Iya, dan untuk Raina sama Baskara! mulai sekarang pokonya kalian harus menetap di rumah bapak" jelas pak Meggy mengingatkan
Baskara dan Raina mengangguk setuju, karena benar keadaan mereka saat ini sangat sangat sudah tidak aman lagi.
◇◇◇◇
Dokter Zean mengirimkan pesan pada Dara di mana di sana tertulis tentang dimana Dara berada dan abangnya yang sempat ke rumah sakit untuk mencarinya. Namun belum ada balasan dari Dara atau pun tanda sudah dibaca.
"Dara kemana yaa, meski pun saya engga tau Dara di bawa kemana sama Baskara tapi saya kok engga khawatir ya. Saya yakin Baskara pasti jagain Dara soalnya" gerutu Dokter Zean lalu membuang nafasnya sangat berat
"Semoga Dara cepat balas pesan dari saya" ujarnya lagi sembari menatapi ponselnya
◇◇◇◇
Mobil mereka sudah sampai di depan rumahnya Dara, Baskara dan yang lainnya hanya mengantar Dara sampai depan gerbang rumahnya. Karena memang ini sudah sangat malam.
"Oke semuanya aku pulang dulu ya, kalian yakin engga mau masuk ke dalam rumahku dulu?" tanya Dara menatapi semuanya
"Lain kali ya mba Dara, lagian ini kan udah malem banget" senyum Raina padanya
"Iya lain kali ya Dara, makasih ya udah terus bantuin kita" tambah Baskara dengan senyum yang manis di wajahnya
"Makasih ya Dara" tambah Pak Meggy dan tersenyum tulus
Dara mengangguk "Iya iya engga perlu berterima kasih, lagi pula aku juga pengen kasus ini terpecahkan. Supaya keadilan di negeri ini semakin tertegakan" jawab Dara tersenyum
Semuanya mengangguk setuju dengan yang Dara ucapkan, terlebih lagi Baskara yang terpesona dengan senyum manis di wajah Dara.
"Rasanya seneng banget tiap hari bisa lihat Dara, meski pun hanya sebentar. Aku harap dokter itu tidak bisa membuat Dara jatuh hati supaya setelah kasus ini selesai aku akan sangat berupaya untuk mendapatkannya" gerutu Baskara dalam hatinya
Dara juga menatapi Baskara dengan tatapan yang dalam dan penuh arti "Pria tampan ini hmm, bisa aja buat aku selalu engga bosan saat menatapnya. Ya tuhan.." gerutu Dara dalam hatinya
Dia lalu membuang semua khayalannya dan beralih menatap ke Raina dan Pak Meggy "Ya sudah ya aku ke rumah" senyum Dara lalu turun dari mobilnya
"Cantiknya" gerutu Baskara tak berkedip menatapi Dara yang mulai hilang dari pandangannya
Dara pun masuk ke dalam rumahnya, sementara Baskara dan yang lainnya bergegas untuk pulang dari sana. Dara tersenyum senyum, ia masih membayangkan bagaimana dirinya dan Baskara yang saling bertatapan penuh arti. Dara melihat beberapa body guard Jack sedang berkumpul di sana. Senyum di wajahnya langsung menghilang dan dia menatapi mereka dengan tatapan aneh.
"Eh Nona Dara udah pulang?" sapa salah satu dari mereka
Dara hanya mengangguk dengan sedikit tersenyum lalu bergegas masuk ke dalam rumahnya dan melewati mereka. Semua body guard langsung masuk ke dalam mobilnya setelah Dara benar benar sudah pergi ke dalam.
"Buktinya kuat banget ini mah! Nona Dara senyum senyum pasti dia barusan di anterin si Baskara pulang" gerutu si ketua
"Iya, bener banget" angguk yang lainnya
"Kita harus menemukan jejak Baskara sekarang jangan sampai lolos" ucap si ketua
Setelah keluar dari area perumahan megah bossnya mereka langsung melihat sebuah mobil yang jaraknya sudah agak jauh dari sana. Mereka langsung berspekulasi bahwa itu adalah Baskara.
"Itu ketua! kita harus ikuti dia"
"Iya harus"
◇◇◇◇
Dara masuk ke rumahnya, dia mencium aroma masakan yang sudah dia nantikan berhari hari. Dia segera berlari ke arah dapur dengan senyum di wajahnya.
"Pasti ibu" gerutunya dengan suara pelan
Dugaannya benar, Dara melihat ibu dan abangnya yang sudah ada di sana dan menyantap makanan bersama. Ke duanya menatap ke arah Dara.
"Dara sayang, kamu sudah pulang! ayo makan di sini duduk di samping ibu" ujar Donita pada putrinya
Dara terkejut melihat wajah pucat dari ibunya dan mata panda yang muncul "Ibu.. kenapa" lirih Dara dalam hatinya sembari berjalan ke arah mereka dan Dara duduk di samping ibunya
"Hm ayo nak kita makan bareng" ujar Donita lagi, Dara langsung memeluk Donita dengan sangat erat.
"Ibu jangan bekerja terlalu keras" ujar Dara dengan suara yang sangat pelan
Jack menatapinya dengan tatapan sinis "Baru aja datang udah bikin drama" gerutunya dalam hatinya
Donita membuang nafasnya cukup berat lalu mengelus kepala Dara lembut "Tenang sayang, ibu baik baik aja. Ayo sekarang kita makan yaa" lirihnya
"Tapi bu, ibu ambil cuti beberapa hari ya. Kayaknya ibu kelelahan" ucap Dara sembari melepaskan pelukannya dari ibunya
Donita menggelengkan kepalanya "Engga bisa sayang, ibu kan kepala Dokter kedudukan ibu sangat penting. Lagi pula ibu engga papa nak, percaya deh sama ibu" jelasnya dengan tatapan sendu
"Hm baiklah bu" lirih Dara pelan
"Ayo makan" ajak ibunya lagi
Dara pun mengangguk dan mulai menyantap makanannya. Semua masakan ibunya di buat khusus untuk ke dua anaknya. Setelah cukup lama makan, Jack menatapi adiknya serius.
"Dek, kamu kemana dulu barusan?" tanya Jack yang langsung membuat Dara menghentikan suapannya
Dara menatapi abangnya dengan tatapan bingung, sementara Donita hanya menatapi ke dua anaknya penasaran.
"Da- Dara.." lirih Dara mencoba untuk mencari alasan
"Kaka barusan ke RS dulu buat nanyain kamu, kata salah satu dokter di sana katanya kamu sudah pulang. Tapi pas Kaka balik lagi ke rumah kamu belum ada, kamu kemana?" tanya Jack dengan tatapan sinis di wajahnya
Dara terlihat sangat kebingungan dan hanya terdiam, Sementara itu Donita mencoba untuk menengahi mereka.
"Mungkin Dara main dulu sama seseorang?" tanya Donita pada putrinya
Dara langsung mengangguk "Iya kak, Dara main dulu" jawabnya segera
"Sama Baskara?" tanya Jack lagi
Donita menatapi putrinya serius, Dara pun mengangguk tak bisa lagi berbohong. "Iya" jawabnya
"Oh sama Baskara, iya gak papa nak. Kenapa engga di ajak masuk rumah dulu?" tanya ibunya
"Engga bu, dia besok kerja jadi buru buru" jawab Dara
Jack langsung menyipitkan matanya "Kerja? bukannya dia udah di pecat, kalau iya kerja dia kerja di mana? awas aja kalau orang orang bego itu engga bisa kejar si Baskara sekarang" gerutu Jack dalam hatinya
"Oh begitu" angguk Donita
Jack kembali menatapi Dara serius "Kaka cuma khawatir aja, makanya kakak cariin kamu ke RS. tapi ternyata sama Baskara, inget ya kamu harus jaga diri! kamu itu cewek" ucap sang kakak
Dara tersenyum dan mengangguk, untuk pertama kalinya dia merasa abangnya perhatian padanya. Donita juga tersenyum menatapi putrinya yang terlihat bahagia.
◇◇◇◇
Baskara, Raina dan Pak Meggy sudah sampai di rumah megah milik pak Meggy. Para pesuruh suruhan Jack itu pun berhenti jauh dari letak rumah itu.
"Oke, sekarang kita udah dapat info rumah yang di tinggali Baskara sama adeknya itu. Dengan begitu boss engga akan marah lagi" ujar salah satu dari si pesuruh
Si ketuanya mengangguk "Ya, mulai sekarang kita bisa mantau saat Baskara keluar masuk dari rumah itu" ucapnya
Baskara, Raina dan Pak Meggy masuk ke rumah megah itu dan langsung di sambut oleh istri pak Meggy. Mereka langsung makan malam di dapurnya, sudah di sediakan sajian lezat yang ada di meja. Mereka juga menceritakan bagaimana perkembangan kasus itu pada istri Pak Meggy. setelah selesai Baskara lalu pergi ke kamarnya dan mandi, lanjut ganji baju dan merebahkan dirinya di kasur.
"Aahh akhirnya, semuanya perlahan akan semakin terungkap. Ibu bapak... Baskara seneng banget ternyata Baskara engga sendirian dan bukan hanya bersama Raina saja. Perlahan demi perlahan orang orang baik membantu kami" ujar Baskara pelan sembari tersenyum
Baskara lalu meraih ponselnya, dia melihat galeri dimana di galeri itu banyak sekali foto Dara yang dia ambil di saat ada kesempatan. Baskara melihatnya satu persatu dengan senyuman indah yang mulai terukir di wajahnya.
"Sabar ya Dara, aku janji akan segera mengungkapkan semuanya sampai kasus ini selesai. Supaya nanti pekerjaan aku sudah pasti dan keluarg kamu bisa menerima aku" gerutu Baskara dengan suara pelan
Perasaannya semakin membesar setiap harinya dan dia juga sudah mulai sadar bahwa dia memang mencintai Dara tepat di cinta pandangan pertamanya.
◇◇◇◇
Jack berada di kamarnya, kini pikirannya sudah agak tenang dengan satu masalah setelah orang suruhannya sudah memberi tahu bahwa mereka berhasil mendapatkan informasi rumah Baskara dan Raina yang baru. Fakta baru juga terungkap ternyata Baskara dan Raina mungkin saja mendapatkan bantuan dari boss perbukuan yang merupakan atasan Raina.
"Semuanya semakin menarik seiring berjalannya waktu, tapi lihat lah Baskara siapa yang akan menang dan kalah. Mungkin saja adik gue sekarang mulai terlibat bersama kalian untuk mencari tahu siapa dalang di balik kebakaran itu yang ternyata dia adalah kakaknya sendiri hahaa. Tapi gue akan pastikan Baskara dan semua sekutunya kecuali adik gue mereka akan mati sebelum semua orang dan adik gue tahu siapa dalang yang sebenarnya. Siapa pun engga akan pernah tahu siapa yang menyebabkan kebakaran itu" gerutu Jack dengan suara pelannya
◇◇◇◇
Dara berada di kamarnya, dia mulai membuka ponselnya dan ada beberapa chat yang belum sempat dia baca. Ternyata salah satunya dari kakaknya yang meminta nomor Baskara. Dara lalu tersenyum merasa senang karena kakaknya yang mau lebih kenal dengan Baskara.
"Hm oke, aku kirimin deh nomornya ke kakak. Lagian kenapa kakak tadi engga minta langsung ya.. hmm mungkin malu kali ya? dasar" senyum Dara setelah mengirim nomor telpon Baskara pada kakaknya
Dara lalu melihat dokter zean yang juga mengirim pesan padanya, dia lalu memanyunkan bibirnya sedikit kesal.
"Ini lagi satu dokter, khawatiran banget sama aku. Aku malah jadi bingung harus tanggepinya gimana" gerutu Dara terlihat sedikit kebingungan
Setelah mendapatkan ide "Aku udah pulang dok, dan di rumah aku juga ada kakak aku jadi kita udah ketemu" ujar Dara sembari mengetikan apa yang dia ucapkan