Rival Cinta

1205 Kata
Dara pun tidak bisa menolak dia pun mengangguk dan bangun dari duduknya "Hmm ya sudah mari dok" jawabnya yang pasrah Mereka pun keluar dari sana dan berjalan bersama "Lain kali dari pada ngerepotin Baskara yang baru kamu kenal, kamu bisa minta saya kok buat anterin kamu pulang yaa" jelas dokter Zean tiba tiba "Ya ampun ini cowo jangan jangan emang bener bener suka lagi sama aku?" gerutu Dara dalam hatinya "Hm padahalkan aku sama Baskara lebih dulu saling akrab, meskipun baru saling kenalan. Beda sama dokter Zean, kami sudah saling kenal sudah lama tapi engga akrab. Itu kan beda banget artiannya" ujar Dara lagi dalam hatinya sedikit kesal dengan pernyataan dokter Zean yang sedikit mengusik perasaan nya Dokter Zean memegangi bahu Dara pelan hingga membuat lamunan Dara terhapus begitu saja "Dara?" sahut Dokter Zean menatapinya serius "Eh iya iya dok, kenapa?" tanya Dara langsung menatapinya bingung Dokter Zean pun tersenyum dan menatapi Dara serius "Tuh kan apa saya bilang kamu itu kurang fokus Dara, harus banyakin minum ya lain kali" jelas Dokter Zean "Hmm saya denger kok dok, cuman saya malah ngelamun barusan. Hehe iya dok lain kali saya minta bantuan ke dokter Zean juga" angguk Dara jauh berbeda dengan apa yang ada di dalam hatinya "Hmm oke bagus deh" angguk dokter Zean Dara hendak melambaikan tangannya karena dia sekarang akan keluar rumah sakit, sementara Dokter Zean harus ke ruangan dokter Anna. Namun tak sesuai dengan apa yang Dara pikirkan ternyata dokter Zean malah mengikuti langkahnya juga. "Eh dokter Zean keluar juga?" tanya Dara membelalak Dokter Zean menggaruk kepala belakangnya "Hm saya lupa, ternyata saya juga ada keperluan dulu keluar. Saya kayaknya mau ke mini market" jelas dokter Zean segera "Oh iya iya" jawab Dara kaku "Hahh kenapa mendadak mau ke mini market sih! makin mencurigakan aja ni dokter" gerutu Dara dalam hatinya Mereka pun berjalan keluar rumah sakit, Dara menunduk selama berjalan dengan dokter Zean entahlah dia merasa sangat kaku saat bersamanya. sementara Dokter Zean menatap ke depan parkiran dimana ternyata Baskara terlihat baru saja datang ke sana, Dokter Zean langsung memegangi ke dua bahu Dara dan membuat Dara terkejut. "Eh kenapa dok?" tanya Dara terkejut sembari menatapi bahunya yang di sentuh oleh ke dua tangan dokter Zean itu Dokter Zean sebenarnya sangat di landa deg degan karena ini pertama kalinya dia bisa dekat dengan jarak seintens itu bersama seorang perempuan, apa lagi Dara yang sudah dia sukai sejak lama.  Baskara melepaskan helmnya dan berjalan menuju ke gedung rumah sakit, dia sangat terkejut saat melihat Dara dan Dokter Zean berdiri di sana dan membuatnya sedikit cemburu. "Ke- kenapa dokter Zean memegangi Dara seperti itu?" gerutu Baskara terlihat kebingungan dan hanya berdiri di sana dengan mematung "Seperti yang sudah saya bilang, kamu harus banyak minum dan makan yang teratur ya! biar kamu kerjanya fokus dan lebih aman, ya biar kamu engga nabrak saya terus jalan nya" ujar dokter Zean menatapi Dara dengan tersenyum manis Baskara mengerutkan keningnya "Apa?" gerutunya pelan "I- iya dok" angguk Dara lalu sedikit menjauh darinya Saat Dara menjauh dia melihat Baskara yang sudah berada di sana dan berdiri mematung ke arah mereka. "Eh Baskara?" senyum Dara melihatnya Baskara terlihat menatapinya datar lalu menatapi dokter Zean datar, berbeda dengan dokter Zean yang tersenyum pada Baskara. "Hai Baskara?" sapa Dokter Zean Dara terlihat tegang apa lagi melihat reaksi Baskara yang di luar dugaannya "Oh astaga! sepertinya aku berada di situasi yang cukup panas! apa Baskara marah? atau cemburu?" gerutu Dara dalam hatinya Baskara berjalan ke arah Dara dan berdiri di samping lain Dara "Hai dok" jawab Baskara dengan raut wajahnya yang datar "Dara, udah selesaikan? mau pulang sekarang?" tanya Baskara lalu menatapi Dara dengan tersenyum manis Dara lalu mengangguk "Hmm iya yu" ajaknya "Eh sebentar Baskara" sahut Dokter Zean menghentikan ke duanya Baskara lalu menatapi dokter Zean serius "Iya dok? ada apa?" tanya nya segera "Ya ampun kenapa lagi sih mereka" gerutu Dara kebingungan Dokter Zean menatapi Dara "Lain kali kamu engga usah repot repot jemput Dara ya" jelasnya lalu kembali menatapi Baskara Baskara mengerutkan keningnya dan bingung harus bereaksi seperti apa "Hah?" sahutnya "Ya ampun dia bener bener mengatakan semuanya ke Baskara? Dokter Zean ini kenapa sih" kesal Dara dalam hatinya "Ya, jadi lain kali kalau Dara bingung pulang. Dia engga perlu repot repot suruh kamu jemput karena takutnya kamu sibuk atau apa. Jadi Dara bisa kok pulang bareng sama saya" jelas dokter Zean tersenyum manis menatapi Baskara Baskara membuang nafasnya pelan "Hmm gitu? kalau itu sih terserahnya Dara aja" jawab Baskara tersenyum sembari menatapi Dara "Hmm iya iya, udah dulu ya dok. Aku harus pulang cepet nih ibu udah nungguin" jelas Dara menatapi dokter Zean tersenyum kaku Baskara tersenyum, sementara itu dokter Zean hanya mengangguk "Oke, kalian bisa pulang. Hati hati yaa" jawabnya sembari tersenyum Dara dan Baskara mengangguk "Iya dok, kami pergi dulu ya" ujar Dara "Kami permisi dok" tambah Baskara Mereka pun pergi dari hadapan Dokter Zean, Baskara dan Dara berhenti di hadapan motor Baskara. Dia lalu memberikan helm Raina pada Dara dan memasangkannya padanya. "Sebentar ya, biar aku yang pasangin, tangan kamu kan penuh karena pegang tas" ujar Baskara tersenyum padanya Dara membelalak dan menatapi Baskara dengan penuh arti "Eh ehmm iya iya" jawab Dara segera "Mereka malah.." gerutu dokter Zean menatapi ke duanya dengan tatapan yang kesal Dokter Zean masih menatapinya dengan tatapan datar, Baskara pun selesai memasangkan helm untuk Dara. "Sudah" ujar Baskara lalu tersenyum canggung pada Dara Dara pun ikit tersenyum dan mengangguk "Hmm ya udah ayo kita berangkat" ujar Dara tersenyum "Hmm ya udah yu" ujar Baskara lalu dia memakaikan helm miliknya dan naik ke motornya "Ayo" ajak Baskara lagi, Dara pun naik di jok belakang dengan jarak yang tidak jauh dengan Baskara Mereka pun pergi dari area rumah sakit, Dokter zean masih menatapinya dan ia pub masuk ke dalam rumah sakit. Dengan perasaan kesal yang mengisi hatinya. "Bisa bisanya Dara malah terlihat bahagia bersama Baskara" gerutunya pelan "Apa yang harus saya lakukan selanjutnya?" gerutu Dokter Zean dalam hatinya "Aku harus ke dokter Anna" ujar Dokter Zean dan pergi ke ruangan dokter Anna Saat dia masuk ternyata dokter Anna sedang mengerjakan beberapa pekerjaannya. Dia terkejut saat melihat dokter Zean yang tiba tiba masuk ke ruangannya. "Eh maaf dokter Anna saya engga ketuk pintu dulu" ujar dokter Zean merasa bersalah Dokter anna lalu mengangguk angguk "Eh eh iya gak papa, ada apa Dokter Zean? kamu kok kayak lagi mikirin hal berat gitu" jelasnya bingung "Dara lebih menyukai Baskara sepertinya dok, saya sudah melakukan apa yang dokter sarankan tapi sepertinya Baskara jauh lebih spesial bagi Dara" jelas Dokter Zean lalu duduk di kursi yang menghadap ke arah dokter Anna "Kenapa kamu bisa ngomong kayak gitu? apa mereka jadian? atau?" tanya dokter Anna bingung dokter Zean membuang nafasnya berat "Bukan jadian sih, tapi mereka terlihat saling menyukai satu sama lain" jelas Dokter Zean dengan tatapan kosong "Hahh mereka belum jadian, artinya kamu masih bisa buat dapetin Dara. soal perasan itu bisa berubah kapanpun lhoo Dokter Zean" jelas dokter Anna serius menatapinya dokter Zean lalu menatapi dokter Anna "Benar, perasaam bisa berubah kapan pun. terima kasih selalu bisa menguatkan saya dok" ujar dokter Zean sedikit tersenyum dan mulai merencanakan sesuatu untuk kembali mendekati Dara "Ya jangan menyerah dong! semangat" senyum dokter Anna lalu mendapat anggukan dari Dokter Zean
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN