Sesaat kemudian, Mas Fael menyodorkan daftar menu kepada abang, sambil mengatakan, "sama kayak yang lain saja, Bang." "Loh. Enggak mau milih menu?" tanya Abang, terlihat ujung alisnya saling bertaut. "Enggak, samain saja. He-he-he." Pukul sepuluh malam kami baru sampai rumah. Aku sangat penasaran dengan Ola dan mulai memperhatikan tingkahnya. Saat turun dari mobil, mata ini tak lepas dari memandang Ola. Aku memperhatikan gerak mata Ola, dia akan melihat ke arah mana saja? Benar dugaanku, Ola jelalatan ke sana kemari seperti sedang mencari sesuatu. Kemudian matanya berhenti tepat ke arah taman. Kali ini Ola hanya diam, tetapi dari sorot matanya aku paham. Sepertinya Ola melihat sesuatu di taman. Kemudian Mbak Eci meraih tangan Ola agar segera masuk ke rumah. Sepertinya Mbak Eci pun ta

