Tepat pukul sebelas, kudengar suara deru mobil yang berhenti di depan gerbang teralis, lalu mengelakson dua kali. Aku bergegas menuju ruang tamu dan mengintip dari jendela. Ternyata mobil abang, lantas buru-buru keluar dan membukakan pintu gerbang teralis. "Lama amat, lagi ngapain?" sapa abang sembari melajukan mobil ke halaman. "Lagi santai saja, Bang, he-he-he," jawabku seraya menutup kembali gerbang teralisnya. Sementara Adel jingkrak-jingkrak di teras depan menyambut kedatangan kakek, nenek, juga paman, dan bibinya. Setelah mobil terparkir, si kembar Ola dan Eli langsung turun dan menghampiriku. "Tanteeeee," sapanya sembari berlari dan menghambur ke pelukanku. "Ya ampun, Ola, Eli. Kalian sudah pada besar rupanya. Tante sampai kangen, loh. Lama enggak ke sini ya. Tuh, si Adel l

