Siang ini sepulang dari kampus aku langsung ke RS Bakti Husada tuk menjenguk mama Fifi, di sana cuma ada Fifi selain mamanya yang tertidur karna pengaruh obat, dengan infus di tangan kirinya. Sedangkan papanya langsung ke kantor pagi tadi karna ada relasi yg ingin bertemu. Sementara abangnya yg menetap di Belanda rencana nya akan pulang ke Indonesia hari ini.
Menurut Keterangan Fifi kejadian semalam karna koslet tapi tak ada yg terluka, hanya gudang dan sekitarnya yang terbakar , untung saja api tak menjalar ke ruang depan. Itu artinya lukisan yang ada di belakang itu ikut terbakar , dan kusimpulkan itulah yg jadi penyebab Jerry meninggalkan ku.
Setelah kepergian Jerry hidup ku rasanya hampa , rasanya dia jg telah pergi membawa hatiku. Bahkan Aku jadi banyak diam dan melamun , kadang si Fifi heran bila melihat ku bengong sendiri " Sepertinya kamu ada masalah ya Git ?kenapa tak kau bagi padaku , secara kita ini kan sahabat rasa saudara " tanya nya dengan alis yg bertaut " Tak ada masalah koq , mungkin saja karna kurang tidur kali yang membuat ku seperti itu " Kata ku dengan senyum yang di buat semanis mungkin. Seandainya ini masalah lain pastinya akan ku bagi, Tapi kalau hal ini biarlah ku simpan rapat di hatiku, ucapku dalam hati.
" Kalau gitu kapan kamu main ke rumah? kamu kan belum melihat rumahku yang sudah di renofasi ulang? kamu juga belum kenalan dengan abang ku yang sepertinya akan lama di Indonesia, maklum lah mamaku ingin Bang Ben Melanjutkan Perusahaan keluarga di sini saja, sementara yang di Belanda biar di tangani paman dulu" kata Fifi kemudian. " Ok besok aja aku main ke rumahmu , besok kan hari mnggu " kataku lagi.
Siang ini setelah pamit ke Ayah karna Ibu sudah berangkat ke Butik jam 8 tadi, aku menuju ke rumah Fifi naik Ojek online. Setelah sampai di depan rumahnya pintu ku ketuk dan tak lama kemudian pintu itu terbuka, maksud hati ingin mengucapkan Salam tapi yang ada aku cuma terpaku melihat siapa yang ada di depanku ' Jerry? setelah dia pamit dan tak pernah datang lagi? tapi sepertinya orang ini tak mngenalku , warna rambutnya pun berbeda , kalau jerry agak pirang keemasan , sedangkan yg ini berwarna dark brown , tapi semua yang ada di dirinya sama seperti Jerry.
" Mari silahkan masuk, dengan Gita ya, ada koq Fifi di kamar ," katanya membuyarkan lamunanku. " Kita belum pernah kenalan tapi saya tau kamu sahabat Fifi sejak SMP, saya Abangnya Bernard" katanya kemudian sembari mengulurkan tangannya padaku , dan dengan malu2 ku sambut uluran tangannya. Tiba2 " Cie Cie yang sudah kenalan sendiri , padahal baru aja mau ku kenalin, karna kalian itu sama2 jomlo sapatau aja kalian memang jodoh " kata Fifi dengan senyum menggoda.
Setelah melihat ruangan belakang yang sudah tampak lebih bagus lagi , kami duduk di ruang keluarga sambil nonton Film kesukaan di temani cemilan dan orange jus buatan bik Sumi. Aku tau sejak tadi Bang Bend yang duduk di ujung sana selalu melirik ke arah ku , tapi aku tetap cuek dan berpura2 tak tau." Bang gabung ke sini aja napa? daripada bengong sendiri " kata Fifi pada Abangnya. " Ok deng siapa takut dengan gadis2 cantik " kata Bang Bend sembari berjalan mendekat.Mungkin dia biasa saja terhadapku tapi aku yang jadi salah tingkah dan jantungku yang berdetak lebih cepat setelah dia duduk di sampingku.
Lagi serius nonton tiba2 Bang Bend" Bisa minta no telepon kamu ya Git , yach siapa tau aja ada yang perlu di omongin " katanya sembari mngulurkan hpnya padaku agar aku mengetik nomorku di situ. Setelah menyimpan nomorku hpnya ku kembalikan.
Jam 5 setelah pamit mau pulang , Bang Bend berdiri mngambil kunci mobil dan menawarkan diri tuk mengantarku " Gita mau pulang? Abang antar ya skalian ada keperluan di luar " katanya kemudian, " Iya Git kebetulan aku juga gak bisa ngantar, maklum aku janjian ketemu si Romi " kata si Fifi kemudian , yang membuatku tak bisa menolak.