ANAK KAMPUS

381 Kata
Akhir nya aku dan Fifi masuk di Kampus ternama di kota ku tapi dengan jurusan yang berbeda, karna aku mengambil jurusan arsitek sementara Fifi Kedokteran . Hari ini kami mulai masuk kampus tuk mengikuti Acara OSPEK selama seminggu , Setelah menuju parkiran tuk menyimpan mobil Fifi , kami menuju Aula tempat semua siswa berkumpul ,karna setengah jam lagi acara perkenalan Siswa Baru di mulai.Di kampus kami berkenalan dengan teman2 sejurusan kami masing2 , Karena banyak teman lebih baik daripada satu orang musuh. Yach mungkin itu kata pepatah bijak yang sering kita dengar. Malam ini setelah menyelesai kan tugas kampus aku tertidur, entah jam berapa bunyi dering hp membangun kan ku , Aku lihat jam menunjukkan pukul 23.30 ada apa Fifi menelfon ku malam begini? " Hallo Fi, ada apa tumben telepon malam begini ?" tanya ku cemas " Gita besok tolong ijin kan ya, karna aku tak masuk kampus , Saat ini aku lagi di RS Bakti Husada , nganter mama ku yang sakit jantungnya kumat , Untung tak sampai fatal ,karna di tangani dengan Cepat" katanya " Koq bisa Fi ada apa?" tanyaku lagi. " Saat ini rumah ku bagian belakang terbakar , mama ku kaget melihat makanya kumat lagi jantungnya , tapi sepertinya sekarang sudah dapat di atasi hingga api tak sampai ke ruang depan " jelas Fifi kemudian. " Ok besok dari kampus aku langsung ke RS ya " kata ku lagi sambil mematikan hp. Tiba2 Jerry menghampiri ku , memelukku dgn erat, ku lihat ada air yang menggenang di matanya , " Maaf kan Aku harus pergi, karna tak bisa lagi aku berada di samping mu ,Tapi yakin lah aku mencintai mu selamanya. " Sembari tetap memelukku dan mencium kening ku. Aku menangis pilu setelah kepergiannya, aku duduk sambil merenungi kata2 nya barusan, karna selama ini dia tak pernah pamit padaku seperti itu , biasanya dia datang dan pergi tanpa kata. Apakah selamanya dia akan pergi meninggal kan ku? di mana aku harus mencarinya? seribu tanya yang ada di hatiku saat ini. Ya Tuhan salahkah aku bila mencintai nya? Mencintai " Orang itu " yang tak pernah menyakiti hatiku ,Yang selalu ada buat ku, serta selalu menjaga ku " Air mataku mengalir semakin deras di tengah malam itu , hingga aku tertidur membawa rasa pilu di hatiku.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN