42

1360 Kata

Aku menekan pedal rem dengan mendadak, membuat Bimo yang duduk di kursi belakang sedikit tersentak. Jantungku berdebar kencang saat melihat mobil besar di depanku menghalangi jalan, sementara di sisi kanan, sebuah sedan hitam berhenti sejajar dengan kendaraanku. Dari balik jendela yang terbuka, muncul wajah seseorang yang selama ini berusaha kuhindari. "Maya keluar! Aku harus berbicara penting denganmu! Jangan cuekin aku!" suara David terdengar jelas, meskipun bising lalu lintas masih samar-samar terdengar di kejauhan. Tanganku mencengkeram setir erat, napasku memburu. Aku melirik ke kaca spion, berharap ada celah untuk kabur, tapi harapanku pupus seketika. Di belakang, sebuah SUV hitam dengan kaca gelap menutup akses mundur. Aku benar-benar terkepung. Bimo, yang sejak tadi diam, mul

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN