“maafkan aku, aku terpesona dengan mu”
Seketika Via sadar, keheningan yang tadi terasa sunyi kembali seperti dunia nyata, suara -suara di sekitar mulai terdengar di kuping Via. Rasanya dirinya masih tidak percaya ciuman pertama di lakukan di atas jembatan dengan pria yang baru dia kenal. Hancur cita – citanya mempertahankan ciuman pertamanya untuk calon suami dan cinta sejati nya kelak.
Pipi Via merah padam menahan malu dan rasa campur aduk di hatinya. Dia tidak atau mungkin belum mencintai sosok laki – laki yang ada di hadapannya ini, tapi sesaat Via menikmati ciuman pertamanya itu. Dia merasa gila, gila saja menyukai ciuman dengan pria baru di kenalnya. Tapi entah mengapa c****n itu sangat manis dan membuat Via ingin terus, jika saja Andrian tak melepaskan ciuman itu mungkin Via akan mulai terlena menikmati setiap inci dari bibir Andrian.
“aku mau pulang dulu ya sudah malam”
Hanya membalas dengan basa basi, entah mengapa perasaannya saat itu seperti orang yang m***k enggak bisa berpikir. Ingin berusaha meninggalkan Andrian dengan elegan malah Via terlihat sedang menutupi rasa malu dan kebingungannya. Berusaha berjalan secepat mungkin untuk bisa menjauh dari Andrian.
“Tunggu!” Via menoleh
“Tunggu, aku belum selesai! Kau tetap akan menghubungi ku kan?! Jika aku sudah di Jakarta”
“hah?!”
“Iya, aku masih ingin mengenal dan memahami, dan untuk tadi...” Via langsung menutup mulut Andrian yang belum selesai berbicara kepadanya.
“yang tadi... Gak usah di bahas ya, aku dan kamu mungkin terbawa suasana dari tempat ini, dan kau tidak perlu merasa bersalah. Untuk berhubungan ya pasti lah kan teman” Via berusaha menunjukkan senyuman terbaiknya ke Andrian seolah - olah tadi tak terjadi apa - apa.
“Tapi Via, bukan itu mak...” Via menutup lagi bibir Andrian yang belum selesai bicara.
“shuttt udah enggak usah di bahas lagi! Okay!? Besok aku akan menghubungi, sekarang aku mau pulang sudah malam”
“Aku antar ya vi?”
“enggak usah, kamu kan harus mengurus untuk kepulangan mu besok, enggak apa – apa aku pulang sendiri saja, nanti kalau sudah sampai aku kabari kamu”
“Ok kalau itu keputusan mu, tapi janji sampai kamar langsung menghubungi ku ya”
“Iya, ya sudah aku pulang dulu ya”
“Oke kalau begitu, tapi aku anter kamu sampai halte, enggak boleh menolak kali ini” enggak ada alasan Via untuk bisa menolak tawaran Andrian untuk sekedar mengantar sampai halte, kalau Via memaksa menolak malah terlihat sekali Via malu dan sepertinya pasti ketahuan jika dirinya baru pertama kali b******u dengan lawan jenis.
*****
Semalaman Via tidak bisa tidur memikirkan kejadian hari ini yang mengubah hidupnya. Bayangan Andrian sebagai Tama selalu terngiang dikepala Via, sesaat pipinya akan memerah, tiba – tiba dirinya tersipu malu, dan dalam waktu hitungan detik hatinya bisa berubah marah kesal dan ngomel sendirian. Semalam suntuk Via tidak bisa menutup matanya. Setiap ingin menutup mata wajah Andrian seakan – akan ada di hadapannya.
“ Tidak.... Bukan itu hanya kesalahaaan.. Bukan.. Bukan itu bukan cinta, tapiii ciumaaannya ituuu .... Ohhhh tidaaaak ada apa dengan diri kuuu” dirinya merasa frustrasi, senang marah nanti senang lagi tiba – tiba marah lagi. Semalaman Via tidak bisa tidur memikirkan dirinya, sampa ia lupa untuk menghubungi Andrian yang semalaman juga tak bisa tidur memikir kan Via. Sebenarnya Andrian pun merasakan hal yang sama, dia tak menyangka mengapa dirinya bisa senekat itu mencumbu Via.
*****
Pagi ini via di sibukkan dengan bekerja di restoran, terlihat wajah yang kelelahan karena semalam tidak bisa tidur. Seharian bekerja membuatnya lelah, dan lupa untuk membuka ponselnya, yang mungkin sudah ada seratus kali Andrian menghubunginya tapi tak di angkat. Chat yang masuk pun tak di baca Via. Tubuhnya benar – benar kelelahan. Sekarang pukul 4 sore, Via langsung bergegas untuk pulang,pekerjaanya sudah selesai ia kerjakan. Sekitar 15 – 20 menit berada di bus Via sudah sampai di halte dekat dormnya, langsung Via menuju kamarnya.
Lelah seharian di luar, membuat dirinya langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh yang seharian sudah berada di luar. Setelah mandi Via langsung menggunakan bathrobe nya dan menuju ke dapur kecil yang di dalam kamarnya dan langsung menyiapkan makan malam. Segelas s**u, potongan apel, dan telur dadar yang sudah tersedia di meja lipat yang di letak di atas kasur, sambil menikmati makanannya Via teringat untuk melihat layar ponselnya yang seharian tidak di lihatnya.
‘99 panggilan tak terjawab Tama’
‘34 pesan belum di baca’
Di bukanya semua pesan yang masuk, semua dari Andrian yang menanyakan tentang kondisi Via saat ini. Via tersadar kalau hari ini Andrian akan kembali ke Jakarta yang berarti dirinya tidak akan bertemu dengan lelaki yang semalam b******u dengan dirinya. Tak lama setelah membaca semua isi chat dari Andrian, satu panggilan masuk dari Andrian berusaha untuk mengatur hatinya baru Via mengangkat panggilan itu.
“ Halo...”
“Viaa kenapa seharian ini aku menghubungi dan kau baru mengangkatnya sekarang!?!”
“maaf tadi aku bekerja dan lupa untuk melihat layar ponsel ku”
“Via, aku sudah takut kau tidak akan pernah mengangkat panggilan ku lagi, karena hal semalam yang telah aku lakukan padamu”
“Tamaaa... Kita jangan bahas hal kemarin lagi, oke, dan untuk harini aku minta maaf karena seharian bekerja dan kelelahan aku tak melihat layar ponsel ku dan tidak tahu jika kau menghubungi ku”
“Kau sudah makan? Aku sekarang di ruang tunggu bandara, mungkin sekitar 30 menit lagi aku masuk ke dalam pesawat” Andrian merubah topik pembicaraanya, padahal dirinya ingin membahas tentang C****n itu, dan Andrian berniat untuk jujur jika dirinya adalah Andrian teman kecil Via. Andrian seperti lupa bahwa dirinya ingin membalas Via yang sudah membuat dirinya tidak bisa hidup normal selama ini, dia ingin meminta penjelasan Via tapi sepertinya dia mulai mencintai Via, niatnya untuk membalas Via pun se akan enggan untuk ia lakukan.
“Ini aku sedang menghabiskan makan malam ku, hati – hati ya semoga sampai di Jakarta dengan selamat”
“Vi, kita masih bisa berjumpa lagi kan? Aku akan tetap menghubungi kamu selama di Jakarta , dan aku berjanji akan kembali secepatnya ke Amsterdam jika urusan ku di Jakarta sudah selesai”
“ kau hati – hati ya, oke, dan Tama jangan lupa kabari diriku” mendengar ucapan Via Andrian merasa hatinya mulai mencintai Via. Dan ingin lebih lama bersamanya, tapi mau bagaimana Andrian harus kembali ke Jakarta.
“ Aku mencin...” Pluk hp Via mati sebelum Andrian menyatakan cinta.
“haduuhh Tama tadi bilang apaaa, pake acara habis baterai lagiiiiiii...” ponsel Via yang ternyata habis baterai karena seharian Andrian terus menghubungi dirinya, seketika itu Via langsung mengisi daya ponselnya. Sedangkan Andrian yang bingung kenapa ponsel Via langsung di tutup sebelum dirinya selesai berbicara. Tak lama lagi dirinya harus masuk ke dalam pesawat tapi ia masih belum Bisa menghubungi Via, panggilannya selalu terputus.