RENCANA NENEK

671 Kata
Sekian hari bulan sudah berlalu, di lalui dengan kesendirian di negara orang, Via merindukan mama dan neneknya. Melihat foto – foto bersama tahun lalu saat nenek berlibur di Amsterdam begitu membuatnya merindukan kedua wanita hebat dalam hidupnya. Jika saja Via tak terlalu memaksakan kehendaknya untuk mengejar gelar sarjananya mungkin dia bisa sedikit bersantai seperti teman – temannya menikmati club – club malam, berlibur atau sekedar pulang untuk menjenguk kedua wanita yang dirindukannya saat ini. Tapi semua perjuangan Via pun tak sia – sia kok hanya butuh 3 minggu lagi dia akan lulus dengan predikat yang memuaskan. Via mempunya mimpi untuk membuka sekolah tari profesional di Jakarta setelah dia sudah mendapatkan gelarnya. Termenung sambil melihat – lihat foto nenek dan mama sedikit membuat Via meneteskan air matanya. Merindukan mereka sedikit membuat dirinya lemah dan ingin segera kembali ke Jakarta. Sesaat dia hendak mengambil minum ponselnya berdering. Seperti punduk di cinta ulam pun tiba, terlihat di layar nama mama, tanpa menunggu lama langsung di raihnya ponsel yang tergeletak di atas kasur. “Hallo mamaa” “Hallo sayang lagi apa? Nenek kangen tuh mama kasih ke nenek ya” “Hallo nekkk” “Viaa kapan kamu kembali ? Aku sangat merindukan mu, apa masih belum selesai juga perkuliahan mu, nenek dengar dari mama beberapa minggu lagi kamu wisuda ?” “Nenek aku juga kangen sama nenek” Dengan suara manja Via merengek seperti anak kecil. “Iya nek, aku hanya butuh menyelesaikan beberapa hal yang menyangkut perkuliahan ku, dan setelah wisuda selesai aku akan langsung kembali ke Jakarta” “Kapan kau kembali, yang jelas nenek mau bikin syukuran buat kamu” “Nek buat apa sih, aku bukan mau bertunangan ! Buat apa acara syukuran lagian aku di Jakarta hanya 2minggu setelah itu aku mau berlibur ke beberapa negara untuk referensi ku membuat sekolah tari nek, ayolah... Selama 2minggu aku hanya ingin quality time dengan kalian berdua” “Mungkin saja, bertunangan bukan hal yang buruk, lagian kau sudah besar! Dan aku juga ingin melihat cicit dari mu!!” ledek nenek yang sebenarnya nenek sudah punya rencana untuk cucu satu – Satunya ini. “Nekkkkkk ini bukan zaman Siti nurbaya lagi yang harus di jodoh – jodohkan dan aku memiliki mimpi ku sendiri” “Ha.. Ha.. Ha zaman tak pernah berubah Via hanya kau saja yang tak pernah mau memikirkannya jadi perawan tua baru rasa” “Neneeeeeekk gak asikkk deh bahas hal begini” “Ya sudah pokoknya secepatnya kau harus kembali!” “Iyaaaa neneeeekkk ku sayaaanggggg my princeeesssss bala balaaa kuuu, muaachhhh bye nek” Via mematikan ponselnya, sedikit merasa senang dan mengobati rasa rindunya dengan nenek dan mama. ***** Di lain hari. Andrian yang sudah tahu kabar akan kepulangan Via yang hanya tinggal menunggu hari lagi, merasa bahagia dan sudah menyusun rencana yang akan dia lakukan terhadap Via. Banyak hal gila yang sudah tersusun rapi di otaknya. Sekarang saja dia sudah melakukan hal gila itu. Dia membeli rumah persis di sebelah kediaman mama dan nenek Via, dan keputusan itu diterima dengan baik oleh mama dan nenek juga kakek Anwar dengan begini mereka bisa dengan mudah untuk bertemu. Terlihat Andrian yang sangat antusias memindahkan baju – baju nya ke dalam koper dan sebagian barang – barang yang ia butuh kan untuk di bawa ke rumah baru yang akan dia tempati mulai besok. Kekayaan Andrian mampu membeli berpuluh – puluh rumah mewah dengan mudah. Membeli rumah dan langsung di renovasi bergaya klasik modern sangat sesuai dengan selera Andrian. Ada 1 kamar yang sudah di siapkan dia untuk Dirinya dan Via kelak mereka sudah resmi menikah. Kamar dengan nuansa putih dan modern. Andrian tertawa geli memikirkan dirinya menikah dengan Via dan tinggal di kamar yang sudah di siapkannya. Pikirannya mengkhayal hal – hal yang akan memuaskan hasratnya yang sudah bergelora sejak dia bertemu dengan Via beberapa bulan lalu. Andrian sengaja tak menghubungi Via lagi sejak ia tahu akan di jodohkan dengan gadis itu, dia tidak butuh lagi melakukan hal bodoh untuk menyamar menjadi Tama atau siapa pun itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN