Mature content !!! Please bijak dalam membaca, di khususkan buat 18plus, yang gak kuat menyingkir yah..hehhehehe
Hawa dingin merambati sekujur tubuh Anandita. Rupanya ia tidur tanpa selimut, dan mendapati dirinya terbangun dalam keadaan tanpa sehelai benang pun, dan juga Daniel disampingnya.
Tangan Daniel menangkup salah satu p****anya, saat anandita membelakanginya. Hampir saja keluar d*****n dari mulut Anandita, dengan mata yang masih tertutup. Berkali -kali Daniel menciumi pundak Anandita sementara tangannya yang lain menyelinap ke bagian bawah tubuhnya. Tangan itu menyusuri perut dan mulai turun kebawah.
Anandita sadar ini bukan mimpi, ia sangat terlena dengan sentuhan yang di berikan Daniel dan sebenarnya masih ada kantuk yang tidak tertahan lagi, ia melanjutkan tidurnya di sela Daniel yang memeluknya.
Anandita berdecak kesal karena mencium bau alkohol dan merasakan pegal-pegal di sekujur tubuhnya. Ia ingin muntah sekaligus mau ke kamar mandi. Anandita membuka mata dan mendapati dirinya terbangun masih dalam keadaan tanpa sehelai benangpun, Ia menarik selimut hingga ke bagian d***.
Ia melihat sekelilingnya. Keadaan kamar mereka yang berantakan hanya membuatnya merona. Seprai kasur sudah mencuat kemana-mana, dan ia mengingat kejadian semalam walaupun mabuk, ia tidak hilang ingatan. Malam panas yang terjadi antara ia dan Daniel. Memikirkannya membuat ia merona.
Ketika Anandita menunggui Daniel di depan pintu shower. Saat itu Daniel yang selesai dengan aktifitas mandinya membuka pintu kamar mandi yang transparan itu, persis ada Anandita yang masih merangkak di depannya. Mata mereka saling bertemu. Anandita dengan wajah yang memerah akibat minuman yang tadi mereka minum, menatap Daniel yang tidak memakai apa-apa di tubuhnya. Kemudian Anandita memalingkan wajahnya kebawah melihat blouse pendeknya yang tersingkap melihatkan pakaian dalamnya yang terpampang jelas saat ia duduk dilantai. P*** mulusnya terekspos kemana-mana.
Dan kancing bajunya yang sudah terbuka dan memperlihatkan bagian leher putihnya dan juga memperlihatkan bagian d*** nya yang sudah terkespos.
Tiba-tiba Daniel turun bertumpu dengan lututnya. Ia memegang erat bahu Anandita. Sebelum Anandita sempat melontarkan kicauannya, Daniel mengajak Anandita berdiri, Kemudian Daniel langsung menc***u bibir Anandita.
Ia tidak berdaya melepaskan diri. Sengatan bau alk***l yang masih berada diantara mulut mereka. Lidah Daniel mendesak bibirnyaya agar membuka. Anandita sudah terlena. Bibirnya terbuka menyambut lidah Daniel yang semakin liar menjelajahinya.
Tersadar dirinya bersama Daniel sudah berada di dalam shower hingga baju yang di kenakan Anandita basah melekat menjiplak tubuhnya yang terlihat sangat s**** dan Daniel yang tanpa sehelai benang pun. Dalam hitungan detik Anandita terlena. Anandita menerima perlakuan yang di berikan Daniel. Anandita diam tak bergerak. Ia tak percaya apa yang terjadi, Daniel menciumnya. Ia tidak berhalusinasikan Anandita menerima ciuman Daniel dengan gemetar. Ia menyentuh rambut Daniel, bahu Daniel, dan punggungnya. Kedua tangan Daniel sudah merambati tubuhnya. Lalu dengan cepat-cepat melucuti pakaian yang Anandita masih melekat di tubuh Anandita.
Kedua tangan Anandita memeluk erat leher Daniel sementara ia terbuai dengan jemari Daniel yang menyentuhnya secara s*****l di bagian tubuhnya.
"Ahhhhhh......." Anandita m******h.
Bibir mereka tak henti-hentinya saling memagut. D*****n dari mulu Anandita semakin nyaring sementara napas Dan jantungnya terdengar memburu. Sensasi yang Anandita rasakan benar-benar memabukkan dan membuatnya ketagihan.
Dan kenikmatan gadis itu bertambah berkali-kali lipat ketika semua pakaian dalamnya sudah teronggok di lantai. Kulitnya bergesekan dengan kulit Daniel. Lelaki itu merengkuhnya. Kedua tangannya memb***i Anandita, lalu turun perlahan hingga mencapai b***ng. Menyentuhnya sekilas sebelum mengangkat tubuh Anandita. Daniel memindahkan tangannya sehingga Anandita melingkarkan kedua kakinya ke sekeliling tubuh Daniel.
Daniel bekerja se natural mungkin. Anandita tidak bisa menahan dirinya untuk menyentuh Daniel di semua bagian tubuhnya. Ia juga mencurahkan segala perasaannya dalam setiap sentuhannya, begitu juga Daniel. Mereka terus melanjutkannya ritual bisu itu, hingga berpindah ke ranjang yang jadi perdebatan mereka.
Bagian tubuh Anandita yang paling sensitif merasakan desakan keras. Ia membulatkan matanya dan memandang Daniel dengan terkejut. "Daniel.....Ap-ap...?"
Daniel melihat keterkejutan Anandita. "Semua akan baik-baik saja," bisik Daniel, ketika ia menc***u lagi istrinya. Daniel menc**mnya hingga ia ke habisan napas. beralih menyusuri leher Anandita yang putih mulus, Anandita terpekik kaget, di hisapnya kulit leher mulus Anandita hingga menimbulkan bekas kemerahan, kemudian turun kebawah ke bagian d*** Anandita, Daniel menghisapnya dengan sangat rakus, dan ia membuat banyak tanda di bagian d*** itu sedangkan tangannya yang lain meremas lembut P******* Anandita yang satunya lagi.
Rasa yang Daniel berikan, sungguh membuat Anandita makin tak berdaya.
Anandita terkesima dengan pelakuan Daniel. G****h dalam tubuhnya begitu membuat ia liar dan melayang. Anandita merasakan sudah sangat basah di bagian tubuh bawahnya yang paling sensitif.
Bagian tubuh Daniel yang keras pun sudah mendesak ingin menerobos area sensitif Anandita. Daniel merasa Anandita sangat susah untuk di masukkan.
"Aku Tidak tahan," geram Daniel. "Ahhhhhhh......" de****n Daniel terdengar menghiasi kamar pengantin ini. Ia begitu b*******h pada gadis ini
Anandita memegang sisi wajah Daniel dan memandang Daniel yang sekarang ada di atasnya, antara nikmat dan bertanya. Namun entakan keras dan menyakitkan
yang langsung menghantam membuat Anandita berteriak kencang. Kedua tangannya mencengkram kuat punggung Daniel. Mungkin setelah ini akan ada bekas cakaran di punggungnya. Beberapa bulir air mata keluar dari kelopak matanya.
"Aku tidak bisa berhenti sekarang, jangan menolakku." Daniel menggeram dan semakin meningkatkan gerakannya. "Kamu milikku sekarang, Kamu sangat sempit dan juga nikmat sayang."
"Ahhhhhhhhhhh......" Daniel dan Anandita sama-sama mencapai puncak kenikmatan yang mereka inginkan. Sebelumnya Anandita menangis karena sangat sakit setelah Daniel berhasil menerobos dirinya. Tetapi Daniel berhasil membuat Anandita kembali b*******h dengan cumbuan yang sangat lembut, Ia lupa kalau saat Daniel memasukinya sangat susah dan sempit.
Mereka melupakan apa yang sempat terjadi tadi sore . Efek minuman yang memabukan dalam seketika mengharuskan mereka melupakan perdebatan dam melupakan kalau mereka suami istri bohongan.
Hanya ada de****n setiap apa yang mereka kerjakan malam ini, hingga pagi menjelang. Kamar penngantin yang kemarin mereka ributkan menjadi saksi malam pertama mereka, malam memabukkan dua insan yang tidak saling mengenal satu sama lain, dan tidak sama sekali mencintai, tetapi dalam kemabukkan apa saja bisa terjadi. Mereka lupa kalau minuman keras bisa membuat siapa saja bisa berbuat diluar keinginan mereka.
De****n demi de****n saling bersahutan, sepasang pengantin yang saling menikmati malam indah mereka. Tidak ada penghalang malam ini, Mereka sangat menikmatinya.
Sepasang suami istri ini begitu menikmati malam panjang mereka, malam pengantin mereka walau di bantu oleh minuman keras. Siapa sangka minuman itu yang membuat mereka akur setelah banyaknya perdebatan.