Drama ranjang pengantin

1183 Kata
Setelah acara berbelanja dan juga sarapan di warung yang ada di sekitar resort, mereka kembali dengan belanjaan yang banyak, yah karena mereka tidak membawa pakaian dan persiapan sebagai mestinya orang berlibur. Anandita yang sibuk dengan belanjaannya, membuka semua tas belanjaannya,sambil memilah-milah apa saja yang mereka Beli, memang tidak lengkap, karena disekitar resort hanya ada outlet kecil, dan bukan tempat untuk berbelanja seperti halnya di Bali. "Aku lupa, handphone ku mati, boleh aku pinjam charger sebentar. Pasti banyak pesan di ponsel ku, sejak ponsel ini mati. Aku harus memastikan apakah ada yang urgent di rumah sakit, walaupun lagi berlibur tapi aku tidak akan mematikan ponselku." Daniel yang langsung menghampiri Anandita. Baru saja Anandita memegang chargernya untuk mengisi daya ponselnya yang juga mati. "Ponselku juga mati, aku mau kasih kabar ke orangtuaku kalau kita sudah sampai disini, dan aku juga perlu charger ini, kenapa tadi tidak pinjem dua charger saat karyawan hotel menawarkannya, kan tadi aku sudah bilang kita pasti akan berebut charger," ucap Anandita kesal. "Aku dulu yang pakai, nanti setelah daya ponselku sudah setengah terisi, kamu baru pakai yah," ucap Daniel penuh penekanan. Anandita yang kesal melemparkan chargernya ke kasur yang masih penuh dengan hiasan bunga dan handuk burung angsa, seketika berantakan karena tiba2 Anandita terjun keranjang pengantin itu, sambil menyembunyikan dibalik bo**ngnya charger yang jadi rebutan mereka berdua. "Kamu urusi saja belanjaanmu dulu, nanti setelah aku sudah selesai mengisi daya ponselku kamu baru pakai," ucap Daniel frustasi. "Aku tahu kita akan berebut charger." Teriak Anandita sambil tetap menyembunyikan chargernya di belakang bo**ngnya. Tanpa di duga, Daniel naik ke atas tempat tidur merangkak menghampiri Anandita yang seakan mau memeluk Anandita, tetapi sebenarnya ingin merebut charger yang ada di belakang Anandita. Dengan gerakan spontan, Daniel merentangkan kedua tangannya yang hendak memeluk Anandita dari depan, dan menyusupkan tangannya ke belakang badan Anandita, tubuh Anandita seakan terhipnotis dengan sentuhan fisik yang dilakukan Daniel secara tiba-tiba. Anandita merasakan d**a bidang Daniel menyentuh p*******nya yang tidak di sadari oleh Daniel. tiba-tiba Daniel memeluk Anandita dari depan hingga Dita ada di dalam dekapannya hanya untuk mengambil charger yang di sembunyikan Dita di bawah bo**ngnya di belakang badannya, Daniel sedikit mendekap dita hingga ia seakan dipeluk, sedikit diangkat badannya oleh daniel, sedangkan tangan yang satunya lagi, mengambil paksa charger yang tadi sempat di duduki Anandita. Anandita terperangah merasakan rasa yang agak aneh dalam dirinya bisa sedekat ini dengan Daniel, sentuhan fisik yang baru pertama kali dia rasakan dengan daniel, badan besar dengan d**a bidang yang lebar, seakan membuat diri Anandita ada desiran aneh yang dia rasakan. Harum tubuh Daniel seperti wangi bahan pelembut pakaian, membuat Anandita spontan menarik napas menghirupnya dan menikmatinya. Daniel menyadari kalau kini Anandita diam saja saat ada didekapannya, dan buru-buru menarik kabel charger dari balik b***ng Anandita. "Aku lebih emergency, aku harus menggunakannya dulu, ini masalah nyawa, walaupun kita sedang liburan atau sedang tidak berada di rumah sakit, aku harus selalu stand by dengan ponselku, kamu harus mengerti," ucap daniel disamping telinga Anandita sambil melepaskan pelukannya dan mundur kemudian turun dari kasur. Mata Anandita mengikuti gerakan Daniel yang sudah turun dari ranjang, setelah dapat apa yang di inginkannya, Daniel tidak menyadari gerakan yang ia lakukan membuat jantung Anandita berdetak cepat, hingga pipi Anandita yang merona, baru kali ini ia dan Daniel sedekat itu. laki-laki itu malah berlalu dengan santai, memunggunginya dan menunduk di bawah meja yang ada disamping Kasur besar untuk menancapkan charger yang berhasil ia rebut. "Kita belum membicarakan bagaimana kita mandi," ucap Anandita. Melihat kamar mandi yang terbuka dan dia belum mendiskusikannya dengan Daniel. Melihat ruangan kamar ini, yang dilapisi dinding kaca dan di depan kasur ada sofa, sedangkan untuk kamar mandi tidak ada ruangan khusus, hanya ada bathtub besar di depan kamar mereka yang menghadap ke laut, dan tidak jauh dari bathtub ada shower yang dilapisi dinding kaca dan tentu saja akan mengekspos apa saja yang terlihat, tidak ada privasinya. semuanya tembus pandang. Meski kamar ini sangat indah dan kesannya sangat romantis, bagi Anandita tidak memberikan keuntungan baginya, karena ia harus tinggal bersama Daniel. "Sekarang kamu belum ingin mandi kan? dan lagi jangan gunakan bathtub." Daniel menengok ke arah bathtub dan menunjukknya. "Aku gak akan masuk,jika aku tahu kamu sedang pakai shower," ucap Daniel. Daniel yang sudah duduk di kursi. Berada persis di depan dinding kaca menghadap ke luar halaman kamarnya, di depan pintu kamar itulah bathtub dan shower berada, sambil mencharger ponselnya. Anandita merasa kesal, bagaimana mungkin kalau dia mau mandi ada Daniel di sekitarnya, dan lagi shower itu tembus pandang, kalau di tutup pun, akan kelihatan dari luar, ya kali mandi dengan pakaian lengkap pikir Anandita. Rasanya Anandita mau menjenggut rambut Daniel sangking kesalnya. "Aku mau mandi sekarang!" kesal Anandita. "lagian kalau kamu duduk disitu sambil main ponsel, bagaimana aku mandi, bisa-bisanya kamu nontonin aku live mandi, Daniel mendongak, mau tak mau dia harus meladeni Anandita yang sangat cerewet sekali. "Mau mandi ajah ribet banget sih, mandi yah tinggal buka baju, sabunan, ribet banget sih," ucap Daniel santai. Anandita melototkan matanya, memang tidak ada yang salah dengan omongan Daniel, mandi yah tinggal buka baju dan sabunan, yang salah itu, Daniel ada disitu, sedangkan kamar mandi itu membuat Anandita tidak nyaman. "Iyah tau mandi tinggal mandi, buka baju, dan sabunan, tapi kan ada kamu disini, bisa-bisanya kan kamu ngintip aku, lihat dong itu shower kacanya bening begitu," ucap Anandita dengan kesalnya, "dan lagian aku juga mau pipis jika seperti ini? kamu bisa-bisanya ngintipin aku pipis," sambil menunjuk kloset yang terbuka di depan bathtub. Daniel memandangnya seakan ia anak kecil yang polos. "kamu keluar kamar dulu yah, nanti balik lagi kalau aku sudah selesai mandi, please," Anandita memohon. "Kamu memangnya mau mandi sekarang? kita bahkan belum makan malam," ucap Daniel, merasa aneh dengan alasan Anandita yang mempersoalkan tentang acara mandinya. "Mau aku mandi sekarang atau nanti sehabis makan, atau mau berapa kali aku mandi itu urusanku!!" mendengar ucapannya sendiri Anandita merasa geli, kekanak-kanakan sekali ia hari ini, sambil menunjuk Daniel, "jangan coba-coba mengintip yah! aku mau mandi sekarang." Dengan santainya Daniel duduk menumpangkan kaki , kemudian mengambil ponsel yang sedang di chargernya. Anandita melongo. "Aku akan duduk disini, aku gak mau keluar kamar." Ucap Daniel. "Aku mau mandi," ucap Anandita masih terkejut. Daniel melirik Anandita sekilas, lalu kembali menatap ponselnya. "Silahkan tidak ada yang melarang." "AAARRGGGHHHH!!!!!!" Anandita memekik kencang. kedua Tangannya terangkat, ingin mencengkram kepala Daniel yang duduk santai di kursi memainkan ponselnya. "Lihat saja, aku akan duduk disitu juga saat kamu mandi, dan saat kamu pipis dan apa pun...." Anandita menghentakkan kakinya merasa kesal oleh sikap Daniel yang cuek. Daniel mengangguk mantap mendengar ucapan Anandita yang membuatnya sangat gemas, walaupun dengan ekspresi datar, sehingga membuat Anandita makin emosi. Tanpa berpaling dari layar ponsel, Daniel berkata santai, " ya sudah sana cepat mandi." Anandita menggunakan jubah mandi yang disediakan hotel ketika hendak menggunakan toilet. Daniel benar-benar tidak beranjak sedikit pun dari kursi yang dia duduki. Hingga Anandita selesai menggunakan bathtub nya yah walaupun awalnya dia memakai pakaian lengkap saat memasukinya, dan mau tak mau dia melucuti pakaiannya satu persatu saat sudah masuk bathtub, walau matanya tidak lepas untuk mengawasi Daniel yang siapa tahu akan tiba-tiba mengintip, untung saja Daniel sama sekali tidak memperhatikannya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN