SHD (Super Husband and Daddy)

1275 Kata
"Bella!!!!! Bella kamu ngapain?!!! Berenti!!!!" Brayn langsung mengejar Alexa dan Bella. "WOY ALEXA!! ANAK GUE ITU!!! BERENTI!!!! DASAR SINTING!!! LO APAIN ANAK GUE!!!" Brayn berteriak heboh, dia mengejar Alexa dan menyuruh Alexa untuk berhenti. Alexa tak menghiraukan Brayn, jika dia menoleh ke belakang maka berabe urusannya, bisa-bisa Alexa nabrak nantinya. Mendengar suara Brayn, Bella langsung menoleh ke belakang. Dan setelah melihat Brayn mengejar dirinya, Bella langsung tertawa kencang, "Hahaha ... daddy ngejar Bella, ayo daddy kejar Bella terus!!! Ayo daddy, ini benar-benar seru!! Ayo kejar Bella terus!!" Bella berteriak supaya Brayn mendengarnya. Brayn yang sedang mengejar Alexa dan Bella langsung melotot saat mendengar ucapan Bella, "Anjirr, anak gue ada-ada aja-- Anak gue yang aneh kolaborasi sama si Alexa yang sinting, jadilah momen diluar nalar!-- Rasanya pengen gue bom aja tuh si Alexa, gak tau apa gue capek ngejar-ngejar dia!!" Brayn menggerutu kesal, dia terus mencerca Alexa sambil berlari dan dengan nafas yang ngos-ngosan. Alexa tertawa, melihat Brayn tersiksa seperti ini rasanya hatinya sedikit lega dan bahagia. "Ayo daddy!!! Kejar Bella terus!!! Kejar sampai dapat!!!" Bella kembali berteriak sambil cekikikan melihat daddy-nya berlari ngos-ngosan mengejar dirinya. "Aunty Alexa emang top!! Bella bahagia banget naik kardus jalan gini!! Lebih seru dibandingkan naik mobil-mobilan!!" Bella berteriak memuji Alexa. Alexa tertawa, "Pasti dong!!! Aunty Alexa gitu loh!! Calon mami kamu nihhh, bukan kaleng-kaleng," Alexa juga ikut membanggakan dirinya sendiri. "Kamu dihukum dulu ya, Brayn. Biasanya kamu yang selalu buat aku nyesek, sekarang aku buat kamu ngos-ngosan lewat anak kamu sendiri. Wkwkwk ... rasain tuhhh," Alexa tertawa dalam hati. Dia senang melihat Brayn seperti ini. Rasanya kekesalan Alexa karena ucapan menyakitkan Brayn setiap hari, saat ini sedikit terbalaskan saat melihat Brayn ngos-ngosan mengejar dirinya dan Bella. ***** "Alexa!!! Berhenti gak lo?!! Berhenti sekarang atau mau gue lempar batu biar lo berhenti!!" Brayn berteriak sambil mengejar Alexa. "Daddy curang! Main batu, kalau mau ajak perang bilang!! Biar Bella juga ambil batu buat lempari daddy juga," Bella kembali berteriak, dia tak setuju dengan Brayn. "Alexa!!! Woyy!!! Berhenti woyy!!!" Brayn kembali berteriak memanggil-manggil Alexa. Alexa yang merasa terganggu pun langsung menoleh ke belakang, "Apaan sih?! Kejar aja kalau bisa!!" Alexa menantang Brayn, dia tak akan menyerah begitu saja. Brayn mengepalkan tangannya, "Dasar cewek sinting!! Awas aja kalau dapat, gue seret dia ke laut langsung!" Brayn terus menggerutu kesal. "Itu bahaya buat Bella!! Berhenti sekarang!!!" Brayn kembali meneriaki Alexa. Alexa menggeram kesal, Brayn benar-benar sangat berisik. Alexa menoleh ke belakang untuk melihat Brayn, "Rasain!!! Kejar terus sampai mam-" Brakkk!!! "Mampusss!!!" sambung Brayn dengan senyum puasnya. Alexa menabrak bahu jalan, Alexa dan sepedanya langsung terjatuh, tapi tidak dengan Bella. Bella tetap aman di dalam kardus. Brayn langsung berlari mendekati Alexa dan Bella. Bella yang melihat Alexa jatuh langsung saja melompat dari dalam kardus, Bella langsung menghampiri Alexa yang meringkuk kesakitan. "Aunty, aunty kok bisa jatuh sih? Sakit ya?" pertanyaan Bella memang mengesalkan, sudah tau jatuh masih ditanya sakit atau tidaknya. Ya sudah pasti sakit lah. "Awww ... sakit banget," Alexa memegangi lututnya yang luka dan berdarah. Kemungkinan besar juga kakinya Alexa terkilir. "Mampusss!!!! Mampuss kan yang mau lo bilang?!! Hahaha rasain!!! Kualat deh lo," Brayn menertawakan Alexa saat Brayn sudah sampai di hadapan Alexa dan Bella. Bella menatap tajam ke arah Brayn, "Daddy!! Kok daddy jahat banget sih?! Ini aunty Alexa sepertinya kesakitan loh, ayo buruan di tolongin," bukan sepertinya Bella, tapi memang kesakitan. "Itu kan sepertinya, sayang. Sesungguhnya mah gak kesakitan, akting doang itu mah, jangan mau dibohongi sama dia," Brayn malah menghasut Bella agar Bella tak menolong Alexa. Alexa menatap Brayn tajam, "Gak sakit ndas mu gundul!!! Aku kesakitan ini!! Kaki aku terkilir, lutut aku juga luka, berdarah. Ayo cepat bantuin!!" Alexa sudah tersulut emosi. Dia benar-benar merasakan kesakitan yang sangat hebat. "Daddy, ayo kita bawa aunty pulang, daddy gendong deh aunty Alexa. Aunty kakinya berdarah itu, pasti sakit," Bella menarik-narik ujung baju Brayn. "Enggak, sayang. Itu mah pewarna makanan, emang sengaja dibuat untuk ngebohongi kita. Kamu jangan percaya gitu aja, kamu mah terlalu polos," Brayn kembali mencuci otak Bella agar Bella tak menolong Alexa. "Uda ayo kita pulang, sayang. Nanti kalau oma tau kamu main di luar gini, oma bisa marah loh. Ayo kita pulang sekarang!" Brayn menarik tangan kecil Bella dengan semangat. "Gak mau, daddy, ayo tolongin aunty Alexa dulu, kasian aunty Alexa," Bella meronta-ronta minta dilepaskan oleh Brayn. "No, sayang. Aunty Alexa lagi pertunjukan drama di jalanan, biar dapat nilai bagus dari ibu guru. Jadi kita gak boleh gangguin, nanti bu guru marah dan aunty Alexa dapat nilai jelek," Brayn mengarang cerita, dia membodohi anaknya yang masih sangat polos itu. Bella diam, dia masih mencerna kata-kata Brayn. "Emang kamu mau kalau aunty dapat nilai jelek, nanti jadi tinggal kelas dan gak bisa nikah sama daddy. Kamu mau?" tanya Brayn menakut-nakuti Bella. Bella langsung menggeleng cepat, "Gak mau, daddy. Bella mau aunty dan daddy cepat-cepat nikah." "Nahh kalau gitu ayo jalan lagi, kita pulang duluan. Aunty Alexa masih sibuk," Brayn menarik kembali tangan Bella. "Bella!! Tolongin aunty!! Sakit Bella, please tolongin," Alexa merintih kesakitan, dia meminta tolong pada Bella. Bella kembali berhenti, dia ingin lari menolong Alexa, namun Brayn langsung mencegahnya, "No, Bella. Aunty Alexa berperan sebagai tokoh yang tersakiti di dalam drama, jadi harus akting begitu. Kalau kamu kesana, semuanya jadi gak berjalan dengan alur yang semestinya. Uda ayo kita pulang aja," Brayn menegang tangan Bella, membawa Bella pergi dari situ. "Tolongg!!! tolong!!! sakit!!!" Alexa berteriak meminta tolong. "Tolongin gue ... ini benar-benar sakit," rasanya Alexa sudah tak kuat lagi. "Astaga!! Dia kenapa?!!" tanya seorang laki-laki yang sedang lewat jalan yang tak jauh dari Alexa berada. Lelaki itu langsung berlari mendatangi Alexa, "Loh, kamu kenapa?? Kamu jatuh?? Ayo aku bantu," lelaki itu langsung memegang Alexa, membantu Alexa untuk berdiri. Brayn yang mendengar suara lelaki langsung berhenti, dia berhenti dan menoleh sebentar ke belakang. Setelah mengetahui apa yang terjadi, Brayn kembali melanjutkan perjalanannya. "Rumah kamu dimana? Ayo aku antar ke rumah kamu," lelaki itu merangkul Alexa, menuntun Alexa pelan agar Alexa bisa berjalan. "Rumah aku di sana, gak jauh dari sini. Aku minta tolong banget anterin aku pulang ya," Alexa memohon pada lelaki itu. "Iya-iya, kamu tenang aja. Aku pasti antar sampai ke rumah kok," lelaki itu terus membantu Alexa berjalan. Walaupun tertatih, setidaknya Alexa bersyukur ada orang yang mau membantunya. Brayn yang sejak tadi mendengarkan percakapan Alexa dan lelaki itu langsung berhenti. "Tunggu disini," setelah mengatakan itu, Brayn langsung berlari ke belakang untuk menemui Alexa. "Ayo pulang!!" Brayn tiba-tiba datang dan langsung membawa Alexa ke dalam gendongannya. "Ehh-- tung-" "Diam! Gak usah banyak bicara, atau gue buang lo sekarang juga," ancam Brayn pada Alexa. Alexa benar-benar terkejut saat tiba-tiba Brayn datang dan langsung menggendongnya. Bukan hanya Alexa saja, tapi lelaki itu juga tak kalah terkejutnya, "Pahlawan kesiangan datang," ujar lelaki itu saat melihat kepergian Brayn dengan Alexa yang ada di gendongannya. Brayn berenti saat sudah sampai di tempat Bella menunggu, Brayn sedikit jongkok untuk menyetarakan tingginya dengan Bella. "Bella sayang, ayo naik di belakang. Di depan uda ada aunty," Brayn langsung menyuruh Bella naik ke punggungnya. "Tap-" "Sttt!! Uda diam, jangan banyak omong. Gue banting juga lo, biar tau rasa," Brayn langsung memotong ucapan Alexa. "Ayo, sayang, naik. Biar cepat sampai rumah, nanti kalau oma tau pasti bakalan marah," Brayn kembali menyuruh Bella naik ke punggungnya. Mendengar ucapan 'oma marah' langsung membuat Bella takut. Bella langsung naik ke punggung Brayn, Bella melingkarkan tangannya di leher Brayn. "Pegangan yang kuat, sayang," Brayn berdiri, lalu dia langsung berjalan menuju rumahnya. Lelaki yang tadi menolong Alexa langsung terdiam cengo saat melihat Brayn yang menggendong dua orang sekaligus. Alexa di gendong depan oleh Brayn, sementara Bella di gendong belakang oleh Brayn. "Super husband and daddy, benar-benar jago," ujar lelaki itu salut melihat kelakuan Bryan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN