Masalalu Boleh Dikenang, Pantang Diulang

1576 Kata
Tinn tinn tinn Alexa menoleh ke belakang saat mobil di belakangnya mengklakson dirinya dengan kuat. "Apaan sih, norak bener jadi orang. Mentang-mentang naik mobil, jalan masih lebar aja maruk banget," Alexa mengomel sendiri karena kesal dengan mobil di belakangnya itu. "Alexa!!" panggil seseorang yang barusan saja turun dari dalam mobil. Alexa mengerutkan dahinya bingung, lalu dia langsung membalikkan tubuhnya untuk melihat siapa orang yang sudah memanggilnya tadi. "Daniel?" tanya Alexa bingung saat tiba-tiba mendapati Daniel sudah ada di belakangnya. "Hayy ...," sapa Daniel pada Alexa ramah. "Jalan yuk," ajak Daniel kemudian. Alexa diam, dia cengo saat Daniel menghampirinya dan tiba-tiba mengajak dirinya jalan. "Lo lagi gak kesurupan atau salah orang kan?" tanya Alexa memastikan. Daniel tersenyum geli, "Ya enggak lah, masa iya gue salah ngenalin pacar gue sendiri," jawab Daniel dengan mantap. "Pacar? emang selama ini lo anggap gue pacar? halu kali lo," Alexa menggerutu dalam hati. "Loh, kok diem sih? Yukk masuk mobil, nunggu apa lagi coba, sepedanya taruh di pinggir jalan atau di titipin di warung itu aja," Daniel menyadarkan Alexa yang sejak tadi hanya diam tak menjawab apa pun. "Enggak! Gue gak mau jalan sama lo. Lo pasti mau ngenalin gue ke gebetan-gebetan lo yang paling sempurna itu kan? Lo pasti mau mojokin gue di depan mereka, biar gue malu dan kelihatan rendahan banget," Alexa menolak mentah-mentah tawaran Daniel barusan. Dia sudah trauma dengan Daniel yang selalu mempermalukan dirinya di hadapan wanita-wanita yang selalu mengaku menjadi gebetan Daniel. "Enggak kok, gue gak ngajak lo ketemu sama cewek lain. Gue cuma mau ajak lo jalan bareng, berdua aja. Rindu gue berduaan sama lo. Uda lama banget gitu gak menghabiskan waktu berdua sama lo," Daniel mencoba menjelaskan pada Alexa, berharap kalau Alexa mau menerima permintaannya. "Yee ... baru sadar lo?! Selama ini lo kemana aja? Lo ngaku kalau gue dan lo pacaran, tapi bahkan jalan bareng berdua aja kita gak pernah. Dan yang lebih parahnya lagi, lo selalu aja ngebandingin dan mojokin gue di depan gebetan-gebetan sempurna lo itu," ujar Alexa dalam hati. Alexa benar-benar sangat kesal pada Daniel. Kenapa baru sadar sekarang kalau mereka gak pernah menghabiskan waktu bersama. Dari kemarin saat Alexa masih bucin, Daniel kemana? "Gue gak mau. Gue uda terlalu sering kena tipu daya lo. Gue gak mau lagi. Cukup ya dulu gue jadi Alexa yang menye-menye dan selalu lo tindas plus sakiti. Sekarang gue gak mau jadi Alexa yang super bucin sama orang gak tau diri kayak lo! Gue uda move on dari lo, jangan rayu-rayu gue lagi. Gak mempan!!" Alexa melotot pada Daniel. Dia ingin Daniel tau kalau dirinya sudah benar-benar move on dan melupakan Daniel untuk selamanya. Daniel menunduk kecewa. Rasanya di tolak mentah-mentah benar-benar sakit ya. Daniel saja baru kali ini merasakannya, itu pun karena Alexa. Lalu, bagaimana Alexa yang sejak dulu selalu mendapatkan penolakan dari Daniel? bagaimana Alexa bisa bertahan pada Daniel yang benar-benar b******n. "Jangan takut gue jahatin, Alexa. Gue gak jahat kok. Kali ini gue sendirian. Gue hanya mau ada lo dan gue, kita jalan bareng seperti waktu SMA dulu." Daniel berusaha meyakinkan Alexa. Sepertinya Alexa benar-benar sudah tak suka dengannya lagi. "Hah?? Apa?!!" Alexa menampilkan ekspresi pura-pura tak mendengarnya. "Lo bilang lo mau jalan berduaan sama gue seperti SMA dulu?" tanya Alexa pada Daniel. Dan Daniel pun mengangguk semangat. "Haha ... jangan mimpi ferguso!!! Jangan mimpi gue mau balikan lagi sama lo, ya. Uda gue bilang sejak lama kalau kita putus! Dan yupp ... sekarang ini kita uda gak ada hubungan apa-apa lagi!" Alexa tertawa jahat. "So, jangan sok akrab sama gue. Bahkan untuk sekedar mantan aja lo gak gue anggap!" ujar Alexa dengan ketus. Daniel terdiam. Kata-kata Alexa barusan benar-benar membuat dirinya diam seribu bahasa. Nyesek? Jelas, rasanya nyesek kali di katain seperti itu. Tapi ya mau bagaimana lagi. Alexa berhak bicara. Daniel tersenyum manis, "Ya emang gak dianggap mantan lah, kan emang belum mantan. Kan kita masih pacaran. Lo dan gue masih sepasang kekasih. Emang kapan kita putusnya? Gue kan pernah bilang sama lo, gue gak mau putus dari lo. Sampai kapan pun itu, lo bakalan masih jadi pacar gue. Kan lo tau sendiri gue ngomong gitu. Iya kali lo lupa," Daniel berusaha sabar menjelaskan dan mengingatkan Alexa kembali. Entah mengapa, Daniel kini ingin menjalani hubungan mereka yang seperti dulu. Hubungan mereka yang baik-baik saja. "Apa? Lo bilang sampai kapan pun gue gak boleh putus sama lo?" tanya Alexa meyakinkan Daniel. Daniel mengangguk cepat dengan senyum manisnya. "Hahahaha ... jangan mimpi!! Lo pikir gue mainan lo, hah?" Alexandre tertawa meremehkan. "Kalau yang dihadapan lo ini Alexa yang dulu, mungkin gue bakalan baper dan bakalan mau baikan sama lo lagi. Uda pasti gue bakalan senang banget lo perlakuin seperti ini," Alexa menjeda ucapannya. Dia menatap Daniel dengan tatapan seriusnya. "Tapi semuanya uda beda woy!! Yang berdiri di hadapan lo kali ini bukan Alexa yang dulu!! Bukan Alexa yang bodoh dan bucin ke lo!! Yang berdiri di hadapan lo sekarang itu Alexa yang kuat! Alexa yang uda gak bodoh lagi! Jadi, jangan berharap kalau gue baper sama omongan lo dan rayuan lo lagi!!" Alexa menjelaskan dengan tegas pada Daniel. Dia benar-benar tak ingin terlihat lemah lagi di mata Daniel. Dia harus terlihat kuat di hadapan Daniel. Daniel diam, dia masih menunggu kalimat Alexa berikutnya. "Masalalu boleh dikenang, pantang diulang. Kalau menurut gue, haram hukumnya. Masalalu dijadikan pelajaran, dan jangan mau terjebak di satu lubang yang sama." Muncul sudah kata-kata mutiara Alexa, Alexa yang sok bijak kita nongol dan sedang berbicara dengan Daniel saat ini. Daniel menatap Alexa dengan tatapan tajamnya, sejak tadi dia bisa sabar dengan kata-kata Alexa yang sangat menusuk hati. Tapi untuk kali ini, Daniel tak bisa sabar lagi. Bisa-bisanya Alexa menyatakannya sebagai masalalu yang tak perlu diulang. Sedangkan Daniel, Daniel tak pernah menganggap Alexa sebagai masalalu. Sudah berkali-kali Daniel katakan, kalau dirinya tak akan pernah melepaskan Alexa. Alexa sampai kapan pun akan tetap jadi pacar Daniel. "Gak!! Lo uda terlalu banyak nolak gue! Gue gak mau lo tolak lagi! Lo bakalan jadi pacar gue selamanya, sampai kapan pun itu! Jadi jangan pernah berharap lepas dari gue, Alexa," Daniel bicara dengan nada dinginnya. Raut wajah datar yang dipenuhi emosi tampak begitu jelas di wajah Daniel. "Apa-apaan sih, lo?! Emang lo siapa banget mesti omongan lo terus yang gue turutin?! Lo bukan siapa-siapa gue, sampai kapan pun itu!!" Alexa menatap Daniel tak kalah tajam. Dan setelah mengatakan hal itu, Alexa langsung pergi meninggalkan Daniel. Tapi, baru selangkah Alexa berjalan, tangan Alexa sudah ditahan oleh Daniel. "Lo mau kemana?" tanya Daniel pada Alexa. "Gue bilang lo pacar gue ya pacar gue! Gue bilang lo jalan sama gue ya jalan sama gue!" Daniel benar-benar termakan emosi. Tanpa Daniel sadar Daniel mencengkram kuat tangan Alexa. Dan tak bisa dipungkiri, kalau Alexa benar-benar merasakan sakit. Alexa meringis kesakitan, "Awwshh ... lepasin Daniel! Tangan gue sakit lo cengkram kuat banget." Alexa berusaha memberontak. Dia berusaha melepaskan cengkraman Daniel di tangannya. "Lo ikut sama gue! Kita jalan berdua!!" Daniel menyeret Alexa ke arah mobilnya. "Enggak!! Gue gak mau, Daniel!! Lepasin!!" Alexa memberontak, dia berusaha melepaskan diri dari Daniel. Dia benar-benar tak ingin jalan dengan Daniel. Jalanan saat ini memang sedang sepi. Di jalan ini tak terlalu ramai seperti jalan yang lainnya. Alexa lewat sini karena Alexa ingin cepat sampai di simpang tiga tempatnya berdagang. Tapi naasnya Alexa, dia malah ketemu mantan yang keras kepala seperti Daniel. "Ayo!! Jangan berontak! Atau lo bakalan lebih kesakitan sendiri!" Daniel menarik-narik paksa tangan Alexa. "Lepasin Daniel!! Lepasin!!" Alexa berusaha melepaskan diri. "Enggak bakalan gue lep-" "Lepasin," Daniel dan Alexa berhenti, mereka melihat ke arah lelaki yang saat ini berada di samping mereka. "Lepasin dia. Dia calon istri saya. Jangan berbuat kasar, atau kamu bakalan dapat ganjarannya," ujar lelaki itu dengan raut wajah datar, dingin nan mematikan itu. "Brayn ...," lirih Alexa pelan. "Lo siapa?! Lo bukan siapa-siapa, gue gak kenal sama lo! Jangan ikut campur urusan gue!" Daniel membentak Brayn. "Lepasin secara baik-baik atau secara paksa?" tanya Brayn dengan tatapan tajamnya. "Gue gak bakalan lepasin pacar gue!" Daniel tetap teguh dengan pendiriannya. Bughh!!!! Alexa benar-benar terkejut. Tiba-tiba saja Brayn memukul Daniel, dan Daniel langsung terjatuh ke tanah. "Uda saya peringatkan, tapi kamu salah orang untuk bermain-main. Dia ini calon istri saya, jangan coba cari gara-gara ke dia," Brayn menarik tangan Alexa pelan. Lalu Bryan membawa Alexa pergi dari tempat itu. Brayn membawa Alexa masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan Daniel dengan rasa kesakitannya. Alexa dan Brayn masuk ke dalam mobil. Dengan cepat Brayn langsung membawa mobilnya pergi dari area itu. "Makasih ya," ucap Alexa tiba-tiba. "Jangan makasih, gue ngelakuin ini semua karena mama. Mama yang nyuruh gue dan maksa gue buat jemput lo dan cari desainer untuk baju pernikahan kita. Lo gak perlu kepedean, karena gue gak suka sama lo. Tadi itu gue lakuin karena gue gak mau harga diri gue hancur hanya karena orang yang bakalan jadi istri gue dianiayai sama mantan pacarnya yang gak bisa move on. So, jangan kepedean, lo," Brayn langsung dengan cepat menjelaskan tujuannya pada Alexa, agar Alexa tak kepedean. Alexa menahan senyumnya. Menurut Alexa, Brayn ini benar-benar sangat imut sekali. "Iya, mas. I love you too," balas Alexa dengan senyum senangnya. Brayn menoleh ke arah Alexa, menyaksikan wajah girang Alexa yang menurutnya aneh, "Lo emang benar-benar cewek teraneh dan tersinting yang pernah gue lihat," ucapnya kemudian. "Iya sayang, aku juga cinta kamu kok," balas Alexa tak tahu malu. Brayn mendengus kesal. Dia benar-benar tak habis pikir dengan keanehan Alexa. Agar tak emosi, Brayn langsung mengalihkan pandangannya, Brayn melihat ke arah depan, dia fokus pada jalanan saja.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN