Alexa terperangah tak percaya saat melihat rumah mewah bak istana yang sedang ada didepan matanya ini.
“Ini beneran rumah lo, Bel?” tanya Alexa pada Bella.
Bella mengangguk, lalu menarik tangan Alexa agar mereka segera masuk ke dalam pagar.
“Lo gak bohong kan? Atau jangan-jangan lo anak pembantu, dan tinggal di paviliun belakang rumah ini?” Tanya Alexa memastikan.
Bella berdecak kesal, “Enggak aunty! Ini rumah Bella, liat aja nanti daddy Bella. Pasti holang kaya,” Bella berkata dengan bangganya.
Bella membawa Alexa untuk masuk kedalam rumahnya. Disepanjang jalan masuk kedalam rumah Bella, banyak pelayan yang menunduk dan menanyakan apa yang diinginkan Bella. Bella ini benar-benar princess Pulo Intan rupanya.
“Bella, lo gak punya emak apa ya? Ini semua foto kok gak ada yang bareng sama emak lo? Lo Cuma foto sama bapak lo aja, sama nenek lo juga nih kayaknya,” ujar Alexa saat melihat-lihat foto yang terpajang apik didinding rumah.
“Enggak aunty, daddy Bella tuh masih single, masih alone. Belum punya pacar aunty,” jawab Bella dengan polosnya.
Alexa manggut-manggut, “Bisa dong gue deketin nih, Aaa … kesempatan besar untukmu Alexa,” Alexa menjerit dalam hati.
“Bella,”
Alexa melihat kearah depan, lalu Alexa langsung terperangah takjub saat melihat seorang lelaki yang sangat tampan dengan setelah busana kantornya, disamping lelaki itu ada seorang wanita tua yang Alexa tebak adalah ibu dari lelaki tampan ini.
"Eh-ehh ... itu siapa itu, woy?!! Kok tampan bener!! Buat gue pengen ngekepin aja. Duhh siapa pun!! Tolong panggil pak penghulu, gue mau kawin sekarang!!" Alexa berteriak kegirangan dalam hati.
“Cucu oma kemana aja? Oma sama daddy kamu dari tadi nyariin kamu loh Bella, rencana kami juga mau melapor ke polisi karena kamu menghilang.” Perempuan tua itu langsung berjongkok dan memeluk Bella dengan erat.
“Bella, kamu kemana aja? Kenapa gak bilang sama dad? Dad cariin kamu keliling-keliling, kamu ini kenapa sih bikin dad sama oma khawatir terus?” Lelaki tampan itu memarahi Bella.
Bella memasang wajah sendunya, entah benar-benar sedih karena dimarahi atau cuma pura-pura sedih agar tak dimarahi lagi.
Bibir Bella melengkung ke bawah, matanya berkaca-kaca, "Maaf, dad. Bella gak kabul kok. Bella cuma nyasal. Tadi Bella mau nyoba es yang di pinggil jalan, tapi Bella malah nyasal. Untung ada aunty ini," Bella menjuk Alexa. Alexa yang ditujuk pun langsung tebar pesona. Dia menampilkan senyum lebarnya.
"Makanya jangan nakal! Kamu ini, masih kecil aja uda lasak. Kebiasaan sih itu namanya. Kebiasaan yang buruk," lelaki tampan itu mengomeli Bella.
“Bryan! Kamu ini, Bella baru ketemu uda diomeli aja. Sana bawa Bella masuk ke kamarnya. Pasti Bella capek, dia butuh istirahat. Sana bawa Bella istirahat di kamarnya,” perintah wanita tua itu.
Lelaki tampan itu memutar bola matanya jengah, “Hemm … Iya, ayo Bella, ikut dad ke kamar,” lelaki tampan itu membawa Bella ke kamarnya. Dan sekarang tinggal Alexa dan wanita tua inilah yang berada disini.
“Kamu yang antar Bella kemari?” tanya wanita tua itu pada Alexa.
Alexa mengangguk, “Iya, Alexa yang anter Bella kesini,” jawab Alexa.
Wanita tua itu tersenyum pada Alexa, “Alexa, nama yang bagus. Saya Oma Alice, terimakasih atas bantuannya, kalau gak ada kamu mungkin Bella entah gimana nasibnya,” ujar Alice dengan senyum manisnya.
“Hehe … santuy aja tante,” jawab Alexa dengan cengiran khasnya.
“Alexa itu emang gak bisa liat anak-anak pontang-panting gak jelas, rasanya hati Alexa sakit liatnya tante, jiwa keibuan Alexa meronta-ronta. Apalagi Alexa suka banget sama anak kecil,” lanjut Alexa kemudian.
Alice tersenyum semriwing, “Wah, kamu cocok banget jadi ibu, apalagi kalau jadi ibunya Bella. Tapi, apa kamu masih jomblo?” tanya Alice pada Alexa.
“Iya tante, Alexa masih jomblo,” jawab Alexa bersemangat.
“Wahh … Mau gak tante jodohin sama anak tante yang tadi?” tanya Alice pada Alexa.
Mata Alexa berbinar, “Ini nih yang gue tunggu-tunggu, akhirnya … ,” ujar Alexa jingkrak-jingkrak dalam hati.
“Ya berhubung saya uda suka dan sayang sama Bella, saya juga lagi sendiri, boleh lah, saya terima perjodohannya tante,” jawab Alexa sok malu-malu.
“Oke! Mulai saat ini kamu calon mantu tante,” Alice merangkul Alexa dengan gembira.
"Yess!!! Akhirnya mimpi gue jadi ratu elit bentar lagi tercapai!! Rezeki anak sholeha mah gak mungkin ketuker," Alexa bersorak girang. Bibirnya tak berhenti tersenyum, bahkan giginya mungkin sudah mau kering karena terus tersenyum.
"Tapi tante ini serius kan? Gak ngadi-ngadi kan? gak cuma mau baperin saya kan?" tanya Alexa sedikit memicingkan matanya.
Alice tertawa renyah, "Ya enggak lah, ngapai juga becanda. Tante beneran lagi cari jodoh buat anak tante kali, gak main-main apalagi bercanda," ujarnya meyakinkan Alexa.
"Nahh ... kalau gitu mah saya siap lahir dan batin, tante. Kalau besok dibawa ke penghulu juga saya udah siap," Alexa menyengir lebar, menampilkan deretan gigi rapinya.
Alice terkekeh geli, ternyata calon mantunya kali ini benar-benar sangat lucu dan humoris.
"Ada-ada aja kamu, mana mungkin lah langsung nikah gitu aja. Tante juga mau kalau resepsi pernikahan anak tante nanti meriah dan mewah. Anak tante satu-satunya tuhh," Alice ikut bercanda gurau.
"Ya siapa tau tante uda ngebet pengen punya cucu, nahh kan saya uda siap lahir batin. Tinggal dihalalin aja," balas Alexa tak tahu malu.
"Kamu tenang aja deh, kamu gak bakalan digantungin kok, tante bakalan menyiapkan pernikahan kalian secepatnya. Selowww, semua bakalan disusun secara rapi," Alice meyakinkan Alexa supaya Alexa tak cemas ditinggal Brayn.
Alexa memeluk tubuh Alice penuh sayamg, "Iiih ... jadi makin sayang deh sama mama calon mertua. Pengertian banget sihh," entah Alexa memuji dengan hati tulus atau hanya karena ingin disayang Alice.
"Uda deh, tante juga uda tau kalau tante baik hati dan tidak sombong, gak perlu dipuji gitu, nanti tante makin malu deh," Alice senyum-senyum tak karuan.
Alexa terkekeh kecil, ternyata calon mertuanya benar-benar asik orangnya.
"Yo mamennn ... camer gue gaul mamenn," Alexa menirukan gaya seorang rapper.
"Yoo mamenn ... calon mantu gue sedikit gesrekk mamenn ...," Alice juga tak mau kalah dengan Alexa.
Alexa dan Alice saling pandang selama beberapa detik. Lalu mereka langsung tertawa secara bersamaan.