"Lo uda ingat kan janji lo apa? Lo uda ingat kan kita bakalan tetap sama-sama walaupun banyak rintangannya?" Daniel menyerang Alexa dengan pertanyaan yang bertubi-tubi.
"Tapi mana janji lo itu, hah?! Mana janji lo itu?!! Lo sama sekali gak bisa nepati janji ke gue!! Omongan lo bulshit!" Daniel sudah terbawa emosi, dia tak tahan mengingat masalalunya bersama Alexa.
"Lo yang bulshit!!! Lo yang uda mengkhianati semuanya!! Lo yang uda buat hubungan kita hancur dengan lo kencan dan selingkuh dengan banyak wanita-wanita lain di luar sana!" mata Alexa berkaca-kaca. Rasanya Alexa tak sanggup mengingat masa-masa itu.
"Lo pikir gue apa? Lo pikir gue batu yang gak punya hati gitu?!! Gue manusia! Gue punya hati, gue punya rasa lelah! Dan lo??" Alexa menunjuk Daniel tepat di wajah Daniel.
"Dan lo dengan gak punya otakknya selalu nyakitin hati gue!! Dasar cowok bajingann!! Muak gue liat muka lo!! Please jangan ganggu gue lagi!" Alexa menarik jendelanya, namun Daniel kembali menahannya.
"Alexa, gue gak peduli seberapa jahat gue di mata lo, tapi yang pasti gue gak mau liat lo nikah sama orang lain. Lo bakalan jadi pacar gue selamanya!" ucap Daniel penuh penekanan dan tatapan tajamnya.
*****
"Dasar bajingann!!"
Plakk!!!
Daniel tersontak, dia langsung menatapi kedua tangannya dengan tatapan terkejut.
Sementara Alexa, dia memeganginya pipinya yang saat ini mungkin merah karena tamparan Daniel.
Air mata Alexa tak bisa terbendung lagi, Alexa benar-benar sakit karena Daniel. Bukan hanya sakit hati, Alexa juga sakit fisik karena Daniel. Perkembangan keburukan Daniel semakin nyata, Daniel tak menyiksa Alexa lewat batin, tapi juga fisik.
Alexa masih tak menyangka kalau Daniel akan berbuat sekasar itu padanya. Alexa masih merasa kalau semua ini seperti mimpi. Daniel yang lembut dan penyayang, kini seketika berubah menjadi Daniel yang kasar.
"A-A-Alexa ...," Daniel ingin memegang pipi Alexa dengan tatapan khawatirnya, dia masih tak menyangka kalau dirinya akan lepas kontrol dan melakukan hal buruk seperti ini pada Alexa.
"Alexa, maaf. Maafin gue, gue benar-benar gak sengaja, Alexa. Gue benar-benar lepas kontrol," Daniel menyentuh pipi Alexa dengan takut-takut.
"Lepas!!! Jangan sentuh gue!! B-A-J-I-N-G-A-N!!" belum sempat Daniel menyentuh pipi Alexa, Alexa sudah menepis tangannya dengan kasar.
"Pergi dari sini!!! Pergi!!! Jangan ganggu gue lagi!!" Alexa kembali mengusir Daniel. Alexa menatap Daniel dengan tatapan tajamnya. Wajah Alexa memerah, matanya penuh dengan kilatan amarah.
"A-A-Alexa, gue cinta sama lo. Gu-gue masih sayang sama lo," Daniel memohon pada Alexa, Daniel memasang wajah melasnya.
"Pergi!!! Jangan dekat-dekat gue!!" Alexa mengusir Daniel kembali.
"Please, Alexa, gue cinta sama lo, gue sayang sama lo. Ayo kita pergi dari sini, kita perjuangkan cinta kita. Kita lari, lari dari calon suami lo dan juga dari orang tua gue. Kali ini gak ada lagi yang menghalangi cinta kita. Kita akan membangun kembali hubungan cinta kita. Ayo kita pergi dari sini, Alexa," Daniel menarik tangan Alexa.
Alexa menghempaskan pegangan tangan Brayn dengan kasar.
"Gue gak cinta sama lo!! Gue gak sayang sama lo! Dan bahkan gue gak menginginkan hubungan dengan lo kembali!! Pergi dari sini! Jangan ganggu hidup gue lagi!!" Alexa menolak mentah-mentah ajakan Daniel. Dia tak ingin masuk kedua kalinya dalam lubang yang sama.
"Alexa, please, gue benar-benar mencintai lo,"
"Gue gak cinta sama lo!! Gue cinta sama Brayn, calon suami gue! Pergi dari sini, karena siang nanti gue bakalan nikah sama Brayn! Jangan ganggu hidup gue dan Brayn! Kami saling mencint-"
Plakkk!!!
Daniel kembali menampar pipi Alexa, kali ini sudut bibir Alexa sampai berdarah karena tamparan Daniel.
Daniel benar-benar kalap, dia lepas kontrol. Daniel benci bila Alexa bicara tentang lelaki lain, apa lagi bila Alexa bilang kalau dia mencintai orang lain selain Daniel, Daniel tak dapat menerima itu.
"Dasar b***h!!! Cewek murahan!!! Berani-beraninya lo bilang mencintai lelaki lain selain gue!!" Daniel menarik kasar tangan Alexa.
"Gak akan gue biarin lo nikah sama lelaki lain selain gue!!" Daniel menarik tubuh Alexa paksa, Daniel akan membawa kabur Alexa.
"Tolong!!!! tolong!!!!! tolong!!! Brayn tolong aku!!!" Alexa menjerit meminta tolong.
"Diam!!! Jangan berisik b***h!!" Daniel menarik-narik Alexa. Alexa tak hanya tinggal diam, dia juga melawan agar Daniel tak bisa membawanya pergi dari sini.
"Tolong!!! Brayn tolong aku!!!" Alexa kembali berteriak kencang sambil menangis.
Brayn yang memang tidak bisa tidur langsung tersentak saat mendengar suara minta tolong.
"Siapa yang minta tolong?" Brayn bertanya pada dirinya sendiri.
"Brayn tolong!!! Tolong aku, Brayn!!!" Alexa kembali berteriak meminta tolong.
Brayn membelalakkan matanya, "Alexa," ujarnya.
"Alexa, Alexa yang minta tolong," Brayn langsung keluar dari kamarnya. Brayn langsung berlari menuruni anak tangga dengan secepat kilat. Setelah itu Brayn langsung berlari keluar rumah dan langsung menuju jendela kamar Alexa.
Brayn mengikuti feeling-nya, feeling Brayn mengatakan kalau jika ada penjahat yang masuk ke kamar Alexa, itu pasti lewat kamar. Itu sebabnya Brayn menuju jendela luar kamar Alexa.
Bughh!!!
Brakk!!!
Brayn yang melihat seorang lelaki sedang menarik paksa Alexa keluar dari dalam kamar langsung saja bertindak cepat. Brayn langsung menunjang lelaki itu sampai lelaki itu terjatuh menabrak pot bunga yang ada di dekat jendela kamar Alexa.
"Brayn, tolong, please tolongin aku. Dia mau bawa aku lari," Alexa berteriak histeris meminta tolong pada Brayn. Sepertinya Alexa mengalami trauma.
Brayn menarik kerah baju Daniel, "Lo?!! Berani-beraninya lo masuk ke dalam pekarangan rumah gue?!! Berani-beraninya lo nyentuh calon istri gue?!! Dasar bajingann!!!"
Bughh!!
Bughh!!
Bughh!!!
Brayn terus menghajar Daniel tanpa ampun. Dia benar-benar tak suka kalau ada orang yang berani mengusik miliknya. Saat ini Alexa sudah menjadi miliknya, walaupun belum seutuhnya. Tak akan ada satu orang pun yang bisa menyentuh Alexa selain Brayn sendiri.
Alexa keluar dari jendela. Dia ingin melerai Brayn dan Daniel. Jika Alexa tidak melerai Brayn dan Daniel, bisa Alexa pastikan Daniel akan meregang nyawa malam ini.
"Brayn, uda. Uda jangan pukulin dia terus. Dia bisa mati kalau kamu pukuli terus," Alexa berteriak agar Brayn mendengarnya.
Brayn tak menghiraukan Alexa, dia masih tetap berkelahi dengan Daniel, walaupun keadaan Daniel sudah sangat lemah.
"Ada apa ini?!" Alice berlari menghampiri Alexa. Alice juga datang dari luar, karena Alice mendengar keributan dari luar makanya Alice melihat dari luar.
"Mama ...," Alexa langsung berlari memeluk Alice.
*****
Hallo, guys, jangan lupa tap love dan follow akun aku ya, supaya gak ketinggalan cerita lainnya. Makasihh