Drama Masalalu 2

1067 Kata
Tokk tokk tokk!! Alexa yang tidak tidur langsung terkejut saat tiba-tiba jendelanya ada yang mengetuk dari luar. "Siapa yang ngetuk-ngetuk jendela gue dari luar?" Alexa bertanya-tanya pada dirinya sendiri. Tokk tokk tokk tokkk!! Alexa diam, dia kembali mendengar suara jendela yang diketuk dari luar. "Siapa sih itu? Siapa coba yang iseng banget ngetuk-ngetuk jendela gue jam segini. Gak guna banget isengnya," Alexa kesal, dia tak suka dengan hal-hal semacam ini. Tokkk tokk tokk tokk!! Jendela Alexa kembali diketuk dari luar. "Apa Brayn ya?" tanya Alexa pada dirinya sendiri. Alexa tersenyum, "Ooh ... iya kali, Brayn. Kalau di novel-novel kan gitu, cowoknya datangi ceweknya lewat jendela kamar. Brayn kali ini mah," Alexa berdiri, dia akan membuka jendelanya untuk memastikan apakah itu Brayn atau tidak. ***** Tokk tokk tokk!! Baru saja Alexa turun dari tempat tidur, eh suara ketukan di jendelanya kembali lagi terdengar. "Iss ... Brayn ini gak sabaran banget sih jadi orang, jalan aja butuh waktu, ya kali gue langsung terbang dan langsung bukain jendelanya buat dia," Alexa kembali menggerutu. Alexa membuka kancing jendela, Krekkk ... Alexa membuka jendelanya. "Hello, Alexa. How are you, my sweet love?" Tubuh Alexa langsung menegang saat melihat siapa yang saat ini sedang di hadapannya. Mata Alexa membelakak lebar, mulutnya menganga terkejut. Ada rasa takut bercampur cemas di hati Alexa saat ini. Daniel tersenyum lebar pada Alexa. Jika dulu bagi Alexa senyuman Daniel itu sangat manis dan menjadi pembangkit semangatnya, maka tidak untuk saat ini. Saat ini senyuman Daniel malah terlihat benar-benar menakutkan dan menyeramkan, Alexa takut melihatnya. "Hay, my dear. I really miss you, dear," Daniel mengedipkan sebelah matanya pada Alexa. Alexa langsung tersentak, dia seperti terseret ke dalam kenyataan. Alexa dengan cepat langsung menutup kembali jendelanya. "Eitsss ... mau ngapain, my sweet heart? Mau ngapain cepat-cepat masuk, hmm? Jangan terlalu terburu-buru. Disini dulu aja bincang-bincang dengan aku, siapa tau kamu langsung sadar bahwa aku adalah kekasih mu. Orang yang kau cintai, dulu, sekarang dan selamanya," Daniel berbicara dengan pelan, menghanyutkan dan tersirat penuh penekanan. "Mau apa lo kesini hah?!" tanya Alexa membentak Daniel. "Oupss ... jangan galak-galak dong, sayang. Gue kesini dengan penuh cinta, masa iya dibalas dengan kegalakan," Daniel mencolek dagu Alexa. "Arghh!! Cuihh!!" Alexa menghempaskan tangan Daniel, lalu dengan refleks Alexa meludah ke arah Daniel. Daniel terkesiap, dia tak menyangka kalau Alexa akan memberi respon seburuk ini. "Kenapa kamu jadi semakin nakal dan liar seperti ini, my dear? Kemana Alexa Jemia yang polos, baik hati dan periang yang aku cintai itu, hmm?" Daniel menatap lekat tepat di manik mata Alexa. Awalnya Alexa juga menatap lekat ke manik mata Daniel, tapi setelah tersadar Alexa langsung membuang pandang dari Daniel. "Apakah begitu buruknya ajaran calon suami kamu itu, my dear? Sampai-sampai kamu jadi seliar ini dengan orang-orang di sekitar mu," Daniel tersenyum miring. Alexa mengepalkan tangannya kuat, Daniel benar-benar pandai sekali memancing emosinya. Belakangan ini Alexa sudah tenang tanpa ada gangguan dari Daniel. Tapi karena kesalahannya sendiri, pengganggu itu kembali datang di kehidupannya. "Pergi dari sini, Daniel!! Gue muak liat muka lo!! Kita uda gak ada hubungan apa-apa lagi! Gue uda lama mutusin lo! Anggap aja selama ini kita gak pernah kenal!!" Alexa memaki Daniel, dia mengusir Daniel. Entah mengapa melihat Daniel membuat darah Alexa mendidih. Daniel terkekeh kecil, "Mana mungkin gue bisa lupain semua kenangan indah kita, Alexa. Lo tau seberapa pentingnya lo di hidup gue. Dan lo juga tau seberapa pentingnya gue di hidup lo." "Itu dulu, Daniel!! Itu dulu!! Sekarang lo gak berarti apa-apa di hidup gue!! Lo cuma pemeran masalalu di hidup gue!! Lo cuma pelaku yang uda nyakitin hati gue, gak lebih!! Kenangan indah gue dan lo uda berakhir. Ingat, itu cuma k-e-n-a-n-g-a-n!!" Alexa berucap penuh penekanan di kata-kata terakhirnya. Daniel tersenyum miring, "Lo pikir gue peduli?" tanya Daniel. "Enggak!! Enggak sama sekali!! Lo bakalan tetap jadi pacar gue, dulu, sekarang dan selamanya!! Lo gak boleh nikah dengan orang lain!!" Daniel mulai menggila, emosinya benar-benar memuncak. Melihat Alexa yang berani melawannya membuat hatinya berapi-api. Daniel hanya suka Alexa yang selalu nurut padanya, entah mengapa jika Alexa membantah darah Daniel serasa mendidih. "Lo pikir lo siapa, hah?!! Lo pikir lo siapa?!!!" Alexa kembali membentak Daniel tak mau kalah. Selama ini sudah cukup Alexa sakit hati karena Daniel, Alexa tak ingin sakit hati lagi karena ulah Daniel. Bagaimana pun Alexa akan mempertahankan pernikahannya dengan Brayn, dia akan membiarkan siapa pun menghentikan pernikahannya, meski orang itu Daniel sekalipun. "Lo bukan siapa-siapa di hidup gue, Daniel!! Lo gak berhak untuk ikut campur di urusan pribadi gue!!" sambung Alexa penuh dengan emosi. Daniel membuka tas ranselnya, lalu dia langsung menunjukkan sebuah seragam sekolah SMA yang sudah penuh dengan coretan. "Lo gak ingat ini apa?" tanya Daniel sambil menunjukkan seragam sekolah itu pada Alexa. "Lo gak ingat dulu lo nulis apa disini?" "Lo gak ingat janji apa yang uda lo dan gue buat di masa ini?" Daniel memberikan pertanyaan bertubi-tubi pada Alexa. Daniel membuka lipatan seragam baju SMA itu, seragam miliknya. Cinta kita dimulai dari masa SMA Dan kini masa SMA sudah berakhir Hanya satu keinginan ku, Semoga cinta kita tetap abadi Tidak pernah berakhir seperti masa SMA Alexa diam, ada rasa yang menusuk hati saat dia membaca tulisannya di seragam Daniel. "Lo uda baca ini, kan?" tanya Daniel pada Alexa. Namun Alexa hanya diam, dia tak membalas apa pun. "Lo uda ingat kan janji lo apa? Lo uda ingat kan kita bakalan tetap sama-sama walaupun banyak rintangannya?" Daniel menyerang Alexa dengan pertanyaan yang bertubi-tubi. "Tapi mana janji lo itu, hah?! Mana janji lo itu?!! Lo sama sekali gak bisa nepati janji ke gue!! Omongan lo bulshit!" Daniel sudah terbawa emosi, dia tak tahan mengingat masalalunya bersama Alexa. "Lo yang bulshit!!! Lo yang uda mengkhianati semuanya!! Lo yang uda buat hubungan kita hancur dengan lo kencan dan selingkuh dengan banyak wanita-wanita lain di luar sana!" mata Alexa berkaca-kaca. Rasanya Alexa tak sanggup mengingat masa-masa itu. "Lo pikir gue apa? Lo pikir gue batu yang gak punya hati gitu?!! Gue manusia! Gue punya hati, gue punya rasa lelah! Dan lo??" Alexa menunjuk Daniel tepat di wajah Daniel. "Dan lo dengan gak punya otakknya selalu nyakitin hati gue!! Dasar cowok bajingann!! Muak gue liat muka lo!! Please jangan ganggu gue lagi!" Alexa menarik jendelanya, namun Daniel kembali menahannya. "Alexa, gue gak peduli seberapa jahat gue di mata lo, tapi yang pasti gue gak mau liat lo nikah sama orang lain. Lo bakalan jadi pacar gue selamanya!" ucap Daniel penuh penekanan dan tatapan tajamnya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN