Keagresifan Alexa

1020 Kata
Tokk tokk tokk!!! Alice dan Alexa menunggu pintu kamar terbuka, namun pintu kamar tak kunjung terbuka. Tokk tokk tokk!! Ceklekk ... Alice mengetuk pintu kamar sekali lagi, dan pintu kamar itu langsung terbuka. "Hallo, Brayn," Alice melambaikan tangannya saat Brayn membuka pintu kamar. Brayn mengerutkan dahinya bingung, "Mama? Ngapain mama kesini?" tanya Brayn bingung. Alice menarik tangan Alexa, membawa Alexa masuk ke dalam kamar Brayn. "Ngapain bawa dia kesini sih, ma?" tanya Brayn tak suka sambil melihat Alexa sinis. Alice perlahan-lahan mundur, Brakk!! Lalu dengan cepat dia menutup pintu dari luar sampai menimbulkan suara bantingan yang kuat. "Mama mau kalian pendekatan di dalam sana!!!" teriak Alice dari luar. "Selamat bersenang-senang kalian berdua!!!" setelah berteriak, Alice langsung pergi meninggalkan kamar Brayn. Alexa tersenyum penuh kemenangan, dia melirik ke arah Brayn dengan senyuman lebarnya, "Senior gue emang paling top dahhh," ujarnya pelan. Brayn balik menatap sinis ke Alexa, "Lo sama mama sama aja, sama-sama diluar nalar!! Jauh-jauh dari gue!! Ogah gue dekat-dekat lo!" Brayn langsung pergi menjauh dari Alexa. Alexa terkekeh kecil, "Inikah yang dinamakan bantuan dari senior?" Alexa bertanya pada dirinya sendiri. "Sangat-sangat membantu," lanjutnya kemudian dengan senyum merekah di bibirnya. ***** "Jangan mendekat!! Jauh-jauh dari gue!! Gue gak mau dekat sama manusia jadi-jadian kayak lo!" Brayn waspada, dia sudah mundur beberapa langkah saat Alexa mendekatinya. Alexa tersenyum lebar, di mata Brayn senyum Alexa bukan senyum yang terlihat manis, melainkan senyum yang terlihat horor. "Kenapa sih, mas? Kok gitu banget ngehindar dari akunya. Kan aku mau pendekatan sama kamu," Alexa mengedipkan matanya genit untuk menggoda Brayn. Brayn bergidik ngerih, "Brayn!! No mas!! Gue bukan kakak lo!" Brayn sudah was-was, dia sudah mengambil ancang-ancang kalau saja Alexa menerkam dirinya nanti. Alexa berjalan mendekati Brayn. "Stop!!!!" teriak Brayn keras. "Jangan mendekat!!" dia tak ingin kalau Alexa mendekatinya. Alexa terkekeh kecil, kelakuan calon suaminya ini benar-benar konyol, lucu, menggemaskan dan minta ditabok. "Masss ...," panggil Alexa dengan suara manjanya. Mendengar suara Alexa yang seperti itu, sontak Brayn langsung menutup kedua telinganya. Dia langsung merapalkan ayat kursi dengan wajah cemasnya. "Masss ... sini dong, mas. Dekat sama aku ..., kan aku juga mau dekat-dekat kamu, mas," Alexa kembali menggoda Brayn dengan suara manjanya. Brayn semakin cemas saat melihat Alexa berjalan pelan ke arahnya. "No!!! Stop!!! Jangan deketin gue!!" Brayn berteriak-teriak tidak jelas. "Ya Allah, tolong ambil setan yang nyangkut di cewek aneh itu, Ya Allah ... lindungilah hamba Mu yang lemah ini," Brayn tak henti-hentinya berdoa dengan ketar-ketir. Melihat Brayn seperti itu membuat Alexa geli sendiri, dia benar-benar ingin tertawa sekuat-kuatnya saja saat ini. Tapi berhubung Alexa sudah memulainya, maka Alexa harus melanjutkannya. Alexa harus pintar-pintar menahan tawanya. Alexa berjalan mendekati Brayn. Dan Brayn, semakin Alexa berjalan mendekatinya, semakin Brayn berjalan mundur. Alexa tak menyerah, dia terus saja mendekati Brayn dengan wajah menggodanya, dan Brayn terus saja mengelak dan berjalan mundur sampai-sampai tubuhnya terbentur di sudut dinding. "Mampus!! Gila gue uda terpojokkan, gue harus apa kali ini?" Brayn sangat panik saat dirinya membentur dinding. Dia tak tahu akan lari kemana. Sementara Alexa sudah berdiri tepat dihadapannya dengan senyum miringnya. "Hallo, mas sayang," Alexa melambaikan tangannya di hadapan Brayn. "Uda siap bermain-main dengan aku, sayang?" tanya Alexa dengan kedipan mata menggoda. Glekk ... Brayn menelan ludah saat melihat wajah Alexa yang menyeramkan baginya. "Mampus!! Gue harus kabur kemana ini?!" Brayn berteriak dalam hatinya. Dia benar-benar kalut saat ini, bertemu dengan Alexa sama seperti bertemu dengan malaikat Izrail yang akan mencabut nyawanya. "Ampun ... gue minta ampun sama lo. Janji deh gue gak akan mojokkan lo dan ngomong pedas sama lo lagi, gue janji. Tolong lepasin gue," Brayn menyatukan kedua tangannya, dia memohon pada Alexa. Alexa benar-benar menahan tawanya saat ini. Betapa lucunya ekspresi seorang Brayn, pengusaha muda yang terkenal cool dan punya aura dingin saat memohon pada Alexa agar tak mendekatinya. "Njirrr ... ini cowok kenapa takut gue deketin? Emang gue zombi apa? Perasaan cantik gini gue kok," Alexa bertanya dalam hati. "Please, gue mohon jangan dekatin gue. Hushhh hushh sana ... jauh-jauh dari gue," Brayn terus saja mengusir Alexa, tapi Alexa tak gentar sedikit pun. Alexa tersenyum miring, dia menaikkan sebelah alisnya dan menatap Brayn seperti menatap mangsanya. Lalu selang beberapa detik, Alexa langsung mengurung Brayn dalam kedua tangannya yang ia tempelkan di dinding. "Aaaaaa!!! Lepasin!!! Jangan apa-apain gue!!! Lepasin gue!!" Brayn terus berteriak meminta dilepaskan. Alexa memandang Brayn dengan tatapan seriusnya, "Stttt ... jangan berisik. Nanti aku marah, aku khilafin kamu loh," Alexa kembali membuat Brayn takut. "Alexa, please. Lepasin gue, gue pegal gini terus, lepasin gue," Brayn terus memohon pada Alexa. "Enggak bisa dong. Kan kita disuruh pendekatan sama mama. Mana mungkin aku ngelepasin kamu gitu aja, sayang banget perjuangan aku uda sampe sini," Alexa mendekatkan wajahnya ke wajah Brayn. Brayn menahan nafasnya, Brayn juga memejamkan matanya ketakutan. "Duhhh ... gemoy banget sihh, imut-imut gimana gitu," Alexa memekik kesenangan dalam hatinya. "Alexa!! Please jangan apa-apain gu-" Cupp ... Brayn langsung membelalakkan matanya lebar saat Alexa mencium pipi kanannya. "Pipi gue uda gak suci lagi!!" Brayn menatap tajam ke arah Alexa. "Lo jahat!!!" Brayn memaki Alexa. Alexa menatap remeh ke arah Brayn, "Oohh ... mau coba main-main dengan ku lagi rupanya," Alexa tersenyum miring. Brayn menyesali ucapannya, ucapannya barusan membuatnya masuk ke dalam petaka kembali. "Enggak kok, gu-" Ucapan Brayn terpotong saat tiba-tiba Alexa memeluk dirinya dengan sangat erat. Brayn tak mampu berkata-kata, Brayn hanya bisa diam seperti batu. Alexa memeluk Brayn dengan erat, lalu Alexa membawa Brayn ke arah kasur. Tentu saja Brayn menolak, tapi Alexa ini sangat kuat. Apa lagi kalau sudah bertekad seperti ini. "Lepasin gue!!" Brayn memberontak dipelukan Alexa. Brakk!!! Alexa menjatuhkan dirinya dan Brayn di atas kasur berukuran king size milik Brayn. Alexa menjatuhkan dirinya dengan posisi Brayn yang ada dibawah dan Alexa di atasnya. "Gini aja, aku nyaman dan suka," gumam Alexa sambil memeluk tubuh Brayn yang ada dibawahnya. Brayn terdiam, dia tak tahu lagi ingin bicara apa. Alexa benar-benar mampu membuatnya diam seribu bahasa. "Turun!! Lo emang gak tau mal-" "Sttt!!" Alexa langsung membekap mulut Brayn dengan telapak tangannya. "Iya, I love you too my husband-- eh, calon husband," Alexa memejamkan matanya. Dia nyaman dengan posisi seperti ini. Mungkin Alexa akan tidur sebentar, pasalnya Alexa benar-benar mengantuk.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN