Jadi Orang Susah

1021 Kata
"Alexa, tante sama Bella ikut kamu ke jalanan ya. Kita mau bantuin kamu," Alice sudah bersiap-siap dengan Bella. Alexa memandangi penampilan Alice dari atas sampai bawah, "Tante gak salah kostum? tante dapat baju ini dari mana?" tanya Alexa bingung. Alexa beralih memandangi penampilan Bella dari atas sampai bawah. "Bella, kamu juga kok pakai baju beginian? Kamu dapat dari mana? Ini punya siapa? Jangan yang aneh-aneh deh, kamu gak mungkin punya baju gini kan," tanya Alexa penuh dengan kebingungan. Alice yang melihat ekspresi bingung Alexa langsung terkekeh geli. "Ya beli lah, Alexa. Masa iya tante nyolong, gak mungkin kan," jelas Alice dengan senyumnya. Alexa memasang wajah cengonya, "Hah? beneran ini beli? untuk apa beli baju ginian? baju kalian kan bagus-bagus, mahal-mahal, eh malah belinya baju ginian. Aneh banget emang." Alexa benar-benar tak habis pikir dengan pemikiran Alice, mengapa dia membeli baju jelek yang mungkin harganya tak sebanding dengan harga baju Alice dan Bella biasanya. "Emang kenapa, aunty? Emang ada yang salah ya, aunty? Emang Bella jelek banget ya pakai baju ini?" tanya Bella pada Alexa. "Tapi aunty, Bella sebenarnya memang gak mau beli dan pakai baju ini. Bajunya aja ada gambarnya, gambarnya itu gambar artis yang sering Bella liat di TV, aunty. Bella gak suka, kalau katanya teman-teman Bella itu namanya alay," Bella melanjutkan percakapannya pada Alexa. "Lahh ... kan emang iya Bambang. Aneh nih bocil, yang uda biasa pakai pakaian yang harganya jutaan jadi anjlok pakai pakaian yang mungkin harganya cuma 30 ribu doang. Gembel elit kah sebutannya?" Alexa bertanya-tanya dalam hati. Alexa diam, dia tampak bingung ingin menanggapi apa. "Aunty ... aunty kok diam aja sih? aunty gak denger apa yang Bella ceritain tadi?" tanya Bella pada Alexa. Alexa tersenyum, lalu dia melihat ke arah Bella. "Gimana lagi coba, Bella dipaksa sama oma, aunty. Kalau aja oma gak maksa, Bella gak bakalan mau pakai baju yang jelek dan murahan gini," ujar Bella dengan sesuka hatinya. Alex melotot, "Lahh ... si bocah mulutnya minta disumpel batu nih. Gaya amat ngomongnya, dihujat pembaca baru tau lo," Alexa menggerutu dalam hati. Alexa mengelus puncak kepala Bella, "Apa sih, sayang? Kamu tuh bicara apa? Kamu uda cantik, kamu uda imut, kamu uda keren kok pakai baju ini. Kamu benar-benar yang terbaik lah pokoknya. Berlian mau dicampakkan kemana aja juga bakalan tetap jadi berlian dan masih berharga mahal, gitu juga dengan kamu. Jadi jangan takut gak keliatan cantik ya, kamu cantik apa adanya kok," Alexa berusaha mengalihkan topik pembicaraan, dia berusaha membuat Bella mengerti agar Bella tidak rewel lagi. "Tap-" "Uda, stop. Ayo kita berangkat kerja. Mana mungkin kita bakalan gini-gini aja. Gak kerja gak makan loh. Iya kan, Alexa?" Alice memotong ucapan Bella, dia langsung menatap ke arah Alexa. Alexa terkekeh kecil, "Hehehe iya, tante," jawabnya. "Ayo, Bella. Hari ini kita ikut aunty Alexa jualan koran dan bunga. Untuk jadi pelajaran juga buat kamu biar bisa menghargai uang, dan jangan boros. Karena cari uang itu susah, gak semua orang kaya raya seperti daddy kamu soalnya," Alice menggandeng tangan Bella. Dia sudah siap-siap dan bersemangat untuk ikut dengan Alexa. Alice berharap, rencananya kali ini berhasil. Rencana apa? hanya Alice yang tau jawabannya. "Yauda cusss kita berangkat," Alexa menuntun sepedanya, dia sengaja tak menaiki sepedanya karena ada Alice dan Bella. Mana mungkin Alexa naik sepeda sementara Alice dan Bella jalan kaki. Alexa menuntun sepedanya menuju tempat yang diinginkannya. Alice dan Bella juga berjalan beriringan dengan Alexa. Kali ini Alexa akan mangkal di lampu merah saja, supaya dirinya tak terlalu lelah karena bolak-balik keliling jalan raya. Alexa juga kasihan pada Alice dan Bella, mereka tak akan kuat bila harus mondar-mandir, cuacanya juga terik. Alexa takut kalau Alice dan Bella malah pingsan, nanti Alexa juga yang kena ribetnya. "Masih jauh gak, aunty? lama banget sih sampainya. Bella uda capek jalan, aunty," belum juga sampai tempat tujuan, Bella sudah merengek saja. "Husshh, kamu ini. Baru aja jalan bentar uda kecapekan. Masih kecil tuh harusnya lebih kuat dari pada oma yang uda tua," Alice menegur Bella. Bella ini memang benar-benar sangat manja, jadi wajar saja kalau Bella banyak mengeluh. Sejak kecil Bella tak pernah melakukan kegiatan apa pun yang membuatnya lelah, semua sudah diatur oleh para baby sitter Bella. "Sabar ya, Bella. Sebentar lagi sampai kok," sudah Alexa duga, Bella pasti akan sangat rewel. "Tapi, aunty, kaki Bella uda pegal dan sakit. Biasanya kalau kemana-mana Bella tuh naik mobil, bukan naik kaki. Jadi Bella gak terbiasa capek-capek gini, aunty," dasar Bella si anak manja, selalu banyak mengeluhnya. "Lahh nih bocil, dikira dianya aja apa yang capek. Gue juga capek kali," Alexa bicara dalam hati. "Yaudah sini naik ke atas sepeda, biar aunty dorong sepedanya," Alexa menawari Bella. "Yakin, aunty?? ini sepeda uda bersih kan? gak banyak kuman kan?" tanya Bella sambil melihat dengan teliti sepeda Alexa. Alice memukul jidatnya, "Cucu gue nihh ... mulutnya lemes banget, bisa-bisanya dia ngomong gitu," Alice menggerutu, dia tak habis pikir dengan kelakuan Bella. Kalau Alexa sakit hati, bahaya nantinya. Tak ada lagi wanita yang akan dijodohkannya dengan Brayn. Alice menyengir lebar, "Maafin kelancangan Bella ya, Alexa. Bella tuh emang suka gitu, mulutnya kelancaran banget," Alice langsung meminta maaf pada Alexa. Alexa tersenyum manis, "Iya, tante, gak apa-apa kok, Alexa ngerti," balasnya sok manis. "Kalau bukan calon anak gue juga bakalan gue getok tuh pala si Bella," lanjut Bella ngedumel dalam hati. Alexa berhenti, "Yaudah sini, naik ke sepeda aja biar Bella gak capek. Kan yang ngedorong sepedanya aunty," Alexa menyuruh Bella untuk naik ke atas sepedanya. Bella tampak berpikir sejenak, "Emmm ...," Bella mengetuk-ngetuk dagunya dengan jari telunjuknya. "Yaudah deh kalau aunty maksa. Bella gak mau buat aunty sedih karena nolak permintaan aunty Alexa," ujar Bella setuju. Alice menggaruk tengkuknya yang tak gatal, "Kelakuan cucu gue, pengen gue kunciin aja nih si Bella di dalam kamar. Ngomongnya lancar banget, sampai-sampai gak tau ngerem," Alice ngedumel dalam hati. Dia tak habis pikir dengan kelakuan sang cucu. "Dasar bocil, pengen nenggelamin di laut aja deh bawaanya," ujar Alexa dalam hati. "Yaudah jangan banyak omong, yuk langsung oma naikkan aja," Alice langsung mengangkat Bella dan meletakkan Bella di atas sepeda Alexa. "Nahh uda beres, yukk lanjut jalan lagi," Alexa kembali melanjutkan perjalanannya, diikuti oleh Alice di sampingnya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN