Aku terus menggeleng seolah mengenyahkan sesuatu yang menempel di kepalaku. Hendra bukan ayahku, jadi aku bukan anak haram Hendra juga aku anak sah dari michael? Lantas dimana ayahku sekarang? Aku mendongak menatap mata abu itu yang kembali sibuk dengan setir mobilnya. Tubuh nya terlihat kaku dan aku juga dapat melihat tangannya gemetar, entah oleh apa. "Turun!" Perintahnya dengan nada yang masih saja terdengar kasar. Aku mengedarkan pandangan kearah luar, mengernyit tak suka saat rumah mewah yang ada di depanku seolah mengintimidasi. "Rumah siapa ini?" Tak bisa menyembunyikan ketakutan dalam nada suaraku. Tanganku terus meremas gaun warna biruku, menatap penuh antisipasi pada orang-orang yang datang mendekat. Pintu mobil di sampingku terbuka, uluran tangan dua wanita yang memakai ba

