Trauma

1639 Kata

"Post traumatic stress disorder?" Di balkon rumah sakit, Gama berdiri menghadap Rachel. Tangan kanan kedua orang tersebut membawa cup berisi kopi panas dengan jenis berbeda. Udara sore ini cukup dingin, awan mendung bahkan sudah berbaris rapi di langit. Semilir angin membuat si wanita bergerak untuk merapikan rambutnya. Tak lama kemudian, Rachel kembali membuka suara, "Kamu pasti udah tau maksudnya, kan?" Gama mengangguk. Tentu saja, gangguan stres pasca trauma tersebut sudah menjadi hal umum di negara ini. Bahkan dalam satu tahun, ada dua juta lebih kasus yang terjadi. "Lo yakin Gia kena PTSD?" tanyanya setelah meminum kopi robusta. Sembari memasukkan sebelah tangannya ke dalam jaket, Rachel menjawab, "Belum sepenuhnya yakin. Tapi mengingat kondisi Gia sebelumnya, hal-hal semacam t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN