Di suatu saung yang tak cukup besar, terlihat tiga orang kini tengah tertawa riang. Gia, Yena, dan Arhan duduk berdempetan seakan berada di dalam sebuah angkutan umum. "Lihat-lihat, dia dari tadi nggak mau ngalah. Aktif banget lagi!" Tunjuk Arhan kepada salah satu ikan koi yang berada di dalam kolam. Tangannya sekali lagi melempar makanan, tak mempedulikan ucapan Gama bahwa ikan-ikan ini telah diberi makan pagi tadi. Entah kenapa, Arhan memang sangat menyukai memberi makan ikan. Pernah beberapa kali dirinya membeli ikan untuk dipelihara, namun justru berakhir tak terselamatkan. "Namanya siapa aja, Gia?" tanya lelaki itu. "Sebanyak ini mana bisa dikasih nama sih, Han. Wajahnya aja sama semua," cibir Yena dengan mulut yang masih terisi cookies. Gia hanya diam sembari sesekali tertawa re

