Seorang lelaki berwajah tampan yang mengenakan setelan jas mewah berwarna abu abu keluar dari jok kedua sebuah sedan mewah. Ia memasuki gedung tiga lantai yang merupakan kantor tempatnya bekerja sehari hari. Pengemudi mobilnya langsung bergerak pergi memarkirkan mobil tersebut menuju basemen.
Lelaki yang turun dari mobil tersebut adalah Althaf Laksmada, S.H., LL.M., M, Hum., Managing Partner dari Laksmada Law Firm. Di usianya yang terbilang muda, yaitu tiga puluh tujuh tahun, Althaf berhasil menjadi pimpinan firma hukum yang merupakan warisan sang ayah.
Ia lelaki sukses, tampan dan kaya raya.
Laksmada Law Firm memiliki banyak klien dari kalangan atas baik pribadi dan juga perusahaan. Itu sebabnya firma hukum tersebut memiliki nama baik dan kelas tersendiri di tanah air.
Althaf memasuki ruangan dengan label berbahan stainless dan bertuliskan ‘Managing Partner’ melekat di pintunya. Ia duduk di kursi kerja berbahan kulit lembut dengan meja dari material kayu redwood yang sangat mewah dan mahal. Semua furniture yang ada di ruangan tersebut sangat menunjukkan kesuksesan pemiliknya.
Drr… Drr…
Ponsel miliknya berbunyi.
Ia tersenyum saat membaca ada pesan masuk dari istrinya yang ia tulis di daftar kontak dengan ’Lovely Wife’.
Binar : Aku sudah di pesawat. See you.
Althaf : Cant wait to see you. Take care.
Althaf : Miss you already.
Tidak ada balasan.
Tapi Althaf memahaminya karena Binar sudah berada di pesawat dan ponselnya pasti dimatikan.
Ia kemudian menatap beberapa berkas di atas meja dan mulai membacanya. Sebagai managing partner, Althaf merupakan pucuk pimpinan yang bertanggung jawab penuh terhadap arah kebijakan firma hukum, mengambil keputusan finansial demi keuntungan, hingga hubungan dengan klien. Ia juga harus memastikan operasional kantor berjalan lancar sesuai dengan standar yang ditetapkan. Bahkan bisa dibilang, dirinya adalah ‘juru bicara’ firma yang bertindak untuk menjaga hubungan baik dengan klien utama serta membangun kemitraan bisnis.
Althaf memiliki kepemimpinan yang visioner, sehingga mampu membawa Laksmada Law Firm semakin maju dan berkembang. Namun sayangnya, dibalik segala kelebihannya, ia mudah tergoda wanita.
Awalnya, ia tidak pernah ingin menikah dan mengikat diri pada perempuan manapun, tapi Binara Ardiningrum berhasil menaklukkannya. Sosok Binar yang cantik dan lembut tidak mudah bertekuk lutut pada rayuannya. Istrinya itu juga tidak seperti perempuan kebanyakan yang rela memberikan dirinya untuk memenuhi syahwat pasangan meski sebelum menikah.
Althaf tidak hanya bertekuk lutut, tapi juga tergila gila kepada istrinya itu.
Hanya saja, profesi Binar sebagai pramugari membuatnya sering bepergian dan meninggalkannya sendirian. Ia mencoba menahan diri, namun, apa daya... Tidak mudah.
Pernah, satu bulan lebih Binar pergi terbang hingga membuatnya kesepian.
Awalnya Althaf mencoba untuk setia. Tapi.. Sosok perempuan itu hadir...
Ia sulit untuk menghindar.
Godaan tak sanggup dilawannya.
Drr... Drr...
Ponselnya kembali berbunyi. Ada pesan masuk.
Ia pun membacanya.
Miss you.
Kali ini, pesan tersebut bukan dari Binar, tapi perempuan lain.
Althaf tersenyum. Ia pun membalasnya.
Miss you too.
Tak lama ada balasan.
Kita ketemu malam ini. Ok?
Althaf kembali mengetik pesan balasan.
Ok. Your apartment.
Pertukaran pesan kembali terjadi.
Ok. Jam tujuh malam. Miss you so much.
Althaf tidak lagi membalas pesan tersebut. Ia membalikkan ponselnya dan kembali membaca tumpukan dokumen di hadapannya.
Senyum tipis tersungging di wajahnya.