Kehangatan di Pagi Hari

1600 Kata

Sekitar pukul 07.30 pagi, Ivan Abimana turun ke lantai bawah. Ia baru selesai membaca report data Ayah Fatma. Ivan memang tidak tidur. Ia berjalan dengan rapi, tetapi suasana hatinya kaku dan tegang karena misi pencarian makam yang akan ia jalani. Saat ia mendekati area dapur, indra penciumannya menangkap aroma yang sangat tidak biasa di rumah itu. Aroma pedas, gurih, dan sangat khas masakan rumahan. Aroma yang asing, tapi entah mengapa, terasa hangat dan mengundang. Ivan berjalan menuju dapur, alisnya bertaut. Di sana, di tengah dapur mewah yang selalu steril, Fatma sedang berdiri di depan kompor high-end, menggoreng nasi dengan gerakan cepat dan cekatan. Pakaian barunya, gaun midi yang dibelikan Widyawati, terlihat pas dan elegan, tapi Fatma menyingsingkan lengan bajunya hingga siku,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN