Gadis itu keluar dari mobil, berjalan santai menuju pintu utama rumah tersebut. Sengaja, barang-barang dia tinggalkan di mobil. Agar tidak kesulitan dan tentunya, membuat kejutan. Tak henti-hentinya senyum terus merekah di wajah, menghiasi wajah ayunya. Jantungnya berdebar, sedikit merasakan gugup. Bagaimana ekspresi wajah Jessica saat melihatnya? Dia tidak sabar menantikan saat itu. “Assalamualaikum ...,” ucapnya setengah berteriak sambil mengetuk pintu tiga kali. Tidak ada jawaban. Nindy hendak kembali mengulang, tetapi dia urungkan saat mendengar sahutan dari dalam. Namun, itu bukan suara Jessica. Bukan, dia masih ingat suara sahabatnya itu. Suara itu lebih mirip seorang ibu-ibu. Terdengar derap langkah di dalam semakin mendekati pintu, Nindy sedikit mundur, menanti pintu terbuk

